ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Dinas Sosial Bekali 40 Kader untuk Pendampingan Anak Terlantar di Mimika

berdasarkan hasil evaluasi Dinsos, sejauh ini anak-anak yang didampingi sudah terlihat mengalami perubahan. Anak-anak yang awalnya sulit diatur, sekarang sudah mulai menerima dan berubah.

17 Oktober 2024
0
Dinas Sosial Bekali 40 Kader untuk Pendampingan Anak Terlantar di Mimika

Petrus Yumte, Kepala Dinas Sosial memberikan arahan kepada kader peduli anak terlantar Mimika, Kamis 17 Oktober 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 40 kader dibekali sejumlah pengetahuan seputar pendampingan terhadap anak-anak terlantar yang ada di Kabupaten Mimika.

Pembekalan yang diselenggarakan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika di salah satu hotel di Timika, Kamis 17 Oktober 2024.

ADVERTISEMENT

Dinsos menghadirkan dua pemateri dalam pembelakan itu, masing-masing dari Dinas Kesehatan Mimika dan Balai Besar Pelatihan dan Pendidikan Kemensos Jayapura.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Petrus Yumte, Kepala Dinas Sosial melalui Jenni Padallingan, Kepala Seksi Jaminan Perlindungan Anak menjelaskan, 40 kader peduli anak terlantar ini, berasal dari 20 kampung dan kelurahan.

Baca Juga

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

Setiap kampung dan kelurahan mengutus dua orang perwakilan dari distrik Mimika Baru, Wania dan Kwamki Narama.

Jenni menyebutkan, tugas para kader ini memberikan pendampingan terhadap anak-anak kurang beruntung di setiap wilayah kerjanya.

Untuk menambah wawasan pengetahuan, puluhan kader dibekali sejumlah materi. Diantaranya, bagaimana memperhatikan kondisi kesehatan anak, merawat diri secara mandiri, dan menjaga kesehatan alat reproduksi sedini mungkin.

Materi kesehatan reproduksi ini penting dengan tujuan supaya menghindari terjadinya perkawinan usia muda.

Melalui pelatihan ini diharapkan para kader mampu mendampingi anak-anak, bahwa diatas usia 20 tahun minimal baru diperbolehkan untuk menikah.

“Tujuannya supaya pada saat melahirkan anak sebagai generasi masa depan yang benar-benar berkualitas baik fisik maupun kesehatannya,” ujarnya.

Jenni menjelaskan selain materi kesehatan, para kader juga diberikan materi yang berhubungan dengan bagaimana mengenali persoalan sosial, yang kerap dihadapi anak-anak dan dapat menimbulkan kerugian pada diri anak.

“Materi ini disajikan oleh narasumber dari Balai Besar Pelatihan dan Pendidikan Kemensos Jayapura. Mereka diberi pengetahuan seputar tindakan preventif atau mencegah sebelum anak terjerumus dalam persoalan Narkoba, lem aibon dan lain-lain,” paparnya.

Strategi yang akan dilakukan para kader di masyarakat dengan mengadakan ibadah rutin setiap bulan, ada kegiatan kelas bersama dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.

“Untuk kerjasama dengan Dinas Kesehatan lebih diutamakan menyiapkan guru yang sudah bersertifikasi. Kegiatan lain menumbuhkan minat dan bakat dibidang olahraga,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, mulai tahun 2024 ini, Dinsos akan membentuk kelas minat dan bakat bermain futsal dan voli. Kegiatan ini dilakukan dalam dua minggu sekali dalam sebulan.

Jenni menambahkan, selain 40 kader ini Dinsos juga menyiapkan masing-masing kampung dua kader untuk membantu kader kampung.

Dalam pendampingan, kader bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan berkaitan dengan perlindungan dan kekerasan anak dalam rumah tangga.

“Kami harapkan untuk menjalankan program ini ada dukungan dari pemerintah kampung dan kelurahan”.

Ia mengakui berdasarkan hasil evaluasi Dinsos, sejauh ini anak-anak yang didampingi sudah terlihat mengalami perubahan. Anak-anak yang awalnya sulit diatur, sekarang sudah mulai menerima dan berubah.

Ini dikarenakan dalam pembinaan diterapkan sistem pendekatan kekeluargaan atau humanis.

“Hingga saat ini berdasarkan data Dinsos terdapat 219 anak kurang beruntung yang mendapat pendampingan,” timpalnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

3 Agustus 2026
SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

3 Agustus 2026
Upaya Pengiriman 95 Gram Ganja ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

Upaya Pengiriman 95 Gram Ganja ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

3 Agustus 2026
Dinkes Mimika Mulai Kampanye Germas dan PHBS di Kelurahan Koperapoka

Dinkes Mimika Mulai Kampanye Germas dan PHBS di Kelurahan Koperapoka

3 Agustus 2026
Polres Mimika Kerahkan 231 Personel Amankan Aksi KNPB di Timika

Polres Mimika Kerahkan 231 Personel Amankan Aksi KNPB di Timika

3 Agustus 2026
KNPB Timika Klaim 125 Ribu Warga Papua Mengungsi, Desak Pemerintah Tempuh Solusi Damai

KNPB Timika Klaim 125 Ribu Warga Papua Mengungsi, Desak Pemerintah Tempuh Solusi Damai

3 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    646 shares
    Bagikan 258 Tweet 162
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    583 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    604 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Bawaslu Mimika Terima Tujuh Laporan Pelanggaran, Diana Dayme: Satu Berpotensi Pidana

Bawaslu Mimika Terima Tujuh Laporan Pelanggaran, Diana Dayme: Satu Berpotensi Pidana

Terjatuh dari Tebing, Pendaki Asal China Meninggal Dunia di Puncak Cartensz

Terjatuh dari Tebing, Pendaki Asal China Meninggal Dunia di Puncak Cartensz

Gallery Foto Dinkes Mimika Rapat Evaluasi Bahas Pelayanan PIN Polio Bersama Kader Posyandu dari Sejumlah Distrik

Gallery Foto Dinkes Mimika Rapat Evaluasi Bahas Pelayanan PIN Polio Bersama Kader Posyandu dari Sejumlah Distrik

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id