ADVERTISEMENT
Senin, Maret 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

FKDM Sayangkan Pilot Helikopter Tewas Ditembak dan Tenaga Kesehatan Disandera

"Apapun alasannya kasus ini tidak bisa dibenarkan. Pelayanan transportasi dan kesehatan sangat vital karena berhubungan langsung dengan masyarakat, dengan tujuan untuk membangun peradaban”.

6 Agustus 2024
0
Kapus Alama: Ada Empat Nakes dan Dua Balita di Helikopter yang Ditembak

Empat tenaga kesehatan yang ikut dalam penerbangan helikopter yang ditembak di Distrik Alama, Senin 5 Agustus 2024. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Peristiwa penembakan yang menewaskan Mr. Glen Malcolm Conning, pilot helikopter milik PT. Intan Angkasa Air Service dan penyenderaan terhadap empat tenaga kesehatan di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah, Senin 5 Agustus 2024, seharusnya tidak boleh terjadi.

Pasalnya mereka yang bekerja di dua sektor ini menjalani profesi mulia, apalagi bersedia melayani masyarakat Papua yang sangat jauh dan terisolir.

ADVERTISEMENT

“Jujur mendengar berita ini hati terasa teriris, apalagi perlakuan itu ditujukan kepada pilot dan tenaga medis,” ujar Luky Mahakena, S.Sos. M.Si, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika kepada koranpapua.id, Selasa 6 Agustus 2024.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dikatakan Luky, pilot dan tenaga kesehatan yang bertugas sampai ke wilayah pedalaman Mimika, tidak semata-mata karena mendapatkan upah, tetapi juga dikarenakan panggilan hati untuk melayani masyarakat.

Baca Juga

Kapolres Mimika Salurkan Santunan Idul Fitri untuk Warga Pomako

Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2, Papua Termahal se-Indonesia

“Tugas mereka sangat mulia, karena melayani masyarakat yang jauh dari kota. Mereka harus rela tinggalkan keluarga hanya karena sebuah pengabdian. Harap hargai dan jangan sakiti mereka,” ungkap Luky.

Dikatakan, kasus penembakan pilot dan penyanderaan tenaga medis perlu mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Aparat keamanan diminta untuk bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para pelaku demi penegakan hukum.

Ini bertujuan agar kedepannya kasus seperti ini tidak terulang lagi, dan tidak menjadi catatan buruk yang bisa berdampak terhadap pelayanan pada dua sektor tersebut.

“Kejadian ini pasti membuat trauma para tenaga kesehatan dan pilot. Mereka bisa berpikir dua kali untuk melayani masyarakat di wilayah pedalaman Mimika. Jadi perlu ditangkap pelakunya,” pinta Luky.

Dikatakan, tindakan para pelaku merupakan pelanggaran hukum dan atensi masuk HAM Internasional.

“Apapun alasannya kasus ini tidak bisa dibenarkan. Pelayanan transportasi dan kesehatan sangat vital karena berhubungan langsung dengan masyarakat, dengan tujuan untuk membangun peradaban,” tegas Luky.

Aksi teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kata Luky, akan sangat berdampak terhadap mengganggunya penyelenggaraan pembangunan.

“Pemerintah daerah, TNI-Polri perlu lebih tanggap dan selalu waspada terhadap pergerakan semua kelompok kriminal yang sengaja menghambat aspek pembangunan dalam NKRI,” tandasnya.

Seperti diberitakan media ini kemarin, dalam kasus tersebut, selain pilot tewas ditembak, KKB juga membakar helikopter serta sempat menyandera empat empat tenaga medis dan dua Balita yang ikut dalam penerbangan itu.

Keempat tenaga medis yang hendak kembali bertugas di Puskesmas Alama itu yaitu, Kolariak Gwijangge (kepala tata usaha), Hasmaya (bidan), Naomi Kambu (gizi) dan Demianus Pakege (bagian umum).

Saulus Pokniangge, Kepala Puskesmas Alama mengatakan, dirinya sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu.

Menurutnya, selama dua tahun pihaknya sudah melakukan kontrak dengan perusahaan pemilik helikopter untuk mengangkut tenaga kesehatan dari Timika ke Alama dan sebaliknya.

Selama dua tahun ini semua aktivitas berjalan normal tanpa ada gangguan keamanan. “Kenapa ini bisa terjadi, sungguh sangat disayangkan,” ujarnya.

Sesuai petunjuk Kepala Dinas Kesehatan Mimika, hari ini Selasa 6 Agustus 2024, delapan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Alama dievakuasi ke Timika.

Ini bertujuan agar para tenaga kesehatan tidak mengalami trauma berkepanjangan, apalagi situasi di Alama pasca peristiwa itu belum kondusif. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kapolres Mimika Salurkan Santunan Idul Fitri untuk Warga Pomako

Kapolres Mimika Salurkan Santunan Idul Fitri untuk Warga Pomako

22 Maret 2026
Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2, Papua Termahal se-Indonesia

Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2, Papua Termahal se-Indonesia

22 Maret 2026
Senator PFM Lantang Bersuara di Parlemen: Tolak Sawit dan Pembangunan Batalion TP di Papua

Soal Transparansi Dana Otsus: Anggota DPD RI PFM Minta Kejagung Periksa Ketua MRP Se-Papua Raya

22 Maret 2026
Sepak Terjangnya Terhenti, Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan dan Jambret di Timika, Mengaku 16 Kali Lakukan Aksi

Sepak Terjangnya Terhenti, Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan dan Jambret di Timika, Mengaku 16 Kali Lakukan Aksi

22 Maret 2026
Usai Tembak Mati Hurbianus Murip, Koops TNI Evakuasi 21 Warga Pengungsi

Usai Tembak Mati Hurbianus Murip, Koops TNI Evakuasi 21 Warga Pengungsi

21 Maret 2026
Tadi Pagi Wilayah Nduga Diguncang Gempa 4.4 Magnitudo

Keerom Diguncang Gempa Magnitudo 5,6, Masyarakat Diminta Waspada

21 Maret 2026

POPULER

  • Empat Tenaga Kesehatan Diserang KKB: Dua Orang Tewas, Satu Korban Asal Kabupaten Ende-NTT

    Empat Tenaga Kesehatan Diserang KKB: Dua Orang Tewas, Satu Korban Asal Kabupaten Ende-NTT

    595 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Sepak Terjangnya Terhenti, Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan dan Jambret di Timika, Mengaku 16 Kali Lakukan Aksi

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Suara yang Terkubur di Tanah Emas

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • Sertijab Pejabat Pemkab Mimika Dibatalkan, Bupati dan Wabup Siap Temui ASN

    794 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Jual Senjata Organik Seharga Rp90 Juta, Oknum Prajurit TNI Ditangkap

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Remaja 17 Tahun di Timika Hilang Sejak 14 Maret, Keluarga Harap Bantuan Masyarakat

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Kinerja 133 Kepala Kampung Dievaluasi, Sekda Abraham Instruksikan Siapkan Dokumen dan Laporan Keuangan

    597 shares
    Bagikan 239 Tweet 149
Next Post
Jelang HUT RI ke-79, Polres Segera Tertibkan Peredaran Miras dan THM

Jelang HUT RI ke-79, Polres Segera Tertibkan Peredaran Miras dan THM

Tiga Helikopter TNI Berangkat Menuju Alama Evakuasi Korban Penembakan KKB

Tiga Helikopter TNI Berangkat Menuju Alama Evakuasi Korban Penembakan KKB

Jenazah Mr Glen, Pilot Helikopter yang Dibunuh KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Jenazah Mr Glen, Pilot Helikopter yang Dibunuh KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id