TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak lima warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka dalam sebuah insiden penembakan di wilayah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis 7 Mei 2026 malam.
Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WIT.
“Tadi malam sekitar jam 9 lewat. Untuk korban lima orang, identitasnya kami belum tahu sementara masyarakat masih evakuasi,” ujar Firman saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Berdasarkan informasi awal yang diterima aparat, seluruh korban mengalami luka-luka. Hingga saat ini, pendataan identitas maupun kondisi para korban masih terus dilakukan.
Firman menjelaskan bahwa situasi di lokasi kejadian belum sepenuhnya kondusif, sehingga warga belum dapat mendekati titik utama peristiwa.
Ia juga menyebut medan di lokasi cukup berat. “TKP berada di daerah Uyawin dan aksesnya cukup jauh,” katanya.
Informasi lapangan menyebutkan, lima warga sipil dilaporkan tertembak di dua lokasi berbeda yakni di Kampung Narangkea-Uyawin dan Kampung Uyawin-Winni Mile 69 area Kali Kabur, Distrik Tembagapura.
Dikabarkan bahwa dalam peristiwa penembakan itu, seorang perempuan dan balita juga menjadi korban mengalami luka tembak pada betis kaki dan luka bagian mulut.
Satgas Rajawali-Habema diinformasikan melakukan penyisiran mulai dari MP 64 sampai Kali Kabur MP 69.
Diperkirakan sekitar pukul 21.00 WIT, terdengar bunyi rentetan senjata disusul dua drone terbang bersamaan di atas pos Camp David MP 72.
Sementara itu, Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, saat dikonfirmasi menyampaikan singkat terkait perkembangan informasi. “Nanti saya infokan updatenya ya,” ujarnya.
Di sisi lain, sebuah video yang beredar di masyarakat memperlihatkan seorang pria menyampaikan adanya korban luka dalam peristiwa tersebut.
Dalam video itu juga disebutkan rencana warga untuk mengungsi ke wilayah yang lebih aman.
Hingga saat ini, pihak TNI belum memberikan keterangan resmi terkait insiden maupun kronologi lengkap kejadian.
Jika terdapat perkembangan atau informasi lanjutan, akan disampaikan kemudian. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









