ADVERTISEMENT
Minggu, September 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

FKDM Sayangkan Pilot Helikopter Tewas Ditembak dan Tenaga Kesehatan Disandera

"Apapun alasannya kasus ini tidak bisa dibenarkan. Pelayanan transportasi dan kesehatan sangat vital karena berhubungan langsung dengan masyarakat, dengan tujuan untuk membangun peradaban”.

6 Agustus 2024
0
Kapus Alama: Ada Empat Nakes dan Dua Balita di Helikopter yang Ditembak

Empat tenaga kesehatan yang ikut dalam penerbangan helikopter yang ditembak di Distrik Alama, Senin 5 Agustus 2024. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Peristiwa penembakan yang menewaskan Mr. Glen Malcolm Conning, pilot helikopter milik PT. Intan Angkasa Air Service dan penyenderaan terhadap empat tenaga kesehatan di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah, Senin 5 Agustus 2024, seharusnya tidak boleh terjadi.

Pasalnya mereka yang bekerja di dua sektor ini menjalani profesi mulia, apalagi bersedia melayani masyarakat Papua yang sangat jauh dan terisolir.

ADVERTISEMENT

“Jujur mendengar berita ini hati terasa teriris, apalagi perlakuan itu ditujukan kepada pilot dan tenaga medis,” ujar Luky Mahakena, S.Sos. M.Si, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika kepada koranpapua.id, Selasa 6 Agustus 2024.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dikatakan Luky, pilot dan tenaga kesehatan yang bertugas sampai ke wilayah pedalaman Mimika, tidak semata-mata karena mendapatkan upah, tetapi juga dikarenakan panggilan hati untuk melayani masyarakat.

Baca Juga

Gangguan Keamanan di Jila, Nakes Trauma hingga Harus Dipindahkan

Jalanan Timika dipenuhi Debu, Bupati Instruksikan BPBD Lakukan Penyiraman

“Tugas mereka sangat mulia, karena melayani masyarakat yang jauh dari kota. Mereka harus rela tinggalkan keluarga hanya karena sebuah pengabdian. Harap hargai dan jangan sakiti mereka,” ungkap Luky.

Dikatakan, kasus penembakan pilot dan penyanderaan tenaga medis perlu mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Aparat keamanan diminta untuk bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para pelaku demi penegakan hukum.

Ini bertujuan agar kedepannya kasus seperti ini tidak terulang lagi, dan tidak menjadi catatan buruk yang bisa berdampak terhadap pelayanan pada dua sektor tersebut.

“Kejadian ini pasti membuat trauma para tenaga kesehatan dan pilot. Mereka bisa berpikir dua kali untuk melayani masyarakat di wilayah pedalaman Mimika. Jadi perlu ditangkap pelakunya,” pinta Luky.

Dikatakan, tindakan para pelaku merupakan pelanggaran hukum dan atensi masuk HAM Internasional.

“Apapun alasannya kasus ini tidak bisa dibenarkan. Pelayanan transportasi dan kesehatan sangat vital karena berhubungan langsung dengan masyarakat, dengan tujuan untuk membangun peradaban,” tegas Luky.

Aksi teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kata Luky, akan sangat berdampak terhadap mengganggunya penyelenggaraan pembangunan.

“Pemerintah daerah, TNI-Polri perlu lebih tanggap dan selalu waspada terhadap pergerakan semua kelompok kriminal yang sengaja menghambat aspek pembangunan dalam NKRI,” tandasnya.

Seperti diberitakan media ini kemarin, dalam kasus tersebut, selain pilot tewas ditembak, KKB juga membakar helikopter serta sempat menyandera empat empat tenaga medis dan dua Balita yang ikut dalam penerbangan itu.

Keempat tenaga medis yang hendak kembali bertugas di Puskesmas Alama itu yaitu, Kolariak Gwijangge (kepala tata usaha), Hasmaya (bidan), Naomi Kambu (gizi) dan Demianus Pakege (bagian umum).

Saulus Pokniangge, Kepala Puskesmas Alama mengatakan, dirinya sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu.

Menurutnya, selama dua tahun pihaknya sudah melakukan kontrak dengan perusahaan pemilik helikopter untuk mengangkut tenaga kesehatan dari Timika ke Alama dan sebaliknya.

Selama dua tahun ini semua aktivitas berjalan normal tanpa ada gangguan keamanan. “Kenapa ini bisa terjadi, sungguh sangat disayangkan,” ujarnya.

Sesuai petunjuk Kepala Dinas Kesehatan Mimika, hari ini Selasa 6 Agustus 2024, delapan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Alama dievakuasi ke Timika.

Ini bertujuan agar para tenaga kesehatan tidak mengalami trauma berkepanjangan, apalagi situasi di Alama pasca peristiwa itu belum kondusif. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Gangguan Keamanan di Jila, Nakes Trauma hingga Harus Dipindahkan

Gangguan Keamanan di Jila, Nakes Trauma hingga Harus Dipindahkan

12 September 2026
Kebakaran Lahan di Belakang DLH Mimika, BPBD Kerahkan Dua Armada

Kebakaran Lahan di Belakang DLH Mimika, BPBD Kerahkan Dua Armada

12 September 2026
Jalanan Timika dipenuhi Debu, Bupati Instruksikan BPBD Lakukan Penyiraman

Jalanan Timika dipenuhi Debu, Bupati Instruksikan BPBD Lakukan Penyiraman

12 September 2026
Alumni Akpol 1996 Bangun Dapur Taruna untuk Dukung Modernisasi Pendidikan Polri

Alumni Akpol 1996 Bangun Dapur Taruna untuk Dukung Modernisasi Pendidikan Polri

12 September 2026
Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

12 September 2026
Harga Cabai Rawit di Timika Tembus Rp140.000, Pasokan Menipis akibat Kemarau

Harga Cabai Rawit di Timika Tembus Rp140.000, Pasokan Menipis akibat Kemarau

12 September 2026

POPULER

  • Pertamina Sanksi 19 SPBU di Papua-Maluku, Dua di Antaranya di Mimika

    Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Bupati Rettob Ungkap Hasil Profiling ASN Mimika, Mayoritas Masih Bernilai Rendah

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Polisi Tetapkan 3 Tersangka, Pelaku Utama Pembunuhan Ojek di Timika Diburu

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Jelang HUT RI ke-79, Polres Segera Tertibkan Peredaran Miras dan THM

Jelang HUT RI ke-79, Polres Segera Tertibkan Peredaran Miras dan THM

Tiga Helikopter TNI Berangkat Menuju Alama Evakuasi Korban Penembakan KKB

Tiga Helikopter TNI Berangkat Menuju Alama Evakuasi Korban Penembakan KKB

Jenazah Mr Glen, Pilot Helikopter yang Dibunuh KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Jenazah Mr Glen, Pilot Helikopter yang Dibunuh KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id