TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan Pasar Tradisional Mapurujaya di Distrik Mimika Timur kembali beroperasi tahun ini setelah berhenti total sejak 3 April 2023.
Pasar tersebut hanya bertahan sekitar tiga bulan setelah diresmikan pada 27 Januari 2023.
Pasar yang direnovasi menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) 2022 itu kini kembali mendapat perhatian pemerintah setelah lama tidak dimanfaatkan.
Pemkab Mimika berencana mengisi 19 ruko dengan berbagai aktivitas perdagangan dan layanan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Distrik Mimika Timur Raymond Tanser mengatakan, Bupati Mimika Johannes Rettob telah meninjau langsung kondisi pasar dan mendorong agar fasilitas tersebut segera diaktifkan.
“Pak Bupati sudah turun langsung melihat pasar. Kami upayakan tahun ini pasar sudah mulai aktif,” kata Raymond saat ditemui di kantornya, Jumat 18 September 2026.
Raymond mengatakan, sejumlah OPD akan dilibatkan untuk menghidupkan aktivitas pasar, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta sektor peternakan. Pedagang lokal juga akan diberi ruang untuk membuka usaha di kawasan tersebut.
Namun, pemerintah masih menghadapi persoalan transportasi dan keamanan.
Raymond berharap Dinas Perhubungan dapat menyediakan kendaraan atau bus gratis untuk mengangkut nelayan dari kawasan sekitar sehingga mereka dapat menjual hasil tangkapan di Pasar Mapurujaya tanpa harus pergi ke kota.
“Harapannya ada bus atau kendaraan gratis untuk mengangkut nelayan supaya mereka bisa menjual hasil tangkapannya di sini dan tidak perlu ke kota,” ujarnya.
Keamanan juga menjadi perhatian karena sejumlah fasilitas pasar sebelumnya mengalami kerusakan. Pemerintah distrik berencana menyiapkan dukungan pengamanan agar pasar tidak kembali terbengkalai setelah diaktifkan.
“Kalau tidak ada pengamanan, pasar ini bisa hancur kembali,” kata Raymond.
Ia menambahkan, Disperindag telah membantu pengecatan dan pengadaan kembali sejumlah fasilitas yang sebelumnya hilang, termasuk mesin dan tandon air. Pemerintah distrik juga mulai melakukan pembersihan kawasan pasar.
Meski belum menetapkan tanggal pasti pembukaan kembali, Raymond memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan daerah dan mengupayakan pasar tersebut kembali berjalan tahun ini.
“Saya belum bisa kasih kepastian. Saya harus koordinasi dengan pimpinan saya juga. Saya upayakan tahun ini kita sudah harus berjalan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









