ADVERTISEMENT
Sabtu, November 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukum

Pansus Papua DPD RI Soroti Konflik dan Kemanusiaan, Filep Minta Pemerintah Bertindak Tegas

“Konflik yang terjadi di daerah masing-masing itu benar terjadi. Tokoh agama mengakui, lembaga masyarakat menyampaikan bahwa pengungsi benar terjadi, konflik bersenjata yang mengakibatkan warga sipil menjadi korban juga benar terjadi,” ujarnya.

18 September 2026
0
Pansus Papua DPD RI Soroti Konflik dan Kemanusiaan, Filep Minta Pemerintah Bertindak Tegas
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI menyoroti konflik, kekerasan, pengungsian, dan perlindungan masyarakat sipil di Tanah Papua.

Pansus mendorong pemerintah pusat mengambil langkah lebih tegas dan komprehensif untuk menangani persoalan yang dinilai terus berulang.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua I Pansus Papua DPD RI, Dr. Filep Wamafma, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan dialog bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta sejumlah pemangku kepentingan di Aula Pertemuan Kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Kabupaten Mimika, Kamis 17 September 2926.

Filep mengatakan, berbagai laporan masyarakat yang diterima Pansus menunjukkan persoalan keamanan dan kemanusiaan masih terjadi di sejumlah wilayah Papua.

Baca Juga

Semarak HKN ke-62 di Mimika, Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat hingga Cek Kesehatan Gratis

TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

Laporan tersebut berasal dari pemerintah daerah, DPR kabupaten dan provinsi, Majelis Rakyat Papua (MRP), lembaga masyarakat hingga Komnas HAM.

“Kehadiran kami di provinsi, baik di Papua Barat Daya dan sekarang Papua Tengah, berawal dari sejumlah pengaduan masyarakat melalui panitia khusus DPR kabupaten, provinsi, MRP, lembaga sosial kemasyarakatan, maupun laporan dari Komnas HAM,” kata Filep.

Ia menyebut data Komnas HAM yang dipaparkannya mencatat 42 peristiwa konflik sepanjang semester I 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan 59 orang meninggal dunia dan 50 lainnya terluka.

Dari korban meninggal, 43 orang disebut merupakan warga sipil, delapan anggota TNI-Polri, dan delapan anggota kelompok bersenjata.

Menurut Filep, data tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pola penanganan konflik, terutama untuk memastikan masyarakat sipil tidak terus menjadi korban.

“Konflik yang terjadi di daerah masing-masing itu benar terjadi. Tokoh agama mengakui, lembaga masyarakat menyampaikan bahwa pengungsi benar terjadi, konflik bersenjata yang mengakibatkan warga sipil menjadi korban juga benar terjadi,” ujarnya.

Dorong Investigasi dan Dialog

Filep mengatakan pemerintah pusat perlu mempertimbangkan sejumlah langkah untuk menangani konflik Papua, termasuk investigasi, rekonsiliasi, dan dialog.

Ia menilai penyelesaian konflik tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga perlu memperhatikan persoalan kemanusiaan dan trauma masyarakat yang telah berlangsung dalam waktu panjang.

“Pemerintah harus mengambil sikap tegas. Ini masalah kemanusiaan yang sangat serius dan harus ada tindakan tegas dari pemerintah,” kata Filep.

Bupati Mimika: Konflik Papua Tak Hanya Bersenjata

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan konflik di Papua memiliki persoalan yang kompleks. Menurut dia, konflik tidak hanya berbentuk konflik bersenjata, tetapi juga konflik horizontal, persoalan ekonomi, serta sengketa tapal batas yang berkaitan dengan sumber daya alam.

Rettob mencontohkan konflik antarmasyarakat yang kemudian memicu pengungsian ke Mimika. Persoalan yang terjadi di kampung, kata dia, dapat meluas hingga ke wilayah perkotaan.

“Jadi saya kira ini semua menjadi catatan kita. Karena kami pemerintah ingin membangun program yang kita jalankan dari kampung dan lainnya. Ini harapan masyarakat Papua. Tetapi kita juga tidak bisa membangun secara maksimal karena terjadi situasi-situasi seperti ini,” ujar Rettob.
Tujuh Perempuan Masih Dicari

Dalam forum tersebut, Rettob juga menyampaikan perkembangan kasus sembilan perempuan yang dilaporkan disandera dalam insiden di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026.

Dari sembilan perempuan tersebut, dua orang telah ditemukan. Sementara tujuh lainnya masih dalam pencarian dan menjadi perhatian pemerintah bersama pihak terkait.

“Dan kami saat ini sedang berjuang untuk mengembalikan semuanya dengan selamat. Saya mengharapkan persoalan ini bisa diselesaikan secara baik,” kata Rettob.

RDP tersebut menjadi forum bagi Pansus Papua DPD RI untuk menghimpun informasi langsung mengenai konflik dan persoalan kemanusiaan di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Masukan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan akan menjadi bahan Pansus dalam menyusun rekomendasi kepada pemerintah pusat. (*)

Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Semarak HKN ke-62 di Mimika, Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat hingga Cek Kesehatan Gratis

Semarak HKN ke-62 di Mimika, Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat hingga Cek Kesehatan Gratis

7 November 2026
Harlah ke-73, KPU Mimika Berbagi Santunan di Laskar Pelangi

Harlah ke-73, KPU Mimika Berbagi Santunan di Laskar Pelangi

6 November 2026
TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

6 November 2026
TPNPB Ultimatum Warga Pendatang di Tambrauw, Ancam Bunuh Jika Tak Tinggalkan Wilayah

TPNPB Ultimatum Warga Pendatang di Tambrauw, Ancam Bunuh Jika Tak Tinggalkan Wilayah

6 November 2026
Pria 45 Tahun Ditemukan Meninggal di Kuala Kencana, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Pria 45 Tahun Ditemukan Meninggal di Kuala Kencana, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

6 November 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Brigpol Ronald Enok

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Brigpol Ronald Enok

6 November 2026

POPULER

  • Mimika Catat 326 Kasus Baru HIV, Terbanyak pada Usia 20–24 Tahun

    Mimika Catat 326 Kasus Baru HIV, Terbanyak pada Usia 20–24 Tahun

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • 28 Ibu Hamil di Mimika Positif HIV, 24 Orang Telah Jalani Pengobatan ARV

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Sehari Setelah Jadi Tersangka, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • ASN Korban Penikaman di Ilaga Dievakuasi ke Timika, Pisau Masih Tertancap

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Bupati JR Tegaskan Hasil Profiling Jadi Pertimbangan Penempatan Jabatan ASN di Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Polisi Dalami Dugaan Motif Balas Dendam di Balik Penikaman ASN di Ilaga

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Pimpinan Kodap I Mamta Diamankan di Keerom, Polisi Temukan Senjata dan Puluhan Amunisi

Pimpinan Kodap I Mamta Diamankan di Keerom, Polisi Temukan Senjata dan Puluhan Amunisi

PW PMI Papua Tengah Dorong Masjid di Mimika Jadi Ruang Tumbuh Pemuda Muslim

PW PMI Papua Tengah Dorong Masjid di Mimika Jadi Ruang Tumbuh Pemuda Muslim

Satgas Damai Cartenz Buru Pelaku Penembakan Aris Sanda, Jenazah Dipulangkan ke Toraja

Satgas Damai Cartenz Buru Pelaku Penembakan Aris Sanda, Jenazah Dipulangkan ke Toraja

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id