TIMIKA, Koranpapua.id – Demerina Uamang (23), salah satu korban penculikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, akhirnya berhasil dievakuasi ke Timika setelah sekitar 20 hari bertahan di hutan dalam kondisi kekurangan makanan dan minuman.
Demerina ditemukan warga di Kampung Bela 1, Distrik Alama, pada 7 September 2026. Saat ditemukan, ia dalam kondisi lemah dan bersama seorang rekannya, Yosina, yang kemudian diketahui telah meninggal dunia.
“Adik Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun, sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo.
Demerina merupakan satu dari sembilan warga yang sebelumnya diculik pada 17 Agustus 2026. Setelah ditemukan warga, identitasnya kemudian dipastikan melalui proses investigasi dan identifikasi yang dilakukan aparat.
Menurut Yusuf, Demerina dan Yosina bertahan sekitar 20 hari dalam kondisi yang sangat berat. Warga Kampung Bela kemudian merawat Demerina hingga kondisinya memungkinkan untuk dievakuasi.
Upaya penjemputan sempat terkendala cuaca buruk. Selama beberapa hari, helikopter tidak dapat mencapai lokasi.
“Tadi pagi, Alhamdulillah, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi,” ujar Yusuf.
Demerina kemudian dievakuasi menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Operasi Damai Cartenz-2026. Ia tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT.
Setibanya di Timika, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.
Yusuf mengatakan Demerina masih mengalami syok sehingga belum dapat dimintai keterangan mengenai peristiwa yang dialaminya.
“Sementara adik Demerina belum dapat kita minta memberikan keterangan karena kondisinya memang sangat syok. Mungkin dia melihat bagaimana rekannya, adik Yosina, meninggal dunia di sampingnya,” katanya.
Yosina telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.
Sementara itu, tujuh korban lainnya yang masih selamat terus diupayakan untuk ditemukan dan dievakuasi.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan keselamatan korban menjadi prioritas dalam proses penyelamatan.
“Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat,” ujarnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta segera melaporkan kepada aparat jika mengetahui keberadaan korban lainnya. (Redaksi)






