TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyoroti rendahnya pemeriksaan kehamilan di Distrik Iwaka. Dari 188 ibu hamil yang tercatat, baru 85 orang yang telah memeriksakan kesehatan dan hanya 35 orang menjalani pemeriksaan sesuai standar.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes Mimika, Nelly Pangaribuan, dalam Seminar Kesehatan Reproduksi di Distrik Iwaka, Kamis 3 September 2026.
Nelly mengatakan rendahnya pemeriksaan dapat membuat tanda bahaya kehamilan maupun penyakit penyerta terlambat diketahui. Kondisi seperti hipertensi, diabetes, TBC, dan penyakit infeksi lainnya dapat meningkatkan risiko bagi ibu dan bayi.
“Kalau tanda bahaya tidak dikenali sejak awal, keputusan untuk mencari pertolongan juga bisa terlambat,” ujarnya.
Karena itu, Nelly meminta kehamilan direncanakan dan pemeriksaan dilakukan secara rutin sejak awal.
“Jangan sampai sudah hamil baru diketahui memiliki hipertensi atau penyakit lainnya. Kehamilan harus direncanakan,” tegasnya.
Sementara itu, dr. Leonard Pardede menekankan pencegahan kematian ibu dan bayi harus dimulai sebelum persalinan. Keluarga, terutama suami, perlu terlibat dalam memastikan ibu mendapatkan pemeriksaan dan kebutuhan selama kehamilan.
Keluarga juga diminta menyiapkan rencana persalinan melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), termasuk tempat persalinan, tenaga penolong, transportasi, biaya, dan calon pendonor darah.
“Kita tidak bisa mencegah semua risiko, tetapi kita bisa mencegah keterlambatan,” kata Leonard.
Seminar yang mengangkat tema “Peran Masyarakat dalam Mengenali Risiko Kehamilan dan Mencegah Kematian Ibu dan Anak” tersebut diikuti masyarakat, kader, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.
Dinkes Mimika berharap keterlibatan masyarakat dapat memperkuat deteksi dini sehingga ibu hamil berisiko bisa segera mendapatkan penanganan medis. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








