ADVERTISEMENT
Kamis, September 3, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

11 Ibu Meninggal di Mimika hingga Juni 2026, Dinkes Soroti Deteksi Risiko Kehamilan

“Bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau bidang kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

3 September 2026
0
11 Ibu Meninggal di Mimika hingga Juni 2026, Dinkes Soroti Deteksi Risiko Kehamilan

Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Carolina Heatubun. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Sebanyak 11 ibu meninggal di Kabupaten Mimika sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika meminta risiko kehamilan dideteksi lebih awal agar komplikasi tidak terlambat ditangani.

Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Carolina Heatubun, mengatakan angka tersebut menjadi peringatan bahwa pemeriksaan kehamilan tidak boleh dilakukan ketika kondisi ibu sudah memburuk.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Carolina dalam Seminar Kesehatan Reproduksi dan Peran Masyarakat dalam Mengenali Risiko Kehamilan serta Mencegah Kematian Ibu dan Bayi di Balai Distrik Iwaka, Kamis 3 September 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Seminar tersebut diikuti tujuh kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, perempuan, kader Posyandu, Penggerak PKK, serta unsur pelayanan kesehatan di Distrik Iwaka.

Baca Juga

502 Pencaker OAP Ikuti Pelatihan Kerja, Pemkab Mimika Dorong SDM Siap Bersaing

Puluhan Kasus Kusta Ditemukan di Mimika Baru, Merlyn: Penanganan Tak Bisa Hanya Andalkan Dinkes

Carolina mengatakan, 11 kematian ibu tersebut merupakan data yang dilaporkan puskesmas kepada Dinas Kesehatan. Jumlah itu masih mungkin bertambah karena terdapat kemungkinan kematian ibu yang belum terlaporkan.

“Bayangkan baru setengah tahun itu sudah ada 11 ibu. Ini yang baru terlaporkan. Kami tidak tahu mungkin ada lagi kematian di tempat-tempat lain,” kata Carolina.

Menurut Carolina, kematian ibu berkaitan dengan komplikasi maupun penyakit non-obstetri yang berhubungan dengan kondisi kehamilan. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak sebelum kehamilan, bukan ketika kondisi ibu sudah berat.

“Bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau bidang kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Di Distrik Iwaka, dari 188 ibu hamil yang menjadi sasaran, baru 85 orang atau 45,2 persen yang tercatat mengakses pelayanan kesehatan.

Sementara itu, ibu hamil yang telah mencapai kunjungan pemeriksaan kehamilan keenam baru 33 orang atau 17,6 persen. Padahal, pemeriksaan kehamilan dianjurkan dilakukan enam kali, termasuk dua kali pemeriksaan oleh dokter dan USG.

“Yang kami harapkan adalah 100 persen, semua ibu harus mengakses pelayanan kesehatan,” kata Carolina.

Dinas Kesehatan juga mencatat 25 ibu hamil di Iwaka memiliki faktor risiko 4T, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering hamil atau jarak kehamilan terlalu dekat, serta terlalu banyak anak.

Selain itu, 17 ibu hamil tercatat mengalami anemia dan 11 lainnya mengalami kekurangan energi kronis.

Carolina mengatakan deteksi dini penting agar kondisi tersebut segera ditangani. Pemeriksaan di Posyandu, termasuk pengukuran lingkar lengan atas (LILA), dapat membantu mendeteksi ibu yang mengalami kekurangan gizi.

Dinas Kesehatan juga telah membekali puskesmas dengan alat USG dan tenaga dokter yang terlatih. Fasilitas tersebut diharapkan membuat pemeriksaan kehamilan lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kalau di Posyandu dia hanya diperiksa, tetapi kalau ke Puskesmas dia akan diperiksa oleh dokter dan USG dua kali,” ujarnya.

Menurut Carolina, USG diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan kelainan atau komplikasi sejak dini. Dengan begitu, tenaga kesehatan memiliki waktu untuk melakukan penanganan atau rujukan jika diperlukan.

Ia meminta masyarakat tidak menunggu hingga perut ibu hamil membesar atau kondisi memburuk baru membawa mereka ke fasilitas kesehatan.

“Jadi sejak dini kita temukan, kita mencegah supaya jangan sampai terjadi komplikasi yang berat,” katanya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

502 Pencaker OAP Ikuti Pelatihan Kerja, Pemkab Mimika Dorong SDM Siap Bersaing

502 Pencaker OAP Ikuti Pelatihan Kerja, Pemkab Mimika Dorong SDM Siap Bersaing

3 September 2026
Puluhan Kasus Kusta Ditemukan di Mimika Baru, Merlyn: Penanganan Tak Bisa Hanya Andalkan Dinkes

Puluhan Kasus Kusta Ditemukan di Mimika Baru, Merlyn: Penanganan Tak Bisa Hanya Andalkan Dinkes

3 September 2026
Mobil Rental Penganiayaan Maut di Jalan Freeport Lama Ditemukan, Identitas Pelaku Dikantongi Polisi

Mobil Rental Penganiayaan Maut di Jalan Freeport Lama Ditemukan, Identitas Pelaku Dikantongi Polisi

3 September 2026
HUT ke-81 Kejaksaan, Kejari Mimika: Kepercayaan Publik Harus Dijaga

HUT ke-81 Kejaksaan, Kejari Mimika: Kepercayaan Publik Harus Dijaga

3 September 2026
Jembatan Miyoko Mulai Dibangun, Pemkab Mimika Dorong Pemerataan hingga Kampung

Jembatan Miyoko Mulai Dibangun, Pemkab Mimika Dorong Pemerataan hingga Kampung

3 September 2026
Satgas Pasgat Amankan Kunjungan Wabup dan Pertamina, SPBU Luban Segera Dibangun

Satgas Pasgat Amankan Kunjungan Wabup dan Pertamina, SPBU Luban Segera Dibangun

3 September 2026

POPULER

  • Rentetan Pembunuhan Kembali Hantui Mimika, YLBH Desak Polisi Bertindak, Kesbangpol Bergerak

    Rentetan Pembunuhan Kembali Hantui Mimika, YLBH Desak Polisi Bertindak, Kesbangpol Bergerak

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Dikejar Avanza Hitam, Pria Diserang Tiga Orang di Jalan Freeport Lama Timika

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Dua Pelajar Magang Tewas di Bengkel SP3 Timika, Polisi Selidiki Penyebabnya

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Terendus di Panti Asuhan, Begini Kronologi Penangkapan Mantan Bupati Minahasa Utara di Timika

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Mobil Terbakar di Ring Road Jayapura

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Penindakan di Yahukimo, Empat Diduga Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas, Enam Diamankan

Penindakan di Yahukimo, Empat Diduga Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas, Enam Diamankan

Satgas Pasgat Amankan Kunjungan Wabup dan Pertamina, SPBU Luban Segera Dibangun

Satgas Pasgat Amankan Kunjungan Wabup dan Pertamina, SPBU Luban Segera Dibangun

Jembatan Miyoko Mulai Dibangun, Pemkab Mimika Dorong Pemerataan hingga Kampung

Jembatan Miyoko Mulai Dibangun, Pemkab Mimika Dorong Pemerataan hingga Kampung

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id