Pegunungan Bintang, Koranpapua.id – Rencana pembangunan SPBU di Kampung Luban, Distrik Aboy, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, mulai mendapat kepastian.
Wakil Bupati Pegunungan Bintang Arnold Nam bersama pihak PT Pertamina meninjau langsung lokasi pembangunan, Kamis 3 September 2026.
Rombongan tiba di Bandara Luban menggunakan pesawat perintis PK-RKD milik PT AMA sekitar pukul 12.30 WIT. Kedatangan mereka disambut tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Kampung Luban dengan tarian adat.
Setelah penyambutan, rombongan pemerintah daerah dan Pertamina langsung meninjau lokasi yang direncanakan menjadi SPBU. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh bahan bakar sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Distrik Aboy dan sekitarnya.
Wakil Bupati Arnold Nam mengatakan pembangunan SPBU merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pemerintah bagi masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses bahan bakar.
“Kedatangan kami ke Kampung Luban ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk masyarakat di wilayah perbatasan. Pembangunan SPBU di sini bukan sekadar penyediaan bahan bakar, melainkan pintu gerbang peningkatan ekonomi, kemudahan mobilitas, dan percepatan pembangunan di Distrik Aboy dan sekitarnya,” kata Arnold.
Ia mengatakan aspirasi masyarakat telah disampaikan secara langsung dan pemerintah bersama PT Pertamina berkomitmen merealisasikan rencana pembangunan tersebut.
“Saya dengar langsung aspirasi masyarakat dan kami berkomitmen. Rencana pembangunan ini akan segera direalisasikan bersama PT Pertamina,” ujarnya.
Kepala Suku Kampung Luban Ustinus Duyala menyambut baik rencana tersebut. Menurut dia, kesulitan mendapatkan bahan bakar selama ini turut menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap pembangunan SPBU segera dilakukan sehingga masyarakat lebih mudah beraktivitas dan mengembangkan perekonomian kampung.
Sementara itu, Danpos Pasgat Aboy Letda Pas Faisol Amin F mengatakan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG turut memastikan kunjungan tersebut berjalan aman dan lancar.
“Tugas kami tidak hanya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga memastikan setiap langkah pembangunan yang datang ke masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.
Menurut Faisol, sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat diperlukan agar pembangunan dapat memberikan manfaat bagi warga. (Redaksi)










