ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Datangi DPRK Mimika, Mahasiswa Bawa 27 Tuntutan: HAM hingga Penolakan Investasi

Bagi mahasiswa, persoalan HAM, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, konflik, masyarakat adat, dan lingkungan bukanlah isu yang berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan dan, karena itu, menuntut penyelesaian yang menyeluruh.

31 Agustus 2026
0
Datangi DPRK Mimika, Mahasiswa Bawa 27 Tuntutan: HAM hingga Penolakan Investasi

Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Mimika (SMM) se-Indonesia menggelar aksi di halaman Kantor DPRK Mimika. Senin, 31 Agustus 2026. (foto: Hayun Nuhuyanan/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Mimika (SMM) se-Indonesia menggelar aksi di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Jalan Cenderawasih, SP2, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin, 31 Agustus 2026.

Mereka membawa 27 tuntutan, dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Tanah Papua menjadi sorotan utama.

Koordinator Umum Aksi, Maximus Wamenareyan, membacakan pernyataan sikap di hadapan sejumlah anggota DPRK Mimika yang dipimpin Ketua DPRK Primus Natikapereyau.

SMM mendesak pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Mimika menyelesaikan berbagai persoalan yang dinilai berkaitan dengan HAM, hak sipil dan politik, serta hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Papua.

Baca Juga

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Menurut mahasiswa, persoalan di Tanah Papua tidak berdiri sendiri. Konflik, pengangguran, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, persoalan tanah, eksploitasi sumber daya alam, hingga dugaan pelanggaran HAM dinilai saling berkaitan.

Kondisi Orang Asli Papua (OAP) di Mimika menjadi salah satu perhatian utama. SMM mendesak pemerintah membuka akses yang lebih luas bagi OAP terhadap lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi.

Mahasiswa juga meminta Dinas Tenaga Kerja bertanggung jawab atas tingginya angka pengangguran OAP di Timika. Mereka mendesak pemerintah memperjelas upah minimum sekaligus meningkatkan kesejahteraan buruh di Kabupaten Mimika.

Harga kebutuhan pokok juga masuk dalam daftar tuntutan. SMM meminta Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian memperketat pengawasan harga bahan pangan serta peredaran barang kedaluwarsa.

Di sektor pendidikan, mahasiswa mempertanyakan realisasi anggaran pendidikan. Mereka meminta Pemkab Mimika dan YPMAK tidak membatasi kuota beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa OAP.

SMM juga mendesak Pemkab Mimika berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk membangun kampus bertaraf internasional yang diperuntukkan bagi OAP di Mimika.

Mahasiswa menuntut pemerintah menjamin pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat. Mereka sekaligus menyatakan menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta pemerintah memprioritaskan pendidikan gratis di seluruh Tanah Papua.

Persoalan masyarakat adat dan pengelolaan sumber daya alam turut menjadi sorotan. SMM meminta pemerintah mengesahkan aturan yang memberikan perlindungan terhadap masyarakat adat dan pangan lokal, sekaligus menghentikan praktik yang dinilai merugikan masyarakat adat.

Mereka juga menolak perampasan tanah dan eksploitasi sumber daya alam. Pemerintah didesak melindungi hutan adat, hutan sagu, sungai, serta wilayah lain yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat adat.

Di wilayah pesisir, mahasiswa meminta pemerintah memantau kondisi nelayan lokal di Mimika. Aktivitas kapal-kapal besar juga diminta diatur agar tidak memasuki wilayah tangkap nelayan tradisional.

Terkait konflik di Mimika, SMM mendesak pemerintah menyelesaikan konflik horizontal dan memastikan keselamatan masyarakat sipil. Mereka juga meminta persoalan Kapiraya ditempatkan sebagai persoalan tapal batas wilayah, bukan diarahkan menjadi konflik politik maupun horizontal.

Isu keamanan menjadi salah satu tuntutan paling keras. SMM mendesak pemerintah mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM dan menghentikan kekerasan terhadap masyarakat sipil.

Mahasiswa juga meminta penarikan aparat militer organik dan nonorganik dari seluruh Tanah Papua serta penghentian diskriminasi dan kriminalisasi terhadap Orang Asli Papua.

Di tingkat nasional, SMM turut mendesak pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset dan aturan mengenai hukuman mati bagi koruptor. Mereka juga menyatakan menolak investasi di seluruh Tanah Papua.

Pada bagian akhir, mahasiswa membawa isu lingkungan dan krisis iklim. Pemerintah diminta mengambil langkah nyata mencegah kerusakan lingkungan dan memastikan sumber daya alam Papua tetap berkelanjutan.

Aksi itu sekaligus menjadi ujian bagi DPRK Mimika untuk memastikan 27 tuntutan mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen aspirasi. SMM meminta lembaga legislatif membawa tuntutan tersebut kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.

Bagi mahasiswa, persoalan HAM, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, konflik, masyarakat adat, dan lingkungan bukanlah isu yang berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan dan, karena itu, menuntut penyelesaian yang menyeluruh. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

24 Oktober 2026
Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

24 Oktober 2026
Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

24 Oktober 2026
Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

24 Oktober 2026
IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

24 Oktober 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026

POPULER

  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Pembunuhan Terus Terjadi, DPRK Mimika Siapkan Pertemuan dengan Bupati dan Aparat

Pembunuhan Terus Terjadi, DPRK Mimika Siapkan Pertemuan dengan Bupati dan Aparat

Terima 27 Tuntutan Mahasiswa, Ketua DPRK Mimika: Harus Jadi Kontrol Pemerintah

Terima 27 Tuntutan Mahasiswa, Ketua DPRK Mimika: Harus Jadi Kontrol Pemerintah

Bupati Mimika Kutuk Pembunuhan Dua Siswa, Siapkan Operasi Silent

Bupati Mimika Kutuk Pembunuhan Dua Siswa, Siapkan Operasi Silent

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id