ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 31, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Datangi DPRK Mimika, Mahasiswa Bawa 27 Tuntutan: HAM hingga Penolakan Investasi

Bagi mahasiswa, persoalan HAM, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, konflik, masyarakat adat, dan lingkungan bukanlah isu yang berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan dan, karena itu, menuntut penyelesaian yang menyeluruh.

31 Agustus 2026
0
Datangi DPRK Mimika, Mahasiswa Bawa 27 Tuntutan: HAM hingga Penolakan Investasi

Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Mimika (SMM) se-Indonesia menggelar aksi di halaman Kantor DPRK Mimika. Senin, 31 Agustus 2026. (foto: Hayun Nuhuyanan/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Mimika (SMM) se-Indonesia menggelar aksi di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Jalan Cenderawasih, SP2, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin, 31 Agustus 2026.

Mereka membawa 27 tuntutan, dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Tanah Papua menjadi sorotan utama.

ADVERTISEMENT

Koordinator Umum Aksi, Maximus Wamenareyan, membacakan pernyataan sikap di hadapan sejumlah anggota DPRK Mimika yang dipimpin Ketua DPRK Primus Natikapereyau.

Advertisement. Scroll to continue reading.

SMM mendesak pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Mimika menyelesaikan berbagai persoalan yang dinilai berkaitan dengan HAM, hak sipil dan politik, serta hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Papua.

Baca Juga

Dinilai Tim Kabupaten, Posyandu Anggrek Timika Jaya Unggulkan Pelayanan Kader

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembunuhan Tukang Ojek Inisial SK di Mimika

Menurut mahasiswa, persoalan di Tanah Papua tidak berdiri sendiri. Konflik, pengangguran, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, persoalan tanah, eksploitasi sumber daya alam, hingga dugaan pelanggaran HAM dinilai saling berkaitan.

Kondisi Orang Asli Papua (OAP) di Mimika menjadi salah satu perhatian utama. SMM mendesak pemerintah membuka akses yang lebih luas bagi OAP terhadap lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi.

Mahasiswa juga meminta Dinas Tenaga Kerja bertanggung jawab atas tingginya angka pengangguran OAP di Timika. Mereka mendesak pemerintah memperjelas upah minimum sekaligus meningkatkan kesejahteraan buruh di Kabupaten Mimika.

Harga kebutuhan pokok juga masuk dalam daftar tuntutan. SMM meminta Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian memperketat pengawasan harga bahan pangan serta peredaran barang kedaluwarsa.

Di sektor pendidikan, mahasiswa mempertanyakan realisasi anggaran pendidikan. Mereka meminta Pemkab Mimika dan YPMAK tidak membatasi kuota beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa OAP.

SMM juga mendesak Pemkab Mimika berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk membangun kampus bertaraf internasional yang diperuntukkan bagi OAP di Mimika.

Mahasiswa menuntut pemerintah menjamin pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat. Mereka sekaligus menyatakan menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta pemerintah memprioritaskan pendidikan gratis di seluruh Tanah Papua.

Persoalan masyarakat adat dan pengelolaan sumber daya alam turut menjadi sorotan. SMM meminta pemerintah mengesahkan aturan yang memberikan perlindungan terhadap masyarakat adat dan pangan lokal, sekaligus menghentikan praktik yang dinilai merugikan masyarakat adat.

Mereka juga menolak perampasan tanah dan eksploitasi sumber daya alam. Pemerintah didesak melindungi hutan adat, hutan sagu, sungai, serta wilayah lain yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat adat.

Di wilayah pesisir, mahasiswa meminta pemerintah memantau kondisi nelayan lokal di Mimika. Aktivitas kapal-kapal besar juga diminta diatur agar tidak memasuki wilayah tangkap nelayan tradisional.

Terkait konflik di Mimika, SMM mendesak pemerintah menyelesaikan konflik horizontal dan memastikan keselamatan masyarakat sipil. Mereka juga meminta persoalan Kapiraya ditempatkan sebagai persoalan tapal batas wilayah, bukan diarahkan menjadi konflik politik maupun horizontal.

Isu keamanan menjadi salah satu tuntutan paling keras. SMM mendesak pemerintah mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM dan menghentikan kekerasan terhadap masyarakat sipil.

Mahasiswa juga meminta penarikan aparat militer organik dan nonorganik dari seluruh Tanah Papua serta penghentian diskriminasi dan kriminalisasi terhadap Orang Asli Papua.

Di tingkat nasional, SMM turut mendesak pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset dan aturan mengenai hukuman mati bagi koruptor. Mereka juga menyatakan menolak investasi di seluruh Tanah Papua.

Pada bagian akhir, mahasiswa membawa isu lingkungan dan krisis iklim. Pemerintah diminta mengambil langkah nyata mencegah kerusakan lingkungan dan memastikan sumber daya alam Papua tetap berkelanjutan.

Aksi itu sekaligus menjadi ujian bagi DPRK Mimika untuk memastikan 27 tuntutan mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen aspirasi. SMM meminta lembaga legislatif membawa tuntutan tersebut kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.

Bagi mahasiswa, persoalan HAM, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, konflik, masyarakat adat, dan lingkungan bukanlah isu yang berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan dan, karena itu, menuntut penyelesaian yang menyeluruh. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Realisasi Anggaran Mimika Baru 37 Persen, Bupati Rettob Ancam Pangkas Kegiatan OPD

Realisasi Anggaran Mimika Baru 37 Persen, Bupati Rettob Ancam Pangkas Kegiatan OPD

31 Agustus 2026
Dinilai Tim Kabupaten, Posyandu Anggrek Timika Jaya Unggulkan Pelayanan Kader

Dinilai Tim Kabupaten, Posyandu Anggrek Timika Jaya Unggulkan Pelayanan Kader

31 Agustus 2026
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembunuhan Tukang Ojek Inisial SK di Mimika

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembunuhan Tukang Ojek Inisial SK di Mimika

31 Agustus 2026
Tanpa Pemilik, 212 Liter Miras Lokal Disita dari KM Sirimau di Pelabuhan Pomako

Tanpa Pemilik, 212 Liter Miras Lokal Disita dari KM Sirimau di Pelabuhan Pomako

31 Agustus 2026
Dua Demo Digelar Bersamaan di DPRK Mimika, Polisi Kerahkan 150 Personel dan 2 Pleton Brimob

Dua Demo Digelar Bersamaan di DPRK Mimika, Polisi Kerahkan 150 Personel dan 2 Pleton Brimob

31 Agustus 2026
Bayi Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Komba Jayapura, Polisi Selidiki

Bayi Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Komba Jayapura, Polisi Selidiki

31 Agustus 2026

POPULER

  • Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dua Pelajar Magang Tewas di Bengkel SP3 Timika, Polisi Selidiki Penyebabnya

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    649 shares
    Bagikan 260 Tweet 162
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    620 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Pembunuhan Terus Terjadi, DPRK Mimika Siapkan Pertemuan dengan Bupati dan Aparat

Pembunuhan Terus Terjadi, DPRK Mimika Siapkan Pertemuan dengan Bupati dan Aparat

Terima 27 Tuntutan Mahasiswa, Ketua DPRK Mimika: Harus Jadi Kontrol Pemerintah

Terima 27 Tuntutan Mahasiswa, Ketua DPRK Mimika: Harus Jadi Kontrol Pemerintah

Bupati Mimika Kutuk Pembunuhan Dua Siswa, Siapkan Operasi Silent

Bupati Mimika Kutuk Pembunuhan Dua Siswa, Siapkan Operasi Silent

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id