TIMIKA, Koranpapua.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika berencana duduk bersama Bupati Mimika, dan aparat keamanan untuk membahas maraknya kasus pembunuhan yang terjadi di daerah itu.
Rencana tersebut disampaikan Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau setelah menerima 27 poin tuntutan yang disampaikan Solidaritas Mahasiswa Mimika (SMM) se-Indonesia dalam aksi di halaman Kantor DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih, SP2, Senin 31 Agustus 2026.
“Besok saya akan duduk bersama dengan Bupati, Kapolres, Dandim, dan semua yang punya kepentingan di sini, supaya hal ini kita hentikan. Tidak boleh lagi terjadi hal-hal seperti ini,” kata Primus.
Primus mengatakan pembunuhan yang terus terjadi menjadi persoalan serius yang harus segera dihentikan. Ia menyayangkan kondisi tersebut terjadi di tengah keberadaan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan dukungan anggaran yang besar.
“Sangat disayangkan pemerintah di kabupaten yang begitu banyak, TNI-Polri atau keamanan yang begitu banyak, anggaran yang besar, tapi kita melihat juga pembunuhan terjadi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kekerasan yang terjadi antarsesama orang Papua. Menurut Primus, persoalan tersebut harus dilihat sebagai masalah bersama, bukan hanya menyalahkan pihak dari luar.
“Hari ini kita Papua dengan Papua saling membunuh. Kita menyatakan bahwa orang dari luar membunuh kita, tetapi hari ini kita secara tidak sadar bahwa kita saling membunuh,” katanya.
Ia berharap pertemuan bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan dapat menghasilkan langkah nyata untuk menghentikan berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di Mimika. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru
untuk membaca mengenai berita aksi demostrasi mahasiswaa, dapat dibaca disini










