TIMIKA, Koranpapua.id – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menetapkan pengurus lama Kelompok Kerja (Pokja) di SP2 Jalur 5, Distrik Mimika Baru, tetap menjalankan program setelah belum tercapai kesepakatan mengenai pembentukan kepengurusan baru.
Keputusan tersebut diambil YPMAK setelah melakukan sosialisasi sekaligus evaluasi program Pokja di wilayah perkotaan, khususnya SP2 Jalur 5, Jumat 28 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian terakhir dari rangkaian sosialisasi dan evaluasi terhadap 15 Pokja di wilayah Higland Kota Timika.
Kepala Divisi Program Sosial dan Ekonomi YPMAK, Oktavianus Jangkup, mengatakan pihaknya bersama pengurus lama telah berupaya mencari titik temu terkait dinamika kepengurusan.
Namun, hingga kegiatan berlangsung, belum tercapai kesepakatan untuk membentuk kepengurusan baru.
“Karena tidak menemukan titik temu, kami dari YPMAK mengambil langkah untuk menetapkan pengurus lama tetap menjalankan program,” kata Oktavianus.
Meski demikian, YPMAK meminta pengurus lama tidak hanya menjalankan kegiatan rutin, seperti pembersihan lingkungan, tetapi mulai mengembangkan program yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Oktavianus, kegiatan tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk usaha kelompok, antara lain peternakan babi, berkebun, hingga budidaya ikan.
Pengembangan ekonomi kelompok dinilai penting karena masyarakat yang tinggal di kawasan SP2 Jalur 1 hingga Jalur 5 memiliki latar belakang yang beragam, termasuk masyarakat Amungme dan Kamoro.
“Kami berharap ada kegiatan yang bersifat berkelompok sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari program yang ada,” ujarnya.
Oktavianus mengakui, proses evaluasi juga menemukan sejumlah dinamika internal, termasuk persoalan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan yang belum disampaikan secara optimal.
Menurut dia, persoalan keterlambatan LPJ tidak hanya terjadi pada satu Pokja. Dalam pelaksanaannya, terdapat pengurus yang serius menjalankan program, sementara sebagian lainnya memiliki pekerjaan atau aktivitas lain sehingga belum dapat fokus mengelola kegiatan.
“Memang ada yang berharap program ini dikelola oleh anak-anak muda atau orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan sehingga bisa lebih fokus,” katanya.
Selain itu, sebagian anggota juga menginginkan adanya penyegaran dalam kepengurusan. Sempat muncul usulan agar pengurus lama dan kelompok yang menginginkan kepengurusan baru membentuk kelompok masing-masing.
Namun, karena belum tercapai kesepakatan, YPMAK memutuskan pengurus lama tetap menjalankan Pokja di wilayah SP2 untuk sementara.
Pengurus juga diminta memperbaiki tata kelola serta mengembangkan kegiatan yang lebih produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Adapun pengurus Pokja wilayah SP2 yang kembali menjalankan program yakni Yohanes Mamungkam, Sonny Tsenawatme, dan Kaspar Pinimet. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










