TIMIKA, Koranpapua.id – Upaya warga Kelurahan Wanagon, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, mengubah lokasi yang sebelumnya menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar menjadi taman bunga dan spot foto mendapat apresiasi dari pemerintah distrik.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, S.STP., mengatakan langkah yang dilakukan Ketua RT 04 bersama masyarakat Wanagon bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi menjadi contoh nyata bahwa persoalan sampah dapat diatasi dari tingkat paling bawah.
Hal tersebut disampaikan Merlyn kepada wartawan koranpapua.id melalui sambungan WhatsApp, Kamis 13 Agustus 2026.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Ketua RT 04 bersama masyarakat Wanagon yang mengubah titik yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah liar menjadi taman bunga dan spot foto yang instagramable,” kata Merlyn.
Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa RT tidak boleh hanya berperan dalam urusan administrasi tetapi juga harus mampu menjadi penggerak dan pengelola lingkungan di wilayah masing-masing.
“Ini bukan sekadar mempercantik lingkungan. Ini contoh bahwa persoalan sampah bisa diselesaikan mulai dari lingkungan terkecil ketika RT mampu menggerakkan dan mengorganisir warganya,” tegasnya.
RT Diminta Jadi Penggerak Lingkungan
Merlyn menilai persoalan kebersihan kota tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat agar lingkungan tetap bersih secara berkelanjutan.
Ia menegaskan pemerintah tetap memiliki tanggung jawab dalam menyediakan sistem, sarana dan pelayanan persampahan yang baik. Namun, masyarakat juga harus mengambil peran menjaga lingkungan dari tingkat RT.
“Perubahan perilaku masyarakat harus tumbuh dari bawah. RT 04 Wanagon menunjukkan bahwa ketika warga merasa memiliki lingkungannya, tempat yang tadinya menjadi persoalan justru bisa diubah menjadi ruang yang memberi manfaat,” ujarnya.
Menurut Merlyn, gerakan warga Wanagon tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi RT lainnya di Distrik Mimika Baru.
Pemerintah mendukung dan memfasilitasi, RT menggerakkan, sementara masyarakat mengambil bagian.
Dari Masalah Sampah Menjadi Ruang Publik
Transformasi lokasi pembuangan sampah liar menjadi taman bunga dinilai memiliki pesan penting. Persoalan lingkungan tidak selalu harus menunggu program besar dari pemerintah.
Inisiatif sederhana dari tingkat RT, apabila didukung dan dilakukan secara konsisten oleh masyarakat, dapat mengubah wajah lingkungan sekaligus mencegah munculnya kembali titik-titik pembuangan sampah liar.
“Kalau setiap RT menjaga lingkungannya, kita tidak hanya membersihkan sampah, kita sedang membangun budaya baru menjaga kota bersama-sama,” pungkas Merlyn.
Langkah RT 04 Wanagon kini menjadi contoh bahwa lokasi yang sebelumnya identik dengan sampah dan persoalan lingkungan dapat disulap menjadi ruang yang lebih bersih, indah dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen Moru










