TIMIKA, Koranpapua.id– Rasa penasaran dan tekanan teman sebaya dinilai menjadi salah satu pintu masuk pelajar ke penyalahgunaan narkoba. Pelajar di Mimika pun diminta berani menolak tawaran narkoba dan tidak mudah terbawa lingkungan pergaulan.
Pesan itu mengemuka dalam Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi pelajar SMA/SMK dan mahasiswa se-Kabupaten Mimika, Jumat 2 Oktober 2026.
Siswa SMA Negeri 1 Timika, Samuel Davis Batsira, mengatakan masa remaja merupakan fase dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Kondisi itu dapat membuat pelajar tertarik mencoba sesuatu yang dianggap baru atau keren.
“Hal yang membuka mata saya, saya sadar kalau narkoba itu merusak masa depan secara nyata, bukan cuma teori di buku,” ujar Samuel.
Menurut Samuel, persoalan keluarga, tekanan sekolah, dan masalah pribadi juga dapat mendorong pelajar mengambil keputusan yang keliru. Karena itu, remaja perlu mengisi waktu dengan kegiatan positif serta berani menolak ajakan menggunakan narkoba.
Ia juga meminta pelajar tidak langsung menghakimi teman yang mengalami perubahan perilaku.
“Kalau melihat teman berubah, jangan langsung dicurigai. Cari tahu dulu kebenarannya. Kalau memang ada hal yang mencurigakan, kita bisa menyampaikannya kepada guru BK,” katanya.
Guru pendamping SMAN 1 Timika, Ika Mundiyakin, mengatakan sekolah menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, hingga transaksi melalui ruang digital perlu diwaspadai.
Selain narkotika, sekolah juga mengantisipasi penyalahgunaan obat-obatan keras tanpa resep, lem adiktif, dan tembakau sintetis.
SMAN 1 Timika bekerja sama dengan BNN Kabupaten Mimika dan kepolisian melalui penyuluhan dan edukasi. Pengawasan juga dilakukan melalui pemeriksaan barang bawaan siswa serta penguatan peran guru BK.
Setelah sosialisasi P4GN, sekolah akan membentuk Kader Duta Anti Narkoba dari siswa dan pengurus OSIS. Kader ini diharapkan menjadi pendidik sebaya dan membantu membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dari penyalahgunaan narkoba.
Sekolah juga akan memperkuat komunikasi dengan orang tua agar pencegahan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi berlanjut di keluarga dan lingkungan pergaulan.(*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









