PUNCAK, Koranpapua.id– Jajaran kepolisian Polres Puncak memastikan terdapat 13 gedung kantor pemerintah di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah yang rusak dan dibakar massa pada Selasa malam 11 Agustus 2026.
Jumlah ini bertambah enam gedung kantor pemerintah yang dilalap api, setelah sebelumnya diberitakan hanya tujuh gedung kantor yang dibakar.
Seperti diketahui bahwa, aksi anarkis massa tersebut diduga kuat dipicu oleh ketidakpuasan warga terkait penyaluran Dana Desa (DD).
Kapolres Puncak, AKBP Domingos Ximenes, mengonfirmasi peristiwa yang sempat membuat situasi di lokasi mencekam. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pembakaran massal tersebut.
Menurutnya, setelah dilakukan pendataan dan pengecekan lapangan, mendapatkan tiga kantor terbakar habis, delapan kantor terbakar sebagian dan tiga kantor dirusak.
“Kantor yang terbakar habis adalah Kantor Dinas Kesehatan, gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kantor DPRD,” ujar Domingos seperti dilansir, Kamis 13 Agustus 2026.
Bupati Puncak, Elvis Tabuni, mengungkapkan bahwa aksi perusakan spontan tersebut dilatari oleh ketidakpuasan masyarakat usai mendengar penjelasan mengenai alokasi Dana Desa.
“Ada efisiensi anggaran untuk dana tersebut, dan masyarakat belum memahaminya. Hal ini memicu mereka menggelar unjuk rasa yang berujung pada pembakaran kantor-kantor pemerintah,” jelas Elvis.
Meski belasan bangunan rusak parah, Elvis memastikan bahwa situasi dan kondisi di Kabupaten Puncak saat ini sudah kembali aman dan terkendali.
Pemerintah Kabupaten Puncak telah bergerak cepat menggelar rapat koordinasi dengan aparat keamanan gabungan. (Redaksi)








