DOGIYAI, Koranpapua.id– Aksi kekerasan kembali terjadi di jalur Trans Nabire–Paniai, Sabtu 8 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIT.
Seorang sopir taksi, Wandi Nur (29) menjadi korban pembacokan oleh dua Orang Tidak Dikenal (OTK) saat melintas di depan Gereja Katolik Imakulata, Kampung Kimipugi, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
Serangan mendadak tersebut membuat Wandi mengalami luka terbuka serius di bagian samping kiri kepala. Korban harus mendapatkan 12 jahitan, selain mengalami luka lecet pada tangan kiri.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, sebelum kejadian Wandi baru saja mengantar lima penumpang dari Kabupaten Nabire menuju wilayah Mapia dan Kampung Kali Kasuari.
Setelah seluruh penumpang turun, Wandi melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Deiyai. Namun, setibanya di depan Gereja Katolik Imakulata Moanemani, ia menghentikan kendaraannya.
Wandi kemudian turun dan menyeberangi jalan untuk menanyakan kondisi jalur menuju Deiyai kepada seorang sopir truk yang berada tidak jauh dari lokasi.
Saat itulah situasi berubah mencekam.
Ketika sedang berjalan, dua orang tak dikenal tiba-tiba muncul dari arah belakang menggunakan sepeda motor. Salah seorang pelaku kemudian mengayunkan parang ke arah Wandi.
Tebasan tersebut mengenai bagian samping kiri kepala korban.
Usai melakukan penyerangan, kedua pelaku langsung tancap gas dan melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Kampung Ekimanadi.
Dalam kondisi terluka, Wandi kemudian mencari pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat keamanan.
Petugas yang menerima laporan segera mengamankan korban dan membawanya ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah mendapat perawatan, Wandi kemudian dibawa ke Polres Dogiyai untuk memastikan keselamatannya sekaligus menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bacok pada bagian belakang samping kiri kepala dengan luka terbuka yang membutuhkan 12 jahitan. Korban juga mengalami luka lecet pada tangan kiri.
Di hadapan petugas, Wandi mengaku tidak mengenal kedua pelaku. Ia juga menyatakan tidak pernah memiliki persoalan dengan orang yang menyerangnya.
Karena itu, alasan di balik aksi pembacokan tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Polisi Kejar Pelaku
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua pelaku sekaligus mendalami motif penyerangan.
Wandi saat ini masih berada dalam pengamanan Polres Dogiyai untuk menjalani pemeriksaan dan pemulihan kondisi setelah serangan tersebut.
Sementara situasi di sekitar lokasi kejadian terus dipantau aparat keamanan guna mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun aksi lanjutan.
Polisi mengimbau masyarakat yang melintas di jalur Trans Nabire, Paniai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan perjalanan pada waktu rawan.
Masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat keamanan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di sepanjang jalur tersebut.
Identitas pelaku, motif pembacokan, dan apakah aksi tersebut merupakan serangan acak atau memiliki tujuan tertentu masih menjadi fokus penyelidikan polisi. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








