ADVERTISEMENT
Senin, September 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

“Di antaranya, dodol matoa, selai, stik buah, sambal matoa, kacang dari biji matoa, teh antioksidan dari kulit matoa, hingga es krim matoa berbasis susu”. 

9 Agustus 2026
0
Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

Luthfi Aqil Muyassar, Muhammad Irsyad Setiyawan, Mhd Zamal Nasution, SSi MSc PhD, Fira Adila Puteri, Muhammad Benoit Hakeem Al Riso, Muhammad Iqbal Fathoni dalam kelompok 12 TEP melakukan pengabdian masyarakat. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI, Koranpapua.id– Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya kini hadir ke wilayah transmigrasi di Papua Barat, dengan membawa inovasi pemanfaatan buah Matoa. 

Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan tajuk Hilirisasi Komoditas Matoa Prafi: Transformasi Kawasan Melalui Ekosistem Ekonomi Terpadu.

ADVERTISEMENT

TEP kelompok 12 dipimpin oleh Mhd Zamal Nasution, SSi MSc PhD dengan anggota Luthfi Aqil Muyassar, Muhammad Irsyad Setiyawan, Fira Adila Puteri, Muhammad Benoit Hakeem Al Riso, dan Muhammad Iqbal Fathoni. 

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka akan melakukan misi pengabdian masyarakat selama empat bulan dari Agustus – November 2026, di Kawasan Prafi, Manokwari, Papua Barat.

Baca Juga

18 Koordinator KONI Distrik Dibentuk, Merlyn Dorong Pembinaan Atlet Mimika hingga Kampung

Perahu Ketinting Tenggelam di Muara Betcbamu Asmat, 7 Penumpang Masih Dicari

Inovasi Produk Berbasis Matoa 

Zamal mengatakan, Prafi memiliki potensi sumber daya alam besar, seperti padi, hortikultura, dan perkebunan. Selain itu komoditas lokal seperti buah Matoa juga tumbuh melimpah, apalagi pada musim panen. 

Namun sayangnya, selama ini masyarakat setempat kurang memanfaatkannya, dan mereka hanya menjual dalam bentuk buah segar. 

Sehingga, nilai tambahnya masih rendah dan seringkali langsung menebang pohon Matoa ketika panen tiba. 

“Berangkat dari alasan tersebut, kami ingin mengajarkan kepada mereka cara lain menikmati buah Matoa dan disulap menjadi produk lainnya,” ujar Zamal seperti dikutip Minggu 9 Agustus 2026. 

Di antaranya, dodol matoa, selai, stik buah, sambal matoa, kacang dari biji matoa, teh antioksidan dari kulit matoa, hingga es krim matoa berbasis susu. 

Produk-produk ini juga berpotensi menjadi menu pendamping Program Makan Bergizi (MBG). 

Enam produk dari buah Matoa tersebut memanfaatkan seluruh bagian dari pohon Matoa, kecuali kayu dan daunnya. 

“Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ketika panen tiba itu dipetik, bukan malah langsung ditebang,” tambah Zamal. 

Kemudian, mereka juga akan melakukan pemberdayaan kepada kelompok UMKM, khususnya perempuan pekerja yang menjadi tumpuan hidup keluarganya. Sehingga, nantinya Prafi memiliki ekosistem yang terdapat demand dan supply. 

“Jadi ketika UMKM berkembang, harapannya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi para perempuan dan anak-anak muda juga di sana,” ujar Zamal. 

Bangga Produk Lokal 

Tantangan terbesar bukanlah teknologi, melainkan membangun kepercayaan masyarakat. 

“Setiap daerah memiliki karakter sosial, budaya, dan pengalaman yang berbeda terhadap berbagai program pembangunan. Karena itu, pendekatan kami adalah mendengarkan sebelum menawarkan solusi,” tutur Zamal. 

Hal tersebut tercapaikan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. 

Harapannya melalui program ini dapat memiliki dampak jangka panjang. “Kami ingin masyarakat Prafi semakin bangga terhadap potensi yang mereka miliki, terutama matoa sebagai buah asli Papua,” katanya. 

“Kemudian, kami juga merencanakan pemasaran yang akan diarahkan melalui toko-toko souvenir di Manokwari, platform digital, dan jejaring sepuluh perguruan tinggi peserta Tim Ekspedisi Patriot, sehingga produk lokal memiliki akses pasar yang lebih besar,” lanjut Zamal.

Terlaksananya program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yang meliputi SDG 12: Responsible Consumption and Production, SDG 1: No Poverty, SDG 5: Gender Equality, SDG 8: Decent Work and Economic Growth, dan SDG 15: Life on Land. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Perahu Ketinting Tenggelam di Muara Betcbamu Asmat, 7 Penumpang Masih Dicari

18 Koordinator KONI Distrik Dibentuk, Merlyn Dorong Pembinaan Atlet Mimika hingga Kampung

6 September 2026
Perahu Ketinting Tenggelam di Muara Betcbamu Asmat, 7 Penumpang Masih Dicari

Perahu Ketinting Tenggelam di Muara Betcbamu Asmat, 7 Penumpang Masih Dicari

6 September 2026
Perahu Ketinting Tenggelam di Muara Betcbamu Asmat, 7 Penumpang Masih Dicari

Dang dan Newegalen Buka Jalan Damai, Kapolres Mimika Minta Senjata Dimusnahkan

6 September 2026
Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

Satgas Pasgat Belanja Hasil Bumi Warga Nduga, Dorong Ekonomi Lokal

5 September 2026
Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

5 September 2026
Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

5 September 2026

POPULER

  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Rentetan Pembunuhan Kembali Hantui Mimika, YLBH Desak Polisi Bertindak, Kesbangpol Bergerak

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Dikejar Avanza Hitam, Pria Diserang Tiga Orang di Jalan Freeport Lama Timika

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Terendus di Panti Asuhan, Begini Kronologi Penangkapan Mantan Bupati Minahasa Utara di Timika

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • 2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Dana Pembangunan TK Fajar Baru Muare Mimika Disorot, Bendahara dan Kepala Sekolah Beda Keterangan

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Mobil Terbakar di Ring Road Jayapura

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
Next Post
666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id