ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 9, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

“Di antaranya, dodol matoa, selai, stik buah, sambal matoa, kacang dari biji matoa, teh antioksidan dari kulit matoa, hingga es krim matoa berbasis susu”. 

9 Agustus 2026
0
Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

Luthfi Aqil Muyassar, Muhammad Irsyad Setiyawan, Mhd Zamal Nasution, SSi MSc PhD, Fira Adila Puteri, Muhammad Benoit Hakeem Al Riso, Muhammad Iqbal Fathoni dalam kelompok 12 TEP melakukan pengabdian masyarakat. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI, Koranpapua.id– Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya kini hadir ke wilayah transmigrasi di Papua Barat, dengan membawa inovasi pemanfaatan buah Matoa. 

Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan tajuk Hilirisasi Komoditas Matoa Prafi: Transformasi Kawasan Melalui Ekosistem Ekonomi Terpadu.

ADVERTISEMENT

TEP kelompok 12 dipimpin oleh Mhd Zamal Nasution, SSi MSc PhD dengan anggota Luthfi Aqil Muyassar, Muhammad Irsyad Setiyawan, Fira Adila Puteri, Muhammad Benoit Hakeem Al Riso, dan Muhammad Iqbal Fathoni. 

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka akan melakukan misi pengabdian masyarakat selama empat bulan dari Agustus – November 2026, di Kawasan Prafi, Manokwari, Papua Barat.

Baca Juga

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

Pembangunan Papua Tidak Semata Agenda Wilayah Tertinggal, tetapi Menjadi Pertumbuhan Baru Indonesia di Kawasan Pasifik 

Inovasi Produk Berbasis Matoa 

Zamal mengatakan, Prafi memiliki potensi sumber daya alam besar, seperti padi, hortikultura, dan perkebunan. Selain itu komoditas lokal seperti buah Matoa juga tumbuh melimpah, apalagi pada musim panen. 

Namun sayangnya, selama ini masyarakat setempat kurang memanfaatkannya, dan mereka hanya menjual dalam bentuk buah segar. 

Sehingga, nilai tambahnya masih rendah dan seringkali langsung menebang pohon Matoa ketika panen tiba. 

“Berangkat dari alasan tersebut, kami ingin mengajarkan kepada mereka cara lain menikmati buah Matoa dan disulap menjadi produk lainnya,” ujar Zamal seperti dikutip Minggu 9 Agustus 2026. 

Di antaranya, dodol matoa, selai, stik buah, sambal matoa, kacang dari biji matoa, teh antioksidan dari kulit matoa, hingga es krim matoa berbasis susu. 

Produk-produk ini juga berpotensi menjadi menu pendamping Program Makan Bergizi (MBG). 

Enam produk dari buah Matoa tersebut memanfaatkan seluruh bagian dari pohon Matoa, kecuali kayu dan daunnya. 

“Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ketika panen tiba itu dipetik, bukan malah langsung ditebang,” tambah Zamal. 

Kemudian, mereka juga akan melakukan pemberdayaan kepada kelompok UMKM, khususnya perempuan pekerja yang menjadi tumpuan hidup keluarganya. Sehingga, nantinya Prafi memiliki ekosistem yang terdapat demand dan supply. 

“Jadi ketika UMKM berkembang, harapannya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi para perempuan dan anak-anak muda juga di sana,” ujar Zamal. 

Bangga Produk Lokal 

Tantangan terbesar bukanlah teknologi, melainkan membangun kepercayaan masyarakat. 

“Setiap daerah memiliki karakter sosial, budaya, dan pengalaman yang berbeda terhadap berbagai program pembangunan. Karena itu, pendekatan kami adalah mendengarkan sebelum menawarkan solusi,” tutur Zamal. 

Hal tersebut tercapaikan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. 

Harapannya melalui program ini dapat memiliki dampak jangka panjang. “Kami ingin masyarakat Prafi semakin bangga terhadap potensi yang mereka miliki, terutama matoa sebagai buah asli Papua,” katanya. 

“Kemudian, kami juga merencanakan pemasaran yang akan diarahkan melalui toko-toko souvenir di Manokwari, platform digital, dan jejaring sepuluh perguruan tinggi peserta Tim Ekspedisi Patriot, sehingga produk lokal memiliki akses pasar yang lebih besar,” lanjut Zamal.

Terlaksananya program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yang meliputi SDG 12: Responsible Consumption and Production, SDG 1: No Poverty, SDG 5: Gender Equality, SDG 8: Decent Work and Economic Growth, dan SDG 15: Life on Land. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

9 Agustus 2026
Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

9 Agustus 2026
Pembangunan Papua Tidak Semata Agenda Wilayah Tertinggal, tetapi Menjadi Pertumbuhan Baru Indonesia di Kawasan Pasifik 

Pembangunan Papua Tidak Semata Agenda Wilayah Tertinggal, tetapi Menjadi Pertumbuhan Baru Indonesia di Kawasan Pasifik 

9 Agustus 2026
Masuk Top 10 Karisma Event Nusantara 2026, Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Masuk Top 10 Karisma Event Nusantara 2026, Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

9 Agustus 2026
Sopir Taksi Dibacok OTK di Jalur Trans Nabire–Paniai, Kepala Dijahit 12 Kali

Sopir Taksi Dibacok OTK di Jalur Trans Nabire–Paniai, Kepala Dijahit 12 Kali

9 Agustus 2026
Satgas Pasgat Kembali Gagalkan 725 Gram Ganja di Kargo Bandara Sentani

Satgas Pasgat Kembali Gagalkan 725 Gram Ganja di Kargo Bandara Sentani

9 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    664 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id