TIMIKA, Koranpapua.id – Perburuan terhadap seorang buronan kasus kekerasan bersenjata di Kabupaten Mimika kembali memanas.
Satgas Gabungan Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole dilaporkan melumpuhkan seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial GW di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat 7 Agustus 2026.
GW disebut aparat sebagai pimpinan salah satu kelompok kriminal bersenjata yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi penembakan di wilayah Mimika.
Penindakan terhadap GW dilakukan di kawasan dengan kondisi medan yang sulit, berupa perbukitan dan jurang. Aparat menyebut tindakan tersebut dilakukan secara tegas dan terukur dalam upaya menangkap target yang telah lama menjadi buronan.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, membenarkan adanya penindakan tersebut.
Menurut Yusuf, GW mengalami luka setelah dilakukan tindakan oleh personel gab ungan. Namun, sebelum berhasil diamankan, GW disebut telah dievakuasi oleh anggota kelompoknya menuju kawasan hutan.
“GW mengalami luka pada bagian tubuhnya dan dilarikan oleh anggota kelompoknya menuju kawasan hutan. Personel saat ini terus memantau perkembangan situasi di sekitar lokasi,” ujar Yusuf dalam keterangan tertulis, Minggu 9 Agustus 2026.
Dikaitkan dengan Dua Kasus Penembakan
Nama GW tercatat dalam daftar buronan aparat terkait sejumlah kasus kekerasan bersenjata di Mimika.
Salah satu kasus yang dikaitkan dengan GW terjadi pada 14 November 2017. Saat itu, GW bersama kelompoknya disebut melakukan penembakan di kawasan Mile 69, Tembagapura.
Dalam peristiwa tersebut, seorang korban berinisial RTS dilaporkan mengalami luka tembak pada paha kiri.
Kasus lainnya terjadi pada 30 Maret 2020 di Kuala Kencana. Penyerangan terhadap Kantor PT Freeport Indonesia tersebut menewaskan seorang warga negara Selandia Baru, Graeme Thomas Wall (57) serta menyebabkan dua karyawan lainnya mengalami luka.
Keterkaitan GW dengan kedua kasus tersebut merupakan bagian dari informasi dan penyelidikan yang menjadi dasar aparat dalam memburunya sebagai DPO.
Aparat Perketat Penyisiran Tembagapura
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan terhadap GW merupakan bagian dari penegakan hukum.
Ia menyebut operasi tersebut dilakukan secara terukur dan profesional berdasarkan data intelijen serta hasil penyelidikan yang dilakukan secara bertahap.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, meminta masyarakat Mimika tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Pasca-penindakan, personel gabungan masih disiagakan di wilayah Tembagapura. Penyisiran dilakukan untuk melacak keberadaan GW sekaligus memastikan kondisi keamanan di sekitar lokasi.
Hingga kini, keberadaan GW yang disebut telah dibawa masuk ke kawasan hutan oleh anggota kelompoknya masih dalam pencarian aparat. Perkembangan operasi dan kondisi keamanan di wilayah Tembagapura masih terus dipantau.***
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








