MERAUKE, Koranpapua.id- Pemerintah Provinsi Papua Selatan memperkuat pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kerja sama dengan perguruan tinggi lokal.
Langkah itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Akademi Yaleka Maro Merauke dan Politeknik Pertanian Yasanto Merauke.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Gubernur Papua Selatan, Salor, Selasa 4 Agustus 2026.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, peningkatan kapasitas, kompetensi, dan kualifikasi SDM menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Perlu kita pahami bahwa peningkatan kapasitas, kompetensi, dan kualifikasi sumber daya manusia, khususnya di Tanah Papua, harus didukung oleh sistem pendidikan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah,” kata Apolo dikutip Rabu 5 Agustus 2026.
Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan dan kompetensi profesional sesuai kebutuhan dunia kerja.
Apolo menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, terdapat tiga jalur utama pendidikan tinggi, yakni pendidikan akademik, vokasi, dan profesi.
Pendidikan akademik berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui jenjang sarjana, magister, hingga doktor. Sementara pendidikan vokasi lebih menekankan keterampilan kerja melalui akademi, politeknik, hingga program sarjana terapan.
Sedangkan pendidikan profesi menjadi jenjang lanjutan untuk memastikan seseorang memiliki kompetensi dan lisensi dalam menjalankan profesi tertentu.
“Pendidikan akademik saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan di dunia kerja profesional. Diperlukan pendidikan profesi agar lulusan memiliki kompetensi yang diakui dan siap bekerja,” ujarnya.
Ia mencontohkan, lulusan kedokteran belum dapat menjalankan praktik sebagai dokter sebelum menyelesaikan pendidikan profesi dan memperoleh izin praktik. Hal serupa juga berlaku bagi bidang teknik yang membutuhkan pendidikan profesi keinsinyuran.
Gubernur menyebut, pemerintah terus memperkuat regulasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini tidak hanya terletak pada jumlah tenaga kerja, tetapi juga kualitas dan kemampuan yang dimiliki.
“Kita mungkin memiliki jumlah sumber daya manusia yang cukup, namun kemampuan anggaran pemerintah tentu memiliki keterbatasan,” katanya.
Karena itu, pembangunan SDM harus dilakukan secara bertahap, terencana, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, lanjut Apolo, memiliki peran penting dalam menciptakan SDM yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di Papua Selatan.
Ia berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam mencetak generasi yang unggul, berdaya saing, serta mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mempercepat pembangunan, meningkatkan daya saing bangsa, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan negara,” pungkasnya. (Redaksi)










