JAYAPURA, Koranpapua.id– Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan turun langsung memantau penanganan ratusan warga yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penanganan korban dipusatkan di Puskesmas Depapre dan Rumah Sakit Yowari hingga Selasa 4 Agustus 2026 malam.
Bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura, TNI, Dinas Kesehatan, dan tenaga medis, kepolisian bergerak cepat melakukan evakuasi, pendataan, serta memastikan seluruh warga mendapatkan pelayanan medis.
AKBP Dionisius menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi fokus utama. Pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan kajian lebih lanjut.
“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian ini. Sampai saat ini kami belum bisa menyatakan bahwa ini merupakan kasus keracunan karena masih membutuhkan kajian dan analisis lebih lanjut untuk mengetahui sebab dan akibatnya. Fokus kami saat ini adalah menyelamatkan para korban,” ujar Dionisius, Rabu 5 Agustus 2026.
Ia mengatakan, jumlah warga yang mendatangi fasilitas kesehatan masih terus bertambah hingga pukul 23.30 WIT sehingga proses pendataan masih berlangsung.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi langsung dilakukan sejak awal kejadian. Rumah Sakit Yowari menjadi pusat rujukan utama, sementara sejumlah puskesmas di wilayah Sentani diperkuat untuk memberikan pelayanan awal.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati, Dandim, dan seluruh pihak terkait. Semua bergerak bersama agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera mendapatkan penanganan,” katanya.
Dionisius menyebut sebagian besar warga yang ditangani mengalami keluhan seperti mual, pusing, muntah, serta gangguan kesehatan lainnya. Tenaga medis terus melakukan penanganan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat yang ikut membantu proses evakuasi korban.
“Situasi keamanan tetap aman dan terkendali. Yang kami pikirkan saat ini adalah bagaimana menyelamatkan nyawa masyarakat. Kami juga mengapresiasi warga yang ikut membantu proses evakuasi dan penanganan korban,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dr. Anton Mote mengatakan pihaknya telah mengaktifkan sistem tanggap darurat dengan menerapkan mekanisme triase di delapan puskesmas sekitar Kota Sentani.
Selain memaksimalkan layanan Unit Gawat Darurat (UGD), Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan Rumah Sakit Yowari, Rumah Sakit Dian Harapan, serta Rumah Sakit Kementerian Kesehatan untuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan segera mendapat rujukan.
Hingga berita ini diterbitkan, penanganan korban masih berlangsung. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi resmi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








