BIAK, Koranpapua.id- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Ibdi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu 1 Agustus 2026.
Sekolah yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu ditargetkan rampung pada 16 Desember 2026 dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2027.
Prosesi groundbreaking turut dihadiri Ketua Umum TP PKK Ny. Tri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Sekolah Rakyat Biak akan dibangun di atas lahan seluas 9,6 hektare dengan konsep pendidikan terpadu. Kawasan tersebut akan dilengkapi gedung SD, SMP, SMA, asrama putra dan putri, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, rumah ibadah, gedung serbaguna, kantin, serta fasilitas penunjang lainnya.
Dalam sambutannya, Tito menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara untuk menjamin hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
“Presiden melihat masih banyak anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan yang layak. Negara memiliki tanggung jawab untuk hadir. Karena itu dibangun Sekolah Rakyat, di mana seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah,” kata Tito.
Ia menjelaskan, program tersebut berlandaskan amanat Pasal 34 Ayat (1) UUD 1945 yang mengatur kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.
Menurutnya, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra mengapresiasi pemerintah pusat yang menetapkan Biak Numfor sebagai salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
“Tidak semua daerah mendapat kesempatan ini. Kami bersyukur Biak Numfor dipercaya menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Kami siap mengawal proses pembangunan agar selesai tepat waktu,” ujarnya.
Markus juga mengajak masyarakat, termasuk para pemilik hak ulayat, untuk terus mendukung pembangunan tersebut.
“Kami optimistis dengan dukungan seluruh masyarakat, pembangunan ini dapat berjalan lancar sehingga pada 2027 anak-anak sudah bisa belajar di Sekolah Rakyat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum TP PKK Ny. Tri Tito Karnavian turut menyerahkan bantuan kepada siswa dan guru Sekolah Rakyat Menengah Atas 41 Biak Numfor.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman pohon sebagai simbol dimulainya pembangunan kawasan pendidikan tersebut. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










