TIMIKA, Koranpapua.id– Warga di 10 kampung di Distrik Jita, Kabupaten Mimika, kini dapat menikmati penerangan jalan pada malam hari setelah program Padat Karya tahun anggaran 2026 rampung dilaksanakan.
Program tersebut berupa pemasangan lampu jalan tenaga surya (solar cell) yang tersebar di sejumlah kampung.
Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway, mengatakan seluruh tahapan program telah selesai dilaksanakan, baik dari sisi pekerjaan fisik maupun realisasi keuangan.
“Untuk kita di Distrik Jita tahun ini kegiatan Padat Karya sudah 100 persen. Dari sisi fisik 100 persen, keuangan juga sudah 100 persen,” ujar Yunus kepada Koranpapua.id, Jumat 10 Juli 2026.
Melalui program tersebut, sebanyak 100 unit lampu jalan tenaga surya dipasang di 10 kampung, masing-masing kampung mendapatkan 10 unit. Lampu tersebut telah terpasang dan berfungsi menerangi lingkungan kampung pada malam hari.
Sepuluh kampung yang menjadi penerima manfaat program ini yakni Kampung Sempan Timur, Sumapro, Wapu, Wenin, Noema, Wacakam, Waituku, Bulumen, Kanmapiri, serta satu kampung lainnya di wilayah Distrik Jita.
Yunus menjelaskan, lampu jalan tenaga surya tersebut menggunakan sistem otomatis. Lampu akan menyala sejak pukul 18.00 hingga pukul 06.00 pagi, kemudian mati secara otomatis.
“Lampu solar cell ini sudah terpasang semua di 10 kampung dan sudah menyala semua. Jadi dari jam 6 sore menyala sampai jam 6 pagi, kemudian padam otomatis,” katanya.
Selain menghadirkan penerangan, pelaksanaan program Padat Karya juga melibatkan masyarakat setempat dalam proses pengerjaan.
Warga dilibatkan mulai dari pemasangan hingga lampu dapat berfungsi, sehingga manfaat program juga dirasakan melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.
Program dengan anggaran sekitar Rp3 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Mimika itu merupakan bagian dari DPA Distrik Jita tahun 2026.
Yunus menyebut kegiatan tersebut telah direncanakan sejak 2025 dan baru dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan.
“Program ini bukan usulan saya. Perencanaannya sudah ada dari pejabat lama di DPA tahun 2026. Saya sebagai kepala distrik yang baru tinggal menjalankan karena programnya sudah tersedia,” jelasnya.
Menurut Yunus, masyarakat di 10 kampung menyambut baik program tersebut karena penerangan menjadi kebutuhan yang selama ini dinantikan. Warga berharap program serupa dapat terus dilanjutkan ke depan.
“Program seperti ini yang mereka harapkan, karena mereka sangat merindukan penerangan. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










