ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Hanya Beberapa Menit dari Kota Timika, Kampung Nawaripi Masih Bergelut dengan Banjir dan Jalan Rusak

Mereka hanya menginginkan satu hal bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar hadir menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi setiap hari.

10 Juli 2026
0
Hanya Beberapa Menit dari Kota Timika, Kampung Nawaripi Masih Bergelut dengan Banjir dan Jalan Rusak

Jalan masuk ke Nawaripi yang rusak, drainase yang tersumbat dan sampah menumpuk menjadi pemandangan yang sudah terjadi bertahun-tahun. Warga minta perhatian dari pemerintah. (foto:ril/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, yang hanya berjarak beberapa menit dari pusat Kota Timika justru memperlihatkan wajah pembangunan yang memprihatinkan.

Drainase tidak berfungsi, jalan rusak, genangan air bertahan hingga berhari-hari, sampah menumpuk, dan ancaman malaria menghantui warga setiap musim hujan.

Ironisnya, warga mengaku para pimpinan daerah sudah beberapa kali mengunjungi kawasan tersebut. Namun hingga kini, mereka belum melihat adanya perubahan nyata.

“Mereka sudah turun juga dan mereka sering masuk di sini, dari wakil bupati maupun bupati, tapi jalan ini tetap dibiarkan begitu saja, sehingga semakin hari rusaknya tambah parah,” ungkap Amat, warga Nawaripi saat ditemui Koranpapua.id, Jumat 10 Juli 2026.

Baca Juga

Dinkes Mimika Perkuat Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia Remaja

Satgas Korpasgat Bagikan 100 Buku Tulis kepada Siswa SDN Wagethe

Menurutnya Amat, setiap kali hujan turun, jalan di kawasan tersebut langsung berubah menjadi kubangan besar. Air bahkan baru surut setelah sekitar tiga hari.

“Ini sudah penuh lagi air. Kalau satu malam hujan saja langsung tergenang. Tiga hari baru air turun. Kalau hujan terus bisa banjir. Pemerintah kampung tidak pernah perhatian, begitu juga pemerintah Kabupaten Mimika,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi jalan di Kampung Nawaripi sudah lama rusak namun tidak pernah mendapat perbaikan.

“Jalan ini dari dulu rusak begini, tidak pernah diperbaiki. Padahal kampung ini dekat sekali dengan kota. Kalau yang dekat kota saja begini, bagaimana dengan kampung yang lebih jauh?” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Sarah, seorang pedagang yang setiap hari berjualan di sekitar lokasi.

Menurutnya, genangan air yang tidak pernah surut telah menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap penyakit malaria.

“Air terus tergenang di jalan dan di drainase. Sekarang musim hujan terus, nyamuk semakin banyak. Kami takut kena malaria,” keluh Sarah.

“Kami sudah sering mengeluh, tapi sampai sekarang tidak pernah diperhatikan, baik oleh pemerintah kampung maupun pemerintah kabupaten,” lanjut Sarah.

Sementara itu, mantan Kepala Kampung Nawaripi, Kristoforus Luruk, menilai kondisi infrastruktur di kampung tersebut sangat memprihatinkan, bahkan tidak mencerminkan kawasan yang berada dalam radius Kota Timika.

Ia menyoroti buruknya drainase, jalan lingkungan, hingga pengelolaan sampah yang menurutnya telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian.

Kristoforus Luruk, Mantan Kepala Kampung Nawaripi. (foto:ril/koranpapua.id)

“Jangan biarkan Nawaripi seperti daerah pedalaman. Padahal ini bagian dari Kota Timika. Drainase tidak berfungsi, jalan rusak, sampah menumpuk.”katanya.

Kristoforus juga mengaku pemerintah daerah sebenarnya sudah beberapa kali datang melihat kondisi tersebut. Namun menurutnya, kunjungan itu belum diikuti langkah konkret.

“Bupati dan wakil bupati sudah pernah datang melihat langsung. Tapi masyarakat belum melihat tindak lanjut yang nyata. Yang kami butuhkan bukan kunjungan, tetapi penyelesaian masalah” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika tidak hanya memusatkan pembangunan di kawasan lain, sementara Nawaripi yang berada di wilayah perkotaan justru tertinggal.

Fakta Lapangan

(foto:ril/koranpapua.id)

Pantauan Koranpapua.id di Kampung Nawaripi pada Jumat 10 Juli 2026 membenarkan keluhan warga.

Di sejumlah titik terlihat drainase dipenuhi air berwarna kehitaman dan tidak mengalir.

Banyak saluran tersumbat sampah sehingga fungsi drainase praktis tidak berjalan.

Genangan air juga menutupi badan jalan, sementara kondisi jalan berlubang semakin menyulitkan pengendara maupun pejalan kaki.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas program penataan kawasan perkotaan yang selama ini digencarkan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Apabila wilayah yang berada begitu dekat dengan pusat pemerintahan saja masih mengalami persoalan drainase, banjir, jalan rusak, dan sampah yang tak kunjung tertangani, maka muncul pertanyaan yang layak dijawab pemerintah ke mana arah prioritas pembangunan daerah selama ini?

Warga Nawaripi kini tidak lagi meminta janji atau kunjungan seremonial. Mereka hanya menginginkan satu hal bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar hadir menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi setiap hari. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

100,8 Liter Sopi Diamankan dari Penumpang KM Tatamailau di Pomako

100,8 Liter Sopi Diamankan dari Penumpang KM Tatamailau di Pomako

10 Oktober 2026
Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

10 Oktober 2026
Ganja 160 Gram Tujuan Timika Digagalkan di Bandara Sentani

Ganja 160 Gram Tujuan Timika Digagalkan di Bandara Sentani

10 Oktober 2026
Dinkes Mimika Perkuat Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia Remaja

Dinkes Mimika Perkuat Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia Remaja

10 Oktober 2026
Dinkes Mimika dorong SMP Negeri Koperapoka Perkuat Pengawasan Kebiasaan Sehat Siswa

Dinkes Mimika dorong SMP Negeri Koperapoka Perkuat Pengawasan Kebiasaan Sehat Siswa

10 Oktober 2026
Satgas Korpasgat Bagikan 100 Buku Tulis kepada Siswa SDN Wagethe

Satgas Korpasgat Bagikan 100 Buku Tulis kepada Siswa SDN Wagethe

9 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    770 shares
    Bagikan 308 Tweet 193
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    600 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    577 shares
    Bagikan 231 Tweet 144
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    492 shares
    Bagikan 197 Tweet 123
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Israel Kurnia Burdam Kritis Usai Diduga Dianiaya Berulang di Timika, Keluarga Desak Polisi Bertindak

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Ironi Kota Timika: Spanduk Larangan Hanya Pajangan, Sampah Menumpuk di Jalan Papua I

Ironi Kota Timika: Spanduk Larangan Hanya Pajangan, Sampah Menumpuk di Jalan Papua I

Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Peningkatan IDI Empat DOB, Wujudkan Demokrasi Papua yang Inklusif

Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Peningkatan IDI Empat DOB, Wujudkan Demokrasi Papua yang Inklusif

Pemprov Papua Tingkatkan Kuota Program Pembinaan Calon Siswa Sekolah Kedinasan Menjadi 50 Peserta

Pemprov Papua Tingkatkan Kuota Program Pembinaan Calon Siswa Sekolah Kedinasan Menjadi 50 Peserta

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id