TIMIKA, Koranpapua.id– Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Timika mencatat realisasi penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Mimika hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1,2 triliun.
Nilai tersebut setara 46,67 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp2,58 triliun.
Kepala Seksi Bank KPPN Timika, Ahmad Syafrudin Yusuf, mengatakan TKD yang disalurkan pemerintah pusat terdiri atas enam komponen.
Yakni, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Nonfisik, Dana Otonomi Khusus (Otsus), dan Dana Desa.
“Total pagu TKD Kabupaten Mimika tahun 2026 sebesar Rp2,58 triliun. Hingga akhir Juni, realisasi penyalurannya telah mencapai Rp1,2 triliun atau 46,67 persen,” ujar Ahmad kepada Koranpapua.id, Kamis 2 Juli 2026.
Berdasarkan rincian penyaluran, DAU menjadi komponen dengan realisasi terbesar. Dari pagu sebesar Rp1,36 triliun, dana yang telah disalurkan mencapai Rp729 miliar atau 53,58 persen.
Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH) memiliki pagu Rp708,7 miliar dengan realisasi Rp282,9 miliar atau 39,92 persen.
Adapun DAK Nonfisik telah tersalurkan Rp108,8 miliar dari pagu Rp219,8 miliar atau sebesar 49,5 persen.
Untuk Dana Otonomi Khusus, pemerintah pusat telah menyalurkan Rp58,84 miliar dari total pagu Rp228,9 miliar atau sekitar 25,7 persen.
Sedangkan DAK Fisik yang memiliki pagu Rp950 juta belum terealisasi hingga akhir semester pertama 2026.
Ahmad menjelaskan, secara keseluruhan pagu TKD Kabupaten Mimika pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, penyaluran Dana Otonomi Khusus tahun ini berlangsung lebih cepat karena penyaluran tahap pertama berhasil direalisasikan sebelum batas waktu pengajuan.
Ia mengakui proses pengajuan sempat mengalami kendala akibat keterlambatan administrasi di tingkat kampung, terutama terkait perpanjangan surat keputusan kepala kampung.
“Memang sempat terjadi keterlambatan perpanjangan surat keputusan kepala kampung sehingga penandatanganan APBDes ikut mundur. Dampaknya, pengajuan dari pemerintah daerah juga mengalami keterlambatan,” Pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










