TIMIKA, Koranpapua.id- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Bupati Mimika Johannes Rettob untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan kini telah memasuki babak yang berbeda.
Menurut Rettob, jika para pahlawan dahulu berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tugas meneruskan perjuangan tersebut melalui kerja nyata, karya, dan pembangunan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Bagi kita saat ini adalah bagaimana masyarakat Mimika secara khusus meneruskan program perjuangan para pahlawan ini,” ujar Johannes.
“Bagaimana kita memperjuangkan pembangunan kabupaten ini, sehingga kita mulai isi dengan pembangunan-pembangunan yang nyata, dengan karya-karya yang nyata, dengan karsa-karsa kita yang nyata,” lanjtnya.
Pembangunan Bukan Hanya Soal Jalan dan Gedung
Bupati Johannes menegaskan, memaknai kemerdekaan tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur fisik.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia serta penguatan kehidupan rohani dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang benar-benar sejahtera.
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendorong perbaikan berbagai indikator pembangunan.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah antara lain penurunan angka stunting, kemiskinan dan pengangguran, sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Baginya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya jalan, gedung atau fasilitas yang dibangun. Lebih jauh, pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Makna Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat
Ia menilai kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, pengibaran bendera maupun simbol-simbol kenegaraan.
Semangat kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui pelayanan pemerintah yang semakin baik, masyarakat yang semakin sejahtera, serta daerah yang aman dan damai.
Karena itu, Johannes mengajak seluruh elemen masyarakat Mimika untuk mengambil bagian dalam pembangunan.
Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, dunia usaha hingga seluruh pemangku kepentingan diminta bergerak bersama sesuai peran masing-masing.
Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Mimika.
Pembangunan yang dilakukan secara bersama diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga menciptakan kehidupan sosial yang aman, damai dan sejahtera.
“Yang kita harapkan, Kabupaten Mimika bisa menjadi kabupaten yang aman, yang damai, dan kemudian bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat untuk hidup dengan sejahtera,” tandasnya.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Mimika pun tidak sekadar menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan. Lebih dari itu, menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai.
Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, menjaga persatuan dan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Semangat Merah Putih diharapkan menjadi energi bersama untuk membawa Mimika menuju daerah yang aman, damai, maju dan sejahtera. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








