ADVERTISEMENT
Sabtu, Juli 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Harga Sayuran di Pasar Sentral Timika Masih Tinggi, Pedagang Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun

Ika berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga kestabilan harga bahan pangan.

3 Juli 2026
0
Harga Sayuran di Pasar Sentral Timika Masih Tinggi, Pedagang Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun

Aktivitas di Pasar Sentral Timika, Jumat 3 Juli 2026. Harga sayuran dan komoditi lainnya masih relatif tinggi. (foto:Ril/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Harga sejumlah komoditas sayuran dan bahan pokok di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, masih relatif tinggi.

Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, sehingga banyak dagangan tidak habis terjual setiap harinya.

ADVERTISEMENT

Ibu Ika, salah seorang pedagang sayuran, mengatakan harga beberapa jenis sayuran hingga kini belum mengalami penurunan yang signifikan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, komoditas seperti tomat dan cabai masih menjadi penyumbang kenaikan harga di pasar.

Baca Juga

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

Berdasarkan pantaun Koranpapua.id, Jumat 3 Juli 2026, harga bayam satu ikat besar dijual Rp15.000, sedangkan kacang panjang Rp12.000 per ikat.

Sementara untuk tomat masih cukup mahal, sekitar Rp80.000- 90.000 per kilogram. “Untuk cabai rawit, cabai keriting, dan cabai besar yang harganya juga masih tinggi,” ujar Ika saat ditemui di lapak jualannya.

Ia menjelaskan, sayuran yang paling banyak dicari masyarakat di antaranya kol, bayam hijau, bayam merah, serta daun labu.

Namun, untuk daun labu sebagian besar berasal dari hasil tanaman warga sendiri, sementara beberapa komoditas seperti tomat didatangkan dari luar daerah.

Meski harga jual masih tinggi, Ika mengaku pendapatan pedagang tidak menentu. Banyak sayuran yang tidak habis terjual hingga harus dibuang karena sudah tidak layak konsumsi.

“Penghasilan tidak tentu. Kadang bisa dapat sekitar Rp100 ribu, kadang hanya Rp50 ribu. Kalau sayur tidak habis terjual, ya rugi karena sudah layu,” katanya.

Menurut Ika, aktivitas pasar paling ramai biasanya berlangsung pada awal pekan hingga Sabtu.

Sementara pada hari Minggu, jumlah pembeli cenderung menurun karena sebagian besar masyarakat menjalankan ibadah.

“Kalau Minggu biasanya sepi. Banyak orang ke gereja, jadi pembeli berkurang,” ujarnya.

Meski demikian, Ika mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang telah menyediakan fasilitas berjualan bagi para pedagang di Pasar Sentral Mimika.

Namun, Ika berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga kestabilan harga bahan pangan.

(foto:Ril/koranpapua.id)

Sementara itu, pedagang lainnya, Dewo mengatakan harga pisang saat ini dijual sekitar Rp20.000 per sisir, sedangkan sayur daun dibanderol Rp20.000 per ikat.

Ia juga mengeluhkan kondisi pasar yang belakangan semakin sepi sehingga banyak dagangan tidak laku.

“Yang kami rasakan sekarang pasar sering sepi. Banyak jualan tidak habis, akhirnya kami rugi,” ungkap Dewo.

Para pedagang berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi pasar tradisional, terutama dengan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Termasuk meningkatkan daya beli masyarakat agar aktivitas ekonomi di Pasar Sentral Mimika kembali bergairah. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

18 Juli 2026
33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

18 Juli 2026
Panitia MPLS Resmi Serahkan 67 Siswa Baru ke SMKN 6 Mimika

Panitia MPLS Resmi Serahkan 67 Siswa Baru ke SMKN 6 Mimika

18 Juli 2026
Kurang dari Empat Jam, Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Ganja

Kurang dari Empat Jam, Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Ganja

18 Juli 2026
Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Temui Keluarga Korban Penikaman Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Proses Hukum Berjalan

18 Juli 2026
Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

18 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    806 shares
    Bagikan 322 Tweet 202
  • Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kondisi Kantor Pemerintahan Kampung Nawaripi-Mimika Terbengkalai

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Terduga Pelaku Penikaman Maut di Poumako Berhasil Diringkus Hanya 15 Menit Usai Beraksi

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Bergeser dari Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Jabat Dirreskrimsus Polda Papua

    732 shares
    Bagikan 293 Tweet 183
Next Post
Satgas Pamtas RI-PNG Gagalkan Penyelundupan 235 Gram Ganja Melalui Kargo Bandara Sentani

Satgas Pamtas RI-PNG Gagalkan Penyelundupan 235 Gram Ganja Melalui Kargo Bandara Sentani

YPMAK Genjot Transformasi RSMM, Seleksi Penyusun Master Plan Diikuti Puluhan Perusahaan Nasional

YPMAK Genjot Transformasi RSMM, Seleksi Penyusun Master Plan Diikuti Puluhan Perusahaan Nasional

Prosesi Penerimaan Jenazah Pilot AMA: Pengamanan Penuh oleh Satgas Pasgat, Disambut Uskup dan Tujuh Jenderal

Prosesi Penerimaan Jenazah Pilot AMA: Pengamanan Penuh oleh Satgas Pasgat, Disambut Uskup dan Tujuh Jenderal

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id