ADVERTISEMENT
Jumat, Juni 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

“Papua Dibangun untuk Orang Papua, Jangan Sampai Mereka Merasa Bukan Tinggal di Kampung Sendiri”

Investasi yang masuk ke Papua tidak menghilangkan identitas lokal. Seluruh bangunan publik, perkantoran, hotel, sekolah hingga stadion di Papua mengadopsi arsitektur khas Papua.

31 Mei 2026
0
“Papua Dibangun untuk Orang Papua, Jangan Sampai Mereka Merasa Bukan Tinggal di Kampung Sendiri”

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, mengajak seluruh pihak menjaga kelestarian alam Papua dan tidak mengorbankan lingkungan demi kepentingan pembangunan jangka pendek.

Pesan tersebut disampaikan KDM saat menjadi pembicara dalam Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) yang digelar di Jayapura, Papua, Jumat 29 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam paparannya, KDM menyoroti pendekatan pembangunan yang selama ini dinilai terlalu menekankan aspek teknokrasi dan kerap mengabaikan nilai budaya serta pengetahuan masyarakat adat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Padahal, menurutnya, masyarakat adat memiliki kearifan yang telah terbukti mampu menjaga alam selama ratusan tahun.

Baca Juga

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

“Kita sering menganggap kaum adat sebagai orang yang tertinggal, padahal mereka adalah sumber pengetahuan,” ujar KDM.

“Leluhur kita mampu menjaga alam selama berabad-abad dan mewariskannya kepada generasi berikutnya dengan baik,” sambungnya.

KDM menilai kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama puluhan tahun menunjukkan adanya kesalahan dalam cara pandang pembangunan yang lebih berorientasi pada eksploitasi daripada harmoni dengan alam.

Karena itu, KDM mengingatkan agar Papua tidak mengulangi kesalahan yang sama. Menurutnya, Papua masih memiliki kekayaan alam dan budaya yang relatif terjaga dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia.

“Saya melihat masih ada yang original di negeri ini namanya Papua. Di tempat kami sudah hampir tidak bisa mendapatkannya lagi. Di sini kami mendapat kejernihan air, kejernihan udara, dan alam yang sangat indah,” ujarnya.

KDM menegaskan hilangnya alam Papua akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat adat yang selama ini memiliki hubungan erat dengan lingkungan sekitarnya.

“Papua kehilangan alamnya maka rakyatnya akan lemah. Sistem keyakinan pada leluhurnya terputus oleh kehancuran ekologi,” katanya.

Menurut KDM, pembangunan di Papua harus berlandaskan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan penghormatan terhadap alam.

Ia mendorong agar tata ruang dan kebijakan pembangunan disusun dengan mempertimbangkan aspek budaya masyarakat Papua sehingga mereka tidak terasing di tanah kelahirannya sendiri.

KDM juga mengingatkan agar investasi yang masuk ke Papua tidak menghilangkan identitas lokal.

Ia bahkan mengusulkan seluruh bangunan publik, perkantoran, hotel, sekolah hingga stadion di Papua mengadopsi arsitektur khas Papua.

“Papua dibangun untuk orang Papua. Jangan sampai suatu saat orang Papua merasa bukan lagi tinggal di kampungnya sendiri,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, KDM juga mengumumkan komitmennya menyiapkan beasiswa bagi 40 mahasiswa Papua untuk menempuh pendidikan di Jawa Barat, dengan biaya pendidikan dan biaya hidup ditanggung hingga lulus.

Menutup sambutannya, KDM kembali mengingatkan pentingnya menjaga Papua sebagai warisan bangsa yang tak ternilai.

“Jagalah kehormatan masyarakat Papua. Jangan sembarang orang menghina dan merusak tanah Papua. Surga di tanah Papua”.

“Keindahan semesta Indonesia itu ada di tanah Papua. Jagalah, karena suatu saat kita akan kehilangan ketika dia sudah tidak ada,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, KDM juga menawarkan beasiswa bagi 40 orang anak muda untuk berkuliah di Bandung. “Silakan kuliah di Bandung. Biaya hidupnya kami tanggung sampai dia selesai,” pungkasnya.

Hadir pula dalam konferensi tersebut Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk serta Forkompimda Papua. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

12 Juni 2026
100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

12 Juni 2026
“Honai Polsek Belajar” Cara Polsek Tembagapura Cerdaskan Anak-anak Pedalaman Mimika

“Honai Polsek Belajar” Cara Polsek Tembagapura Cerdaskan Anak-anak Pedalaman Mimika

12 Juni 2026
Belasan Anak-anak Kokonao Siap Berlaga di Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup

Belasan Anak-anak Kokonao Siap Berlaga di Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup

12 Juni 2026
DPMPTSP Mimika Gelar Sosialisasi PP 28/2025, Hadirkan Kementerian Investasi dan ATR/BPN

DPMPTSP Mimika Gelar Sosialisasi PP 28/2025, Hadirkan Kementerian Investasi dan ATR/BPN

12 Juni 2026
Dinkes Mimika Evaluasi Program, Perkuat Layanan Kesehatan Usia Sekolah

Dinkes Mimika Evaluasi Program, Perkuat Layanan Kesehatan Usia Sekolah

12 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    625 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    582 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    883 shares
    Bagikan 353 Tweet 221
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
Next Post
Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

Freeport Indonesia Lepaskan 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau di Pesisir Mimika

Freeport Indonesia Lepaskan 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau di Pesisir Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id