YOGYAKARTA, Koranpapua.id– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta berkolaborasi mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM).
Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat Papua, khususnya Masyarakat Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Kolaborasi kedua pihak ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat 15 Mei 2026 di Gedung Rektorat UPN “Veteran” Yogyakarta.
Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk peran aktif perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, khususnya di Bumi Cenderawasih.
Kerja sama ini juga menegaskan komitmen UPN “Veteran” Yogyakarta dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif sebagai upaya pembangunan bangsa dan negara.
“Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Mimika maupun Papua secara umum,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Selanjutnya, kolaborasi ini akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UPN “Veteran” Yogyakarta dan YPMAK yang pada tahap pertama akan berfokus pada bidang pendidikan.
Mahasiswa berprestasi penerima beasiswa YPMAK akan memperoleh kesempatan melanjutkan studi di UPN “Veteran” Yogyakarta melalui proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama menempuh pendidikan, Kampus Bela Negara akan memberikan pendampingan akademik dan non akademik guna memastikan para putra daerah Kabupaten Mimika dapat menyelesaikan studi dengan optimal.
Selain itu, UPN “Veteran” Yogyakarta juga menyediakan fasilitas asrama sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan studi mahasiswa.
Melalui bekal ilmu dan pengalaman selama masa perkuliahan, diharapkan para mahasiswa dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang mampu berkontribusi dalam pembangunan di Papua.
“Kami harap kerja sama ini menjadi titik awal yang baik bagi kita untuk kembali berperan dalam pengembangan sumber daya manusia di berbagai bidang,” imbuh Prof. Mohamad seperti dikutip, Senin 18 Mei 2026.
“Kerja sama ini bermula dari pendidikan, kita harapkan dapat dikembangkan pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat,” lanjutnya.
Untuk diketahui, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro merupakan yayasan donor profesional dan mandiri.
Yayasan ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat Suku Amungme, Suku Kamoro, dan lima suku kekerabatan yakni Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Sebagai pengelola Dana Kemitraan PT. Freeport Indonesia, YPMAK fokus pada tiga program unggulan, meliputi pendidikan, ekonomi, dan kesehatan termasuk dukungan pada penanganan bencana serta permasalahan sosial lainnya.
Berdasarkan informasi dari laman resmi ypmak.or.id, kelembagaan pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia bagi Masyarakat Amungme dan Kamoro (sebagai pemilik hak ulayat di wilayah penambangan).
Lembaga ini mengalami sejumlah transformasi sejak 1996, hingga akhirnya Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro resmi terbentuk pada 18 Desember 2019.
Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, S.IP., M.Si. menyambut baik kerja sama dengan UPN “Veteran” Yogyakarta.
Ia menegaskan bahwa Papua membutuhkan dukungan yang kuat, khususnya dalam aspek pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Papua SDM luar biasa, karena itu perlu kita angkat bersama-sama, karena kalau ketidakseimbangan ini terus terjadi, tentu kami tidak mudah mengatasi gejolak sosial dan pembangunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hingga saat ini, lebih dari 4.000 putra daerah telah mendapatkan beasiswa pendidikan melalui Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia, yang disalurkan sejak 1996.
Selain itu, selama dua dekade, dana kemitraan tersebut juga telah dialokasikan untuk sektor, kesehatan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.
Leonardus berharap, kerja sama ini dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat positif bagi pengembangan kualitas SDM di Papua, khususnya Kabupaten Mimika.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi Papua yang unggul, mandiri, dan mampu mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan. (Redaksi)








