TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, menetapkan pembangunan konektivitas antarwilayah sebagai program prioritas dalam beberapa tahun ke depan.
Hal itu disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat hearing bersama DPR Provinsi Papua Tengah (DPR PPT) di salah satu hotel di Timika, Selasa 5 Mei 2026.
Bupati Johannes mengatakan, pemerintah daerah akan memfokuskan pembangunan jalan yang menghubungkan sejumlah pusat pertumbuhan baru, seperti Potowaiburu, Agimuga, Kokonao, dan Kapiraya.
Kawasan-kawasan tersebut dinilai strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan dari kampung ke kota sejalan dengan visi misi Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong.
“Kami punya program prioritas dalam lima tahun ke depan, yaitu menghubungkan Potowaiburu sampai Agimuga. Di sana itu pusat-pusat pembangunan yang harus kita dorong,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan sektor swasta.
Pemkab Mimika telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR serta menjalin kerja sama dengan PT Freeport Indonesia untuk mendukung pembangunan akses jalan darat.
Meski sejumlah wilayah di Papua telah terhubung melalui jaringan Trans Papua, namun Bupati menilai Mimika masih tertinggal dalam hal konektivitas. Karena itu, percepatan pembangunan jalan menjadi kebutuhan mendesak.
Selain pembangunan jalan utama, pemerintah daerah juga memprioritaskan peningkatan akses dari Aramsolki menuju Agimuga yang ditargetkan terealisasi dalam tahun ini.
Di sisi lain, Bupati turut menyoroti persoalan lingkungan akibat limbah tambang (tailing) yang volumenya terus meningkat dan berpotensi menimbulkan risiko.
“Tinggi tailing saat ini sudah lebih tinggi dari Kota Timika sekitar 7 meter. Setiap hari ada 200.000 ton limbah, ini harus segera kita cari solusi,” katanya.
Sebagai bagian dari visi jangka panjang, Pemkab Mimika juga membuka peluang pengembangan kawasan baru di wilayah pesisir sebagai alternatif pengembangan kota dan pengelolaan lingkungan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










