ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Putra Kamoro Abraham Kateyau Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Trisakti Jakarta

“Semua yang saya peroleh itu berkat dan dukungan dari semua pihak terutama bapak bupati dan wakil bupati sekarang. Tentunya saya tidak bisa membalas semua yang telah diberikan kepada saya”.

6 Mei 2026
0
Putra Kamoro Abraham Kateyau Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Trisakti Jakarta

Abraham Kateyau, putra asli Kamoro, resmi meraih gelar doktor ilmu hukum di Universitas Trisakti. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Abraham Kateyau, putra asli Kamoro, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dalam Sidang Terbuka Universitas Trisakti yang digelar di Jakarta International Convention Center, Selasa 5 Mei 2026.

Sidang bertema “The New Generation of Entrepreneur” tersebut diikuti ribuan lulusan dari berbagai jenjang.

ADVERTISEMENT

Dari jumlah itu, hanya 18 peserta yang lulus sebagai doktor hukum, termasuk Abraham yang kini menyandang gelar Dr. Abraham Kateyau, S.E., M.H.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lahir di Jayapura pada 13 April 1972, Abraham tumbuh di Kampung Keakwa, wilayah pesisir Mimika, dengan keterbatasan akses pendidikan.

Baca Juga

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah YPPK di Mimika dan Nabire, sebelum melanjutkan studi ke STIE Ottow Geissler (kini Universitas Ottow Geissler Papua) dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2001.

Perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Keterbatasan ekonomi sempat menjadi hambatan, bahkan membuatnya harus mengambil keputusan penting.

Salah satunya meninggalkan program D3 di Universitas Cenderawasih yang tidak sejalan dengan tujuan hidupnya.

Gelar doktor yang diraih merupakan hasil proses panjang. Ia sebelumnya dinyatakan lulus program doktoral setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul:

“Rekonstruksi Tanggungjawab Hukum Bagi Pelaku Penyebaran Berita Bohong di Media Sosial yang Mengandung Diskriminasi Dalam Mewujudkan Keadilan Bagi Masyarakat” .

Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga mencerminkan pentingnya akses pendidikan bagi masyarakat Papua.

Data dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia menunjukkan partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia terus meningkat dalam satu dekade terakhir, termasuk dari wilayah timur.

Abraham menyebut gelar doktor ini sebagai awal untuk berkontribusi lebih luas, khususnya dalam bidang hukum, pembangunan daerah, dan pemberdayaan masyarakat adat.

Dari pesisir Mimika hingga panggung akademik nasional, kisahnya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

Persembahkan untuk Masyarakat Mimika, Terima Kasih untuk Semua Dukungan

Seperti diketahui, Abraham berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum, setelah dinyatakan lulus Ujian Karya Ilmiah (Disertasi) Strata Tiga (S3) di Universitas Trisakti Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.

Abraham Kateyau, yang saat ini dipercayakan sebagai Pj Sekda Kabupaten Mimika, dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan Disertasinya di hadapan tujuh Tim Penguji dari Universitas Trisakti Jakarta, salah satu kampus ternama dan terkemuka di Indonesia.

Pada ujian yang berlangsung di Ruang Audotorium Prof. E. Suherman, Gedung H Fakultas Hukum Universitas Trisakti, tampil sebagai Promotor Penguji yakni, Prof. Dr. Eriyantouw Wahid, SH., MH dan Co Promotor Dr. Endang Pandamdari, S.H., CN., M.H.

Untuk Pengujinya yakni, Prof. Dr. Dra. Siti Nurbaiti, SH., MHum, Prof. Dr. A. Uwiyono, SH., MH, Dr. Simona Bustani, SH., MH dan Dr. Rosdiana Saleh, S.H., M.H serta Penguji Eksternal, Dr. Ida Kurnia, S.H., M.H.

Komite Penguji ini memberikan penilaian bahwa disertasi tersebut berisi penelitian orisinal, mendalam dan memberikan kontribusi baru pada ilmu pengetahuan.

Abraham mampu menguasai materi, metodologi serta kemampuan analisa independentnya dinilai sangat cakap sejak ujian proposal, seminar hingga ujian akhir tertutup sebelum sidang promosi doktor (ujian terbuka).

Ketika dihubungi Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Abraham mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan, karena berkat pertolongan dan bimbingan-Nya akhirnya boleh menyelesaikan studi Program Doktor dengan baik.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, secara khusus kepada Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, yang telah memberikan support atas keberhasilan studi ini.

Ucapan terima kasih juga disematkan kepada Mantan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang telah mengajak dan memberikan masukan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3.

“Waktu itu pak Omaleng dan pak Johanes Rettob memang sangat luar biasa, sehingga kita pegawai negeri bisa ikut dalam program pendidikan S3,” ujar Abraham.

“Semua yang saya peroleh itu berkat dan dukungan dari semua pihak terutama bapak bupati dan wakil bupati sekarang. Tentunya saya tidak bisa membalas semua yang telah diberikan kepada saya,” ungkapnya.

Abraham menyampaikan, atas semua dukungan yang diberikan, dirinya hanya bisa mampu mengangkat hati dan berdoa kepada Tuhan semoga bapak Johannes Rettob dan Emanuel Kemong tetap memimpin Mimika dalam kondisi sehat walafiat.

Dengan berhasil meraih hingga mendapat gelar Doktor, Abraham juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Mimika.

Secara khusus kepada seluruh keluarga yang sudah membantu dan mendorong serta memberikan atensi sehingga dirinya boleh menyelesaikan program doktoral.

“Saya berharap kedepan ada saudara dan saudari saya masyarakat Papua khususnya masyarakat Kamoro, kalau pemerintah membuka program S3 agar bisa ikut. Karena kalau dilihat kami jarang untuk hal-hal seperti begitu,” ajak Abraham.

Sebelum mengakhiri wawancara, Abraham mengatakan bahwa, semua pengetahuan yang didapat dalam pendidikan, akan manfaatkan untuk melayani masyarakat Mimika. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

21 Mei 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Wadanyon HSSBI di Yahukimo

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

21 Mei 2026
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

21 Mei 2026
Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

21 Mei 2026
148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

21 Mei 2026
Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

21 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Jadikan Motor Ekonomi Bermartabat, Gubernur Meki Pastikan Tutup Tambang Ilegal di Papua Tengah

Jadikan Motor Ekonomi Bermartabat, Gubernur Meki Pastikan Tutup Tambang Ilegal di Papua Tengah

BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 di Pemkab Mimika

BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 di Pemkab Mimika

68 Prajurit Pilihan Brigif TP 34 Dikirim ke Papua

68 Prajurit Pilihan Brigif TP 34 Dikirim ke Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id