NABIRE, Koranpapua.id- Aksi unjuk rasa dengan tema ‘Rakyat Papua Menggugat” berlangsung di sejumlah kota di Tanah Papua, termasuk Nabire, Ibukota Provinsi Papua Tengah, Senin 27 April 2026.
Ratusan massa yang tergabung dalam tim investigasi dan sejumlah organisasi mahasiswa Puncak se-Indonesia, menggelar unjuk rasa menyampaikan pendapat di Kantor DPRP Papua Tengah.
Massa sudah mulai bergerak sekitar pukul 08.00 WIT dan tiba di Kantor DPRP Papua Tengah pada pukul 12.00 WIT.
Sesampainya di Gedung Dewan yang terletak di Jalan Pepera, Distrik Nabire, massa aksi langsung menyampaikan orasi dan tuntutan mereka.
Di antaranya mendesak Pemerintah Pusat (Pempus) untuk segera menarik pasukan TNI non-organik dari wilayah Papua, serta meminta penegakan hukum atas dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua.
“Kami datang untuk menyuarakan aspirasi rakyat Papua. Ini adalah bentuk kegelisahan kami terhadap situasi yang terjadi,” ujar salah satu perwakilan dalam orasinya.
Penyampaian orasi yang berlangsung hingga pukul 15.00 WIT sempat terjadi sedikit ketegangan akibat lemparan batu dan botol air mineral ke arah gedung DPRP Papua Tengah.
Ratusan aparat keamanan yang terdiri dari gabungan TNI-Polri tampak bersiaga untuk mengendalikan situasi.
Aksi massa akhirnya diterima langsung oleh Ketua DPRP Papua Tengah, Delius Tabuni, yang didampingi unsur pimpinan DPRP serta anggota MRP Papua Tengah.
Kepada massa aksi, Delius Tabuni menyampaikan apresiasi karena telah menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Aspirasi tersebut kata Delius, merupakan suara rakyat sehingga akan dilanjutkan ke Pempus.
Setelah menyampaikan aspirasi, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Redaksi)







