JAYAPURA, Koranpapua.id– Pertemuan Gubernur Papua Matius D Fakhiri dengan Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Selasa 14 April 2026, menjadi langkah awal dalam mewujudkan konektivitas antarwilayah di Tanah Papua.
Gubernur Matius menegaskan pembahasan dengan Direktur Utama KAI merupakan bagian dari tahapan awal untuk menghadirkan transportasi darat modern di Papua.
Menurut Matius, untuk di awal pembangunan kereta api hanya mencakup rute Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura.
Hal itu menjadi pijakan penting dalam mewujudkan impian besar masyarakat Papua dan bakal merata di seluruh Papua.
“Semoga proyek ini bisa jadi awal pengembangan jaringan transportasi lebih luas, sehingga mampu meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan di Papua,” ujar Matius di Jakarta seperti dilansir Kamis 16 April 2026.
Menurut Matius, kereta api juga bukan hanya transportasi untuk masyarakat, akan tetapi bakal dijadikan angkutan serta mobilisasi barang.
Jika tidak berhalangan, akhir April ini tim ahli dari PT KAI yang didampingi tim khusus dari Provinsi Papua bakal melakukan survei rute yang dijadikan rel kereta api.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasydin mengapresiasi kunjungan Gubernur Fakhiri beserta rombongan ke kantor KAI.
Ia menilai inisiatif tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong realisasi kehadiran kereta api di Papua.
Bobby menambahkan pembangunan kereta api di Papua bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun peradaban dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dari sisi ekonomi, kehadiran kereta api diyakini dapat membuka akses baru, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ucap Dirut PT KAI.
Dirut menegaskan pembangunan kereta api di Papua sejalan dengan visi dan harapan Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua. (Redaksi)










