DEKAI, Koranpapua.id- Bandara Nop Goliat kini menjadi tulang punggung transportasi udara bagi masyarakat pedalaman Yahukimo, Papua Pegunungan.
Penerbangan perintis yang melayani kampung-kampung terpencil berjalan stabil dan lancar, dengan pengawasan personel Satgas Yon Parako 466 Pasgat.
Para prajurit terbaik TNI AU ini bertugas memastikan kelancaran operasional sekaligus memberikan rasa aman bagi penumpang.
Danpos Yon Parako 466, Letda Pas Arya Wahyu Megantara, S.Tr. (Han), menjelaskan, Satgas Yon Parako 466 Pasgat di Bandara Nop Goliat bukan hanya soal keamanan.

“Kami memastikan penerbangan perintis berjalan lancar melalui sinergi dengan pengelola bandara, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat setempat,” ujar Arya dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Rabu 15 April 2026.
Dikatakan, personel Satgas ditempatkan di titik strategis bandara, melakukan pengawasan rutin terhadap pergerakan pesawat, logistik, dan aktivitas masyarakat sekitar.
Bersama aparat keamanan setempat, Satgas Korpasgat menjaga keamanan bandara dan jalur sekitarnya sehingga penerbangan tetap lancar dan tertib dalam berbagai kondisi.
Penerbangan perintis menjadi jalur vital bagi warga pedalaman, memungkinkan akses cepat ke layanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi kebutuhan pokok.
Menurutnya, kehadiran Satgas Korpasgat yang terkoordinasi dengan aparat terkait memastikan jalur ini dapat diandalkan dan memberi rasa aman bagi masyarakat.
“Dengan pengawasan Satgas Korpasgat dan dukungan aparat terkait, seluruh kegiatan penerbangan perintis dapat berlangsung tertib dan aman,” tambah Danpos.
Satgas juga secara rutin melakukan pendampingan dan edukasi keamanan bagi masyarakat sekitar bandara, sehingga warga merasa terlibat dan terlindungi.
Dengan pengawasan yang konsisten dan sinergi antarinstansi, Bandara Nop Goliat tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga pusat konektivitas yang mendukung kehidupan warga pedalaman Yahukimo. (Redaksi)










