TIMIKA, Koranpapua.id– Seorang perempuan berinisial SB ditemukan meninggal dunia di kawasan Mile 30, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Rabu 18 Maret 2026 pagi.
Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Polres Mimika, Ipda Y. Tansah Kristiono, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, korban sebelumnya berpamitan untuk pergi ke kali pada Selasa malam.
Namun hingga beberapa jam korban tidak kembali ke lokasi camp tempat ia bersama keluarga.
“Korban sempat izin ke kali, namun tidak kembali. Pihak keluarga, termasuk suaminya, telah melakukan pencarian sejak tadi malam,” ujar Ipda Kris.
Upaya pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Rabu pagi, ketika korban ditemukan di Mile-30.
Ipda Kris menuturkan bahwa lokasi awal aktivitas korban diketahui berada di sekitar Mile 37, sehingga diduga korban hanyut terbawa arus sungai sejauh beberapa kilometer.
“Diduga korban jatuh ke sungai, kemudian hanyut atau tenggelam,” jelasnya.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Mimika untuk menjalani proses visum. Pihak kepolisian masih menunggu kedatangan suami korban yang berada di Mile 37 sebelum proses lebih lanjut dilakukan.
“Jenazah masih di RSUD, menunggu keluarga inti, khususnya suami korban, untuk proses visum sebelum nantinya diserahkan kembali kepada keluarga,” tambah Ipda Kris.
Informasi yang berhasil dikumpulkan media ini menyebutkan bahwa, korban berjenis kelamin perempuan ditemukan hanyut di sungai Kali Kalibur, tepatnya di MP 32 WMA 242 Tanggul Barat, pada Rabu 18 Maret 2026 sekitar pukul 11.20 WIT.
Dan saat ditemukan, korban atas nama Sofya Banusu (42), asal Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Korban yang diduga sebagai pendulang, selama ini melakukan aktivas pendulangan emas dan memiliki camp/lokasi di MP 35- 2 EMA 270 Tanggul Timur.
Sementara alamat tinggal di Timika yakni, Jalan Sektoral, Kwamki, Mimika Baru, Kabupaten Mimika, tepatnya di belakang Gereja Tiga Raja.
Berdasarkan informasi, sebelum korban ditemukan meninggal dunia, pada malam sekitar pukul 22.00 WIT korban keluar dari camp dengan membawa parang.
“Kepada suaminya, korban ke kali bertujuan untuk buang air besar, akan tetapi tidak kembali,” ujar sumber tersebut. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian dengan dugaan sementara kecelakaan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










