ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

“Disitu saya sangat terharu sekali karena saya tidak menyangka bahwa saya akan juara 3, sedih bahagia pokoknya semua campur aduk”.

12 Maret 2026
0
Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

Eva Manobi (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

“Disitu saya sangat terharu sekali karena saya tidak menyangka bahwa saya akan juara 3, sedih bahagia pokoknya semua campur aduk”.

TIMIKA, Koranpapua.id- Seorang remaja berdiri di atas panggung dengan suara yang bergetar, bukan karena takut, melainkan karena haru.

Namanya Jean Evanz Diana Manobi, akrab disapa Eva. Siswi SMA Negeri 4 Jayapura ini menorehkan prestasi membanggakan.

Ia berhasil meraih medali perunggu cabang ajang Menyanyi Solo Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025.

Lahir di Jayapura, 6 Maret 2008, Eva menceritakan awal perjalanan prestasinya. Ia mengaku mulai menunjukkan minat pada dunia tarik suara sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Baca Juga

Hantam Pembatas Jalan, Minibus Terbalik di SP 3 Timika

Operasi Damai Cartenz Kawal HUT Paroki St. Michael Bilogai, Perayaan Berlangsung Aman

Lingkungan keluarga yang gemar bernyanyi menjadi ruang awal tumbuh kecintaan terhadap seni musik.

Kesungguhannya dimulai saat ia mengikuti lomba menyanyi dalam peringatan hari ulang tahun SMA Negeri 4 Jayapura, saat itu ia masih duduk di kelas III SMP.

Tak disangka, ia berhasil meraih Juara II dan memperoleh tiket masuk sekolah tersebut.

Sejak saat itu, Eva aktif mengikuti berbagai lomba menyanyi di tingkat kota, termasuk ajang Bintang Radio dan kompetisi yang diselenggarakan perguruan tinggi setempat.

“Saya suka bernyanyi sejak SD hingga SMP, waktu saya SMP kelas III saya pertama kali mengikuti lomba nyanyi dalam memperingati HUT SMA Negeri 4 Jayapura,” kenangnya.

“Puji Tuhan saya mendapatkan Juara II dan mendapatkan tiket masuk SMA Negeri 4 Jayapura,” ucap Eva seperti dilansir Kemendikdasmen, Kamis 12 Maret 2026.

Memasuki kelas XI, guru pembimbingnya mendorong Eva untuk mengikuti seleksi FLS3N 2025. Ia mengaku baru mengenal FLS3N ketika duduk di kelas XI. “Jujur saya sebelumnya belum tahu apa itu FLS3N,” ungkapnya.

Bersama tiga temannya, ia mengikuti seleksi tingkat kota. Hasilnya, ia dan seorang rekannya, Josua, terpilih sebagai juara pertama dan berhak melaju ke tingkat provinsi Papua.

Tantangan Menuju Nasional, Mengatasi Keterbatasan dengan Kreativitas

Saat itu, seleksi provinsi dilakukan secara daring melalui pengiriman rekaman video. Di sinilah tantangan muncul.

Persyaratan teknis mengharuskan penggunaan kamera berkualitas baik. Eva tak memiliki kamera profesional. Ia merekam penampilannya menggunakan telepon genggam miliknya.

“Sedikit cerita, waktu saya seleksi tingkat provinsi saya mengalami kendala pada saat perekaman video nyanyi, saya melakukan perekaman pakai HP saya sendiri yang kameranya tidak begitu bagus,” kenang Eva.

Kendala lain muncul saat menyiapkan aransemen lagu daerah pilihannya. Beruntung, sang kakak yang piawai bermain musik membantu membuatkan iringan menggunakan keyboard. Sederhana, tetapi penuh ketulusan.

“Puji Tuhan saya mempunyai kakak laki-laki yang bisa bermain musik, akhirnya dia membantu saya dalam membuat musik pilihan saya dengan menggunakan keyboard dan dengan inisiatifnya dia membuat musik itu begitu bagus,” tuturnya.

Dari tingkat kota hingga provinsi, ia menunjukkan performa konsisten dan terpilih sebagai wakil Provinsi Papua ke tingkat nasional.

Di tingkat nasional, Eva menghadapi ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Momen yang paling ia ingat adalah saat pengambilan nomor undian untuk tampil.

Ia mendapatkan nomor empat. “Saya sempat kaget dan tidak mau nomor itu,” katanya jujur.

Namun, ia memilih berdamai dengan keadaan. Ia menyanyikan lagu wajib dan lagu pilihan dengan sepenuh hati.

Latihan bersama guru pembimbingnya, Mama Trias, menjadi fondasi penting. Mereka memulai dari pengenalan lagu, penghafalan lirik, hingga melatih improvisasi.

Saat pengumuman pemenang FLS3N, ia sama sekali tidak berharap namanya disebut. Namun, takdir berkata lain.

Eva dinyatakan sebagai peraih medali perunggu cabang ajang Menyanyi Solo FLS3N Jenjang Pendidikan Menengah 2025.

“Disitu saya sangat terharu sekali karena saya tidak menyangka bahwa saya akan juara 3, sedih bahagia pokoknya semua campur aduk,” ungkap Eva penuh haru.

Perjalanan Eva hingga di titik ini tentulah tak terlepas dari dukungan orang-orang terdekatnya. Eva berasal dari keluarga pelayan gereja.

Ayah dan ibunya adalah gembala jemaat, dan sang ayah juga menjabat sebagai Ketua Sinode Gereja Bethel Injili Papua.

Meski tidak memiliki pekerjaan formal, kedua orang tuanya menjadi sumber kekuatan terbesar bagi Eva.

Dukungan keluarga, sekolah, guru, dan sahabat-sahabatnya menjadi penopang perjalanan prestasinya.

Di masa depan, Eva mengaku belum memiliki rencana terperinci. Namun satu hal pasti, ia ingin terus mengembangkan bakat menyanyinya.

“Saya ingin jadi artis penyanyi. Itu rencana saya. Tapi saya juga percaya rencana Tuhan pasti yang terbaik,” katanya.

Di usianya yang baru 17 tahun, Eva telah membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk bersinar.

Dari rekaman sederhana menggunakan telepon genggam hingga panggung nasional, ia menunjukkan bahwa ketekunan dan konsistensi mampu menembus batas.

Di akhir ceritanya, Eva berpesan kepada Sobat Prestasi. “Yang pertama andalkan Tuhan dalam segala hal yang akan kalian jalani, karena Not by my strength, but by God. Tetap berusaha bersama Tuhan dan jangan menyerah dalam segala hal yang engkau hadapi,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan bahwa Kemendikdasmen melalui Puspresnas terus menjangkau talenta dari seluruh daerah.

Seleksi akan dilakukan berjenjang dari sekolah hingga tingkat nasional.

“Selaras dengan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua bahwa murid mendapatkan kesempatan dan akses untuk bisa mengaktualisasikan talentanya. Semua murid dapat berprestasi,” jelasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hantam Pembatas Jalan, Minibus Terbalik di SP 3 Timika

Hantam Pembatas Jalan, Minibus Terbalik di SP 3 Timika

29 Oktober 2026
Operasi Damai Cartenz Kawal HUT Paroki St. Michael Bilogai, Perayaan Berlangsung Aman

Operasi Damai Cartenz Kawal HUT Paroki St. Michael Bilogai, Perayaan Berlangsung Aman

29 Oktober 2026
Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Generasi Muda

Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Generasi Muda

29 Oktober 2026
Pria Ditemukan Meninggal di Budi Utomo Ujung Timika

Pria Ditemukan Meninggal di Budi Utomo Ujung Timika

29 Oktober 2026
Dinkes Mimika Satukan Layanan HIV, TBC, Malaria, dan Hepatitis

Dinkes Mimika Satukan Layanan HIV, TBC, Malaria, dan Hepatitis

29 Oktober 2026
Pengiriman Senapan Angin ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

Pengiriman Senapan Angin ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

29 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    581 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Menko Polkam Dudung Kunjungi Mimika, Bahas Stabilitas Keamanan Papua Tengah

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-Pura Meninggal, Simson Selamat dari Maut

Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id