TIMIKA, Koranpapua.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika merilis data terbaru terkait perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) serta temuan terduga campak hingga Sabtu 7 Maret 2026.
Laporan tersebut memuat tren kasus, sebaran wilayah, serta fasilitas kesehatan yang aktif melakukan pelaporan penyakit.
Kasus DBD Menurun Signifikan
Upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika untuk melakukan pencegahan penyebaran DBD, perlahan menunjukan hasilnya.
Adapun program yang secara terus menerus dilakukan di antaranya, mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan 3M Plus (menguras, menutupi, dan mendaur ulang).
Termasuk pembagian abete, fogging dan intervensi cepat. Masyarakat juga diminta rutin membersihkan lingkungan dan menggunakan kelambu saat tidur.
Berdasarkan data kumulatif tahun 2026, jumlah kasus Dengue di Kabupaten Mimika tercatat 22 kasus hingga awal Maret.
Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, total kasus tercatat mencapai 1.220 kasus, sementara pada tahun 2025 turun menjadi 130 kasus.
Penurunan tersebut menunjukkan tren positif dalam upaya pengendalian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Dari total 22 kasus yang dilaporkan pada tahun ini, sebagian besar didiagnosis sebagai Dengue Fever (DD) sebanyak 19 kasus, sementara Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) tercatat 3 kasus.
Hingga laporan ini dirilis, tidak ditemukan kasus Dengue Shock Syndrome (DSS) maupun kasus kematian.
Dari sisi demografi, kelompok usia 19–45 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terdampak dengan 10 kasus. Disusul kelompok usia di atas 45 tahun dan 12–18 tahun yang masing-masing mencatat 4 kasus.
Sebaran Wilayah Kasus
Kasus Dengue tersebar di beberapa wilayah kerja, mislanya klinik media bakti dilaporkan enam kasus, RSUD empat kasus, Puskesmas Pasar Sentral tiga kasus, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dua kasus dan Puri Husada dua kasus.
Sementara Puskesmas Timika Jaya, Klinik harapan, klinik mitra masyarakat, Puskesmas Mitra Masyarakat, Puskesmas Timika dan Rumah Sakit Bhayangkara Dhira Brata Cartenz melaporkan temuan dalam jumlah satu kasus.
Temuan Terduga Campak
Selain memantau kasus Dengue, laporan kesehatan juga mencatat perkembangan temuan terduga campak di Kabupaten Mimika.
Hingga 7 Maret 2026, tercatat 80 kasus terduga campak secara kumulatif. Dari jumlah tersebut, 10 sampel telah dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Namun hingga tanggal pelaporan, belum ada sampel yang dinyatakan positif campak untuk tahun 2026. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







