YAHUKIMO, Koranpapua.id- Pelarian Philip Kobak alias Nenek Kobak yang berperan sebagai Komandan Kompi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kimbusa Kodap XVI Yahukimo, Papua Pegunungan, akhirnya terhenti.
Ini setelah Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) membekuknya pada Sabtu 7 Maret 2026 sekitar pukul 16.44 WIT. Aparat keamanan juga menyita amunisi dan anak panah dari kediamannya.
“Bersangkutan diketahui memiliki peran sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan,” ujar Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas ODC dalam keterangannya, Senin 9 Maret 2026.
Nenek Kobak dibekuk setelah Satgas ODC mendeteksi keberadaannya yang dilanjutkan dengan pengejaran dan berhasil melakukan penangkapan di area Gereja GIDI Kali Brasa, Dekai, Yahukimo.
“Tersangka sempat meninggalkan kendaraan dan melarikan diri ke arah hutan. Setelah dilakukan penyisiran oleh tim di sekitar lokasi, tersangka akhirnya berhasil diamankan,” jelas Yusuf.
Aparat juga turut mengamankan sejumlah barang dari tangan tersangka. Di antaranya uang tunai sekitar Rp1.135.000, satu handphone, satu tas hitam, satu noken hijau, satu senter, serta satu charger handphone.
Satgas ODC kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah pelaku di Jalan Gunung, Kampung Tomon 2, Dekai, Minggu 8 Maret 2026.
Aparat juga menggeledah beberapa rumah lainnya yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB di wilayah Yahukimo.
Dalam penggeladahan itu, ditemukan empat butir amunisi kaliber 5,56 mm, dua butir amunisi kaliber 9 mm, besi runcing, tas dan noken dan dokumen pribadi milik tersangka.
Termasuk busur dan 31 anak panah, empat parang, tiga kapak, satu sangkur, dua pisau dapur, satu proyektil kaliber 5,56 mm, serta 45 selongsong amunisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm.
Yusuf menambahkan, tersangka diduga memiliki peran dalam kegiatan operasional kelompok serta terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Yahukimo.
“Saat ini tersangka telah diamankan dan proses penyidikan masih terus berjalan untuk mendalami keterlibatan yang bersangkutan dalam berbagai peristiwa lainnya,” ujar Yusuf.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan, langkah yang dilakukan aparat merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga situasi keamanan di Papua, khususnya di wilayah Yahukimo. Terhadap setiap pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan masyarakat, aparat akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Faizal.
Wakil Kepala Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pihaknya memastikan berupaya menjaga situasi keamanan tetap kondusif di Yahukimo dan wilayah Papua Pegunungan.
“Mmasyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










