BOVEN DIGOEL, Koranpapua.id- Masyarakat Distrik Manggelum, Boven Digoel, Papua Selatan, menyambut positif dan bahagia setelah mendapatkan kunjungan tim kesehatan dari Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas Yonif 126/KC.
Rasa bahagia itu, bukan dikarenakan diberikan oleh-oleh atau hadiah oleh para prajurit TNI, tetapi karena mendapatkan pelayanan kesehatan yang sudah cukup lama mereka rindukan.
Kondisi wilayah yang cukup jauh, ditambah keterbatasan tenaga kesehatan (Nakes) serta fasilitas, membuat warga Distrik Manggelum sering kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Hari itu, Rabu 4 Maret 2026, personel kesehatan Satgas Yon Parako 466 memutuskan untuk berkunjung ke wilayah Manggelum, dengan satu tujuan melayani masyarakat sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang tinggal di wilayah pedalaman Papua.
Di sana, para prajurit memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi, serta pengobatan ringan secara gratis kepada warga yang datang ke pos.
Danpos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Kapten Pas Dimas Yusup, S.T.Han menuturkan, minimnya sarana kesehatan di Manggelum membuat sebagian masyarakat memilih berobat ke Pos Satgas Korpasgat maupun Pos Satgas Yonif 126/KC.

“Kehadiran TNI di wilayah penugasan tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan masyarakat sesuai kemampuan dan kewenangan,” ujar Dimas dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Jumat 6 Maret 2026.
Dikatakan, Satgas Yon Parako 466 bertugas menjaga keamanan Bandara perintis Manggelum, mendukung kelancaran lalu lintas udara, serta memastikan situasi tetap kondusif.
Selain itu, memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bandara perintis Manggelum merupakan jalur vital distribusi logistik dan mobilitas masyarakat pedalaman.
Oleh karena itu, pengamanan dan kelancaran operasionalnya sangat penting bagi stabilitas dan kesejahteraan warga.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kehadiran TNI tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penugasan,” pungkas Dimas. (Redaksi)







