ADVERTISEMENT
Selasa, Juli 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Pelatihan VCO YPMAK: Ubah Kelapa Jadi Sumber Penghasilan Berkelanjutan, Dr. Leonardus: Dorong Perubahan Kebiasaan

25 Februari 2026
0
Pelatihan VCO YPMAK: Ubah Kelapa Jadi Sumber Penghasilan Berkelanjutan, Dr. Leonardus: Dorong Perubahan Kebiasaan

Pembukaan pelatihan produksi minyak goreng kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) berbasis potensi lokal, teknologi tepat guna, dan berkelanjutan yang digelar YPMAK di salah satu Hotel di Timika. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

“Ini momentum besar bagi orang Mimika dan Amungme untuk membangun masa depan baru berbasis potensi lokal. Kita harus berubah ke arah yang lebih baik”.

TIMIKA, Koranpapua.id– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar pelatihan produksi minyak goreng kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) berbasis potensi lokal, teknologi tepat guna, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang diperuntukkan bagi kelompok binaan YPMAK wilayah pesisir ini berlangsung di salah satu hotel di Timika pada 25–28 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa pengembangan VCO menjadi salah satu misi YPMAK di tahun 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Tahun ini kita punya misi untuk memastikan VCO benar-benar beroperasi. Banyak dari kita makan kelapa setiap hari, tetapi belum menyadari nilai ekonominya. Melalui pelatihan ini, kita belajar manfaat dan potensi besarnya,” kata Leonardus.

Baca Juga

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan program kopi untuk wilayah pegunungan guna menciptakan keseimbangan ekonomi antara masyarakat pesisir dan wilayah highland (pegunungan).

Menurutnya, akses ekonomi di wilayah pesisir relatif lebih mudah dibandingkan daerah pegunungan yang memiliki tantangan tersendiri.

Karena itu, YPMAK mendorong hadirnya program pemberdayaan yang menyasar mama-mama dan keluarga di wilayah pegunungan agar memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.

“Kita ingin ada keseimbangan. Pesisir dengan kelapa dan VCO, pegunungan dengan kopi. Semua sumber daya yang ada harus dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat Mimika,” ujarnya.

Dorong Perubahan Pola Pikir

Leonardus juga mengajak masyarakat untuk mulai beralih dari pola eksploitasi sumber daya alam menuju pola budidaya dan pengelolaan berkelanjutan.

Ia mencontohkan praktik penangkapan ikan dan kepiting yang tidak terkendali dapat mengancam keberlanjutan sumber daya.

Karena itu, masyarakat perlu melakukan “shifting” atau perubahan kebiasaan, dari sekadar mengambil hasil alam menjadi membudidayakan dan mengelolanya secara bertanggung jawab.

“Kelapa ada di kampung-kampung. Ini peluang besar. Kita harus mulai menanam, membudidayakan, mengolah, dan memasarkan sendiri hasilnya untuk kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Ia pun mendorong seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan belajar dari narasumber yang telah berhasil mengekspor VCO dari Papua ke pasar luar negeri.

“Ini momentum besar bagi orang Mimika dan Amungme untuk membangun masa depan baru berbasis potensi lokal. Kita harus berubah ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Dorei Kelapa Mandiri, Diah Miryam Mamoribo, yang hadir sebagai narasumber, mengatakan kelapa merupakan anugerah alam yang melimpah di Papua.

Namun selama ini kelapa belum dikelola secara optimal dan belum memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis agar kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah,” ujarnya.

“Tetapi kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti minyak goreng dan VCO yang bermanfaat bagi kesehatan, ekonomi keluarga, dan lingkungan,” jelasnya.

Tekankan Teknologi Tepat Guna

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali penerapan teknologi tepat guna, yakni teknologi yang sederhana, efisien, mudah diterapkan, serta sesuai dengan kondisi lokal.

Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan mampu memproduksi minyak kelapa dan VCO secara mandiri, higienis, dan konsisten tanpa ketergantungan pada peralatan mahal maupun sistem yang rumit.

Selain aspek teknis, pelatihan juga menekankan prinsip keberlanjutan. Proses produksi yang diajarkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi.

Tetapi juga ramah lingkungan, meminimalisir limbah, serta mendorong pemanfaatan seluruh bagian kelapa secara bijak dan berkelanjutan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

14 Juli 2026
Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

14 Juli 2026
Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

14 Juli 2026
Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

14 Juli 2026
Pemeriksaan Dini Bayi Terlahir dengan Ibu Penderita HIV, Kemenkes Didesak Pengadaan Reagen

Pemeriksaan Dini Bayi Terlahir dengan Ibu Penderita HIV, Kemenkes Didesak Pengadaan Reagen

14 Juli 2026
Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

14 Juli 2026

POPULER

  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    686 shares
    Bagikan 274 Tweet 172
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Bergeser dari Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Jabat Dirreskrimsus Polda Papua

    719 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Markas Kodal Drone TNI untuk Perkuat Operasi di Papua Berdudukan di Timika

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Tim Harmonisasi Tapal Batas Tiga Kabupaten dan Pemprov Papua Tengah Turun ke Kapiraya

Tim Harmonisasi Tapal Batas Tiga Kabupaten dan Pemprov Papua Tengah Turun ke Kapiraya

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Segera Eksekusi Program Strategis, Bupati Mimika: Setiap Rupiah yang Dibelanjakan Harus Bermanfaat untuk Masyarakat

Kasus Penganiayaan Dokter dan Perawat di RSUD Yowari Dilaporkan ke Polisi

Kasus Penganiayaan Dokter dan Perawat di RSUD Yowari Dilaporkan ke Polisi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id