ADVERTISEMENT
Sabtu, Mei 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Pelatihan VCO YPMAK: Ubah Kelapa Jadi Sumber Penghasilan Berkelanjutan, Dr. Leonardus: Dorong Perubahan Kebiasaan

25 Februari 2026
0
Pelatihan VCO YPMAK: Ubah Kelapa Jadi Sumber Penghasilan Berkelanjutan, Dr. Leonardus: Dorong Perubahan Kebiasaan

Pembukaan pelatihan produksi minyak goreng kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) berbasis potensi lokal, teknologi tepat guna, dan berkelanjutan yang digelar YPMAK di salah satu Hotel di Timika. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

“Ini momentum besar bagi orang Mimika dan Amungme untuk membangun masa depan baru berbasis potensi lokal. Kita harus berubah ke arah yang lebih baik”.

TIMIKA, Koranpapua.id– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar pelatihan produksi minyak goreng kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) berbasis potensi lokal, teknologi tepat guna, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang diperuntukkan bagi kelompok binaan YPMAK wilayah pesisir ini berlangsung di salah satu hotel di Timika pada 25–28 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa pengembangan VCO menjadi salah satu misi YPMAK di tahun 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Tahun ini kita punya misi untuk memastikan VCO benar-benar beroperasi. Banyak dari kita makan kelapa setiap hari, tetapi belum menyadari nilai ekonominya. Melalui pelatihan ini, kita belajar manfaat dan potensi besarnya,” kata Leonardus.

Baca Juga

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan program kopi untuk wilayah pegunungan guna menciptakan keseimbangan ekonomi antara masyarakat pesisir dan wilayah highland (pegunungan).

Menurutnya, akses ekonomi di wilayah pesisir relatif lebih mudah dibandingkan daerah pegunungan yang memiliki tantangan tersendiri.

Karena itu, YPMAK mendorong hadirnya program pemberdayaan yang menyasar mama-mama dan keluarga di wilayah pegunungan agar memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.

“Kita ingin ada keseimbangan. Pesisir dengan kelapa dan VCO, pegunungan dengan kopi. Semua sumber daya yang ada harus dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat Mimika,” ujarnya.

Dorong Perubahan Pola Pikir

Leonardus juga mengajak masyarakat untuk mulai beralih dari pola eksploitasi sumber daya alam menuju pola budidaya dan pengelolaan berkelanjutan.

Ia mencontohkan praktik penangkapan ikan dan kepiting yang tidak terkendali dapat mengancam keberlanjutan sumber daya.

Karena itu, masyarakat perlu melakukan “shifting” atau perubahan kebiasaan, dari sekadar mengambil hasil alam menjadi membudidayakan dan mengelolanya secara bertanggung jawab.

“Kelapa ada di kampung-kampung. Ini peluang besar. Kita harus mulai menanam, membudidayakan, mengolah, dan memasarkan sendiri hasilnya untuk kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Ia pun mendorong seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan belajar dari narasumber yang telah berhasil mengekspor VCO dari Papua ke pasar luar negeri.

“Ini momentum besar bagi orang Mimika dan Amungme untuk membangun masa depan baru berbasis potensi lokal. Kita harus berubah ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Dorei Kelapa Mandiri, Diah Miryam Mamoribo, yang hadir sebagai narasumber, mengatakan kelapa merupakan anugerah alam yang melimpah di Papua.

Namun selama ini kelapa belum dikelola secara optimal dan belum memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis agar kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah,” ujarnya.

“Tetapi kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti minyak goreng dan VCO yang bermanfaat bagi kesehatan, ekonomi keluarga, dan lingkungan,” jelasnya.

Tekankan Teknologi Tepat Guna

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali penerapan teknologi tepat guna, yakni teknologi yang sederhana, efisien, mudah diterapkan, serta sesuai dengan kondisi lokal.

Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan mampu memproduksi minyak kelapa dan VCO secara mandiri, higienis, dan konsisten tanpa ketergantungan pada peralatan mahal maupun sistem yang rumit.

Selain aspek teknis, pelatihan juga menekankan prinsip keberlanjutan. Proses produksi yang diajarkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi.

Tetapi juga ramah lingkungan, meminimalisir limbah, serta mendorong pemanfaatan seluruh bagian kelapa secara bijak dan berkelanjutan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

30 Mei 2026
SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

30 Mei 2026
Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

30 Mei 2026
Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

30 Mei 2026
Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

30 Mei 2026
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

29 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    710 shares
    Bagikan 284 Tweet 178
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Dukung Talenta Anak Muda, Pemkab Nduga Diminta Bangun Fasilitas Olahraga

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Tim Harmonisasi Tapal Batas Tiga Kabupaten dan Pemprov Papua Tengah Turun ke Kapiraya

Tim Harmonisasi Tapal Batas Tiga Kabupaten dan Pemprov Papua Tengah Turun ke Kapiraya

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Segera Eksekusi Program Strategis, Bupati Mimika: Setiap Rupiah yang Dibelanjakan Harus Bermanfaat untuk Masyarakat

Kasus Penganiayaan Dokter dan Perawat di RSUD Yowari Dilaporkan ke Polisi

Kasus Penganiayaan Dokter dan Perawat di RSUD Yowari Dilaporkan ke Polisi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id