ADVERTISEMENT
Selasa, Juli 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Bertahan Hidup dengan Kantong Plastik, ABK KM Putra Kuantan Selamat dari Maut di Laut Mimika

Selama berjam-jam Suriadi bertahan di laut lepas tanpa alat keselamatan, hingga akhirnya sekitar pukul 09.00 WIT ditemukan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

20 Januari 2026
0
Bertahan Hidup dengan Kantong Plastik, ABK KM Putra Kuantan Selamat dari Maut di Laut Mimika

Suriadi, salah satu anak buah kapal (ABK) KM Putra Kuantan yang ditemukan terakhir. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Suriadi, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Putra Kuantan, menjadi penumpang terakhir yang ditemukan setelah kapal tersebut tenggelam di Perairan Mimika, Papua Tengah, Senin malam 19 Januari 2026.

Ia berhasil bertahan hidup selama berjam-jam di tengah laut hanya dengan memanfaatkan kantong plastik ikan sebagai pelampung.

ADVERTISEMENT

Menurut penuturannya, insiden terjadi sesaat setelah KM Putra Kuantan dihantam gelombang tinggi dari arah belakang dan samping sekitar pukul 18. 00 WIT.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Saat kapal mulai terbalik, Suryadi yang mengaku panik langsung berusaha menyelamatkan diri.

Baca Juga

DPRD Papua Tengah Serahkan Aspirasi Keamanan ke DPR RI, Minta Segera Ditindaklanjuti

Harga Sirih di Timika Tembus Rp220 Ribu per Kilogram, Naik Dua Kali Lipat

“Saya kaget, air sudah masuk. Saya langsung keluar, mau pegang kapal tapi sudah tidak bisa. Kapal sudah jauh,” ungkapnya saat jumpa pers di Lanal Timika Selasa 20 Januari 2026.

Terpisah dari rekan-rekannya, Suriadi terombang-ambing sendirian di laut sejak selepas waktu magrib.

Dalam kondisi darurat itu, ia menemukan kantong plastik bening yang biasa digunakan untuk menyimpan ikan.

Kantong tersebut kemudian diikat dan digunakan sebagai alat bantu mengapung.

“Itu kantong plastik ikan, yang bening. Saya pakai untuk bertahan supaya tidak tenggelam,” ujarnya.

Selama berjam-jam Suriadi bertahan di laut lepas tanpa alat keselamatan, hingga akhirnya sekitar pukul 09.00 WIT ia ditemukan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Kronologi Singkat Kejadian

Nakhoda KM Putra Kuantan, Bashir, menjelaskan kapal bertolak dari Timika menuju arah barat pada Senin sore.

Saat berada sekitar 12 mil dari perairan Timika, kapal menghadapi cuaca buruk dengan gelombang tinggi mencapai hampir dua meter disertai angin kencang.

Melihat kondisi tidak memungkinkan, ia memutuskan untuk berbalik arah, namun keberuntungan belum berpihak padanya.

Sekitar pukul 19.00 WIT, ombak menghantam kapal dari arah belakang dan samping sehingga kapal miring dan akhirnya terbalik di perairan Laut Arafura.

“Sudah setengah jam kami berlayar untuk kembali, tapi kapal tidak mampu melawan ombak. Ombak datang dari belakang dan samping, kapal terus miring sampai terbalik,” ujar Bashir.

Dengan ditemukannya Suryadi, seluruh 13 ABK KM Putra Kuantan dipastikan selamat.

Saat ini, para korban masih menjalani pemulihan fisik dan psikologis di Lanal Timika sebelum diserahkan kepada pihak pengurus kapal untuk proses selanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KM Putra Siantan dengan 13 orang penumpang yang berlayar dari Dobo menuju Timika dilaporkan tenggelam di perairan Timika pada Senin malam 19 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WIT.

Sebanyak 12 penumpang berhasil diselamatkan oleh KRI Banjarmasin yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Namun, satu penumpang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Menerima laporan insiden tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery, pada Selasa pagi langsung mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan operasi pencarian.

Tim SAR gabungan yang dikerahkan terdiri dari Rescuer SAR Timika, TNI Angkatan Laut, serta Pol Airud Timika.

Operasi pencarian dilakukan menggunakan kapal cepat RB 217 Timika, dengan menyisir lokasi sekitar perairan tempat kapal dilaporkan tenggelam. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

DPRD Papua Tengah Serahkan Aspirasi Keamanan ke DPR RI, Minta Segera Ditindaklanjuti

DPRD Papua Tengah Serahkan Aspirasi Keamanan ke DPR RI, Minta Segera Ditindaklanjuti

28 Juli 2026
Harga Sirih di Timika Tembus Rp220 Ribu per Kilogram, Naik Dua Kali Lipat

Harga Sirih di Timika Tembus Rp220 Ribu per Kilogram, Naik Dua Kali Lipat

28 Juli 2026
Polisi Periksa 8 Siswa SMA Terkait Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Nabire

Polisi Periksa 8 Siswa SMA Terkait Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Nabire

28 Juli 2026
DPRK Mimika Mulai Bahas LKPJ Bupati 2025, Tegaskan Evaluasi untuk Perbaikan Tata Kelola

DPRK Mimika Mulai Bahas LKPJ Bupati 2025, Tegaskan Evaluasi untuk Perbaikan Tata Kelola

28 Juli 2026
Sunset Run Meriahkan HUT Ke-81 RI di Mimika, Kuota 500 Peserta Diserbu 3.000 Pendaftar

Sunset Run Meriahkan HUT Ke-81 RI di Mimika, Kuota 500 Peserta Diserbu 3.000 Pendaftar

28 Juli 2026
Pemkab Mimika Ingatkan Fasilitas Kesehatan Kelola Limbah B3 Sesuai Aturan

Yan Mandenas Minta WNA Pelaku Kejahatan Diproses Pidana, Bukan Sekadar Dideportasi

28 Juli 2026

POPULER

  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    709 shares
    Bagikan 284 Tweet 177
  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    689 shares
    Bagikan 276 Tweet 172
  • Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Kunker ke Timika: Komisi III DPR RI Soroti Pertambangan Ilegal, Dugaan Korupsi hingga Dana Otsus di Papua Tengah

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Kerusakan Lingkungan Terus Terjadi Akibat Penambangan Liar, Lembaga Adat Papua Dukung Instruksi Presiden

Kerusakan Lingkungan Terus Terjadi Akibat Penambangan Liar, Lembaga Adat Papua Dukung Instruksi Presiden

Buku ‘We All Want to Live in Peace’ Kenangan Mahasiswa Papua di London untuk Presiden Prabowo

Buku 'We All Want to Live in Peace' Kenangan Mahasiswa Papua di London untuk Presiden Prabowo

Shine Papua Edunation Berkontribusi Besar untuk Dunia Pendidikan di Papua Barat Daya

Shine Papua Edunation Berkontribusi Besar untuk Dunia Pendidikan di Papua Barat Daya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id