TIMIKA, Koranpapua.id- Masyarakat delapan kabupaten di wilayah Provinsi Papua Tengah, diingatkan selalu waspada terjangkitnya virus Super Flu yang belakangan ini telah masuk di beberapa kota di Indonesia.
Seperti diketahui, virus yang populer dengan sebutan varian virus influenza A (H3N2 subclade K), dalam penyebarannya lebih cepat dan menimbulkan gejala lebih itens dari flu biasa.
Seperti demam tinggi, yeri otot parah, kelelahan ekstrem, batuk persistan. Meskipun mirip flu musiman, namun durasi penyakit lebih lama serta dampak klinisnya lebih berat.
Mengantisipasi masuknya virus tersebut ke wilayah Papua Tengah, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Papua Tengah, mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 400.7/006.01/DKP2KB.
Surat edaran ini terkait dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini serta upaya pencegahan terhadap penyakit saluran pernapasan akut, dengan tingkat penularan tinggi yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat.
Agus selaku Plt. Kepala Dinas DKP2KB Provinsi Papua Tengah menyampaikan, melalui surat edaran ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko penularan Super Flu.
Termasuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten dan memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan di Provinsi Papua Tengah.
Agus juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan dan pemangku kepentingan untuk memperhatikan beberapa hal ini.
- Selalu mengikuti perkembangan informasi resmi terkait Super Flu yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
- Meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan diri, dengan cara, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.Menggunakan masker apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, menghindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala demam, batuk, atau sesak napas.
- Menunda atau membatasi perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah yang teridentifikasi memiliki peningkatan kasus Super Flu, serta meningkatkan kewaspadaan bagi pendatang dari wilayah tersebut.
Dan bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah dengan potensi penularan, agar senantiasa mengikuti arahan dan ketentuan pencegahan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat dan fasilitas kesehatan (Faskes).
Apabila mengalami gejala yang mengarah pada Super Flu, agar, segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Dan melakukan isolasi mandiri sementara, melaporkan kondisi kesehatan kepada Puskesmas, Rumah Sakit, atau Dinas Kesehatan setempat.
Agus juga meminta fasilitas pelayanan kesehatan agar, meningkatkan kesiapsiagaan deteksi dini dan surveilans, menyediakan sarana pencegahan infeksi, melaporkan secara berjenjang setiap temuan kasus suspek Super Flu.
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar dapat meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah dalam pelaksanaan surveilans, pelaporan kasus, dan respons kesehatan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. (Redaksi)










