ADVERTISEMENT
Jumat, Maret 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Uskup Bernardus Bofitwos Tegas Tolak Proyek Sawit di Papua: Ini Kejahatan Lingkungan Paling Besar

Uskup Bernardus juga mengimbau masyarakat adat agar bersatu dan mengawasi pejabat lokal yang berpotensi menjual tanah adat demi kepentingan politik sesaat.

7 Januari 2026
0
Uskup Bernardus Bofitwos Tegas Tolak Proyek Sawit di Papua: Ini Kejahatan Lingkungan Paling Besar

Uskup Timika, Bernardus Bofitwos Baru. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Uskup Timika, Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menegaskan penolakannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk memperluas perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua.

Menurut Uskup Bernardus, pengalaman kerusakan lingkungan di wilayah lain menjadi alasan kuat penolakannya terhadap proyek sawit di Papua.

ADVERTISEMENT

“Kami dari pihak gereja tentu tetap menolak karena itu situasi yang saya saksikan sendiri di Sumatera yang hancur semua itu,” ujarnya kepada awak media di Timika Rabu 7 Januari 2025.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menilai proyek kelapa sawit kerap dijadikan kedok untuk eksploitasi sumber daya alam lainnya, terutama kayu dan tambang.

Baca Juga

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

“Proyek kelapa sawit itu kan bukan hanya satu proyek, itu kan mereka pakai proyek kelapa sawit tapi sasarannya kayu. Jadi mereka ambil kayu, setelah kayu, di bawah perutnya, di bawah tanah itu lagi,” kata Uskup.

Menurutnya, praktik konsesi berlapis tersebut dilakukan secara sistematis dan tersembunyi.

“Jadi mereka konsesi di atas konsesi dengan menyembunyikan diri lewat kelapa sawit. Semua kongkalikong, banyak sekali itu konsesinya akhirnya rusak semua jadinya,” tegasnya.

Uskup Bernardus menilai kondisi tersebut sebagai bentuk kejahatan lingkungan yang serius, bahkan merupakan, kejahatan paling besar.

“Papua ini kan salah satu hutan tropis terakhir. Ini paru-paru dunia ini. Jadi ya stop untuk babat-babat hutan lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Uskup Bernardus mendorong para gubernur dan bupati di seluruh Tanah Papua untuk bersikap tegas menolak penambahan perkebunan sawit melalui regulasi daerah.

“Baik kalau seluruh gubernur di tanah Papua dan bupati-bupati menolak pernyataan Presiden itu,” pungkasnya.

“Kemudian kalau bisa ya masing-masing kabupaten, gubernur, buat laporan tentang kelapa sawit yang sudah ada,” tambahnya.

Ia menilai penerbitan Peraturan Daerah (Perda) menjadi langkah paling krusial, sebab lewat Perda tidak ada lagi ruang eksploitasi dan penambahan perkebunan kelapa sawit di tanah papua.

“Saya kira itu yang paling utama,” tegasnya.

Uskup Bernardus juga mengimbau masyarakat adat agar bersatu dan mengawasi pejabat lokal yang berpotensi menjual tanah adat demi kepentingan politik sesaat.

Menurutnya, tindakan menjual tanah adat sama dengan mewariskan kerusakan bagi generasi mendatang.

“Itu apa namanya melakukan kejahatan dan mewariskan kejahatan dan kerusakan kepada anak cucu itu jadinya,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa tanah dan hutan Papua tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosiologis, filosofis, dan religius.

Menutup pernyataannya, Uskup Bernardus menyerukan persatuan masyarakat adat, akademisi, dan pejabat yang memiliki komitmen moral untuk menjaga hak ulayat dan kelestarian alam Papua.

“Kalau semua ini habis ya semua punah jadinya, dunia ini Tuhan ciptakan supaya heterogen, bukan monokultur,” pungkasnya (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

12 Maret 2026
Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

12 Maret 2026
YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

12 Maret 2026
Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

12 Maret 2026
Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-Pura Meninggal, Simson Selamat dari Maut

Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

12 Maret 2026
Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

12 Maret 2026

POPULER

  • Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    692 shares
    Bagikan 277 Tweet 173
  • Lantik 282 Pejabat Pemkab Mimika, Johannes Rettob: Bukan Karena Suka atau Tidak Suka

    654 shares
    Bagikan 262 Tweet 164
  • THR ASN 2026: Pemkab Mimika Siapkan Rp20 Miliar Lebih, Pembayaran Tunggu Petunjuk Pusat

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
  • Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Petugas Kebersihan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Pernyataan Kadis DLH Mimika Jefri Deda

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Anton Alom Kritik Penunjukan Plt Sekwan Mimika “Ini Penghinaan Lembaga DPR”

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Kado Natal dan Tahun Baru, DPC BMP Salurkan Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Kurang Mampu di Mimika

Kado Natal dan Tahun Baru, DPC BMP Salurkan Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Kurang Mampu di Mimika

Kejagung Mutasi Besar-besaran, Putu Eka Suyantha Jabat Kajari Mimika

Kejagung Mutasi Besar-besaran, Putu Eka Suyantha Jabat Kajari Mimika

77.500 Pekerja Rentan di Papua Barat Daya Dilindungi BPJS, Tertinggi di Indonesia

77.500 Pekerja Rentan di Papua Barat Daya Dilindungi BPJS, Tertinggi di Indonesia

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id