ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Uskup Bernardus Bofitwos Tegas Tolak Proyek Sawit di Papua: Ini Kejahatan Lingkungan Paling Besar

Uskup Bernardus juga mengimbau masyarakat adat agar bersatu dan mengawasi pejabat lokal yang berpotensi menjual tanah adat demi kepentingan politik sesaat.

7 Januari 2026
0
Uskup Bernardus Bofitwos Tegas Tolak Proyek Sawit di Papua: Ini Kejahatan Lingkungan Paling Besar

Uskup Timika, Bernardus Bofitwos Baru. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Uskup Timika, Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menegaskan penolakannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk memperluas perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua.

Menurut Uskup Bernardus, pengalaman kerusakan lingkungan di wilayah lain menjadi alasan kuat penolakannya terhadap proyek sawit di Papua.

“Kami dari pihak gereja tentu tetap menolak karena itu situasi yang saya saksikan sendiri di Sumatera yang hancur semua itu,” ujarnya kepada awak media di Timika Rabu 7 Januari 2025.

Ia menilai proyek kelapa sawit kerap dijadikan kedok untuk eksploitasi sumber daya alam lainnya, terutama kayu dan tambang.

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

“Proyek kelapa sawit itu kan bukan hanya satu proyek, itu kan mereka pakai proyek kelapa sawit tapi sasarannya kayu. Jadi mereka ambil kayu, setelah kayu, di bawah perutnya, di bawah tanah itu lagi,” kata Uskup.

Menurutnya, praktik konsesi berlapis tersebut dilakukan secara sistematis dan tersembunyi.

“Jadi mereka konsesi di atas konsesi dengan menyembunyikan diri lewat kelapa sawit. Semua kongkalikong, banyak sekali itu konsesinya akhirnya rusak semua jadinya,” tegasnya.

Uskup Bernardus menilai kondisi tersebut sebagai bentuk kejahatan lingkungan yang serius, bahkan merupakan, kejahatan paling besar.

“Papua ini kan salah satu hutan tropis terakhir. Ini paru-paru dunia ini. Jadi ya stop untuk babat-babat hutan lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Uskup Bernardus mendorong para gubernur dan bupati di seluruh Tanah Papua untuk bersikap tegas menolak penambahan perkebunan sawit melalui regulasi daerah.

“Baik kalau seluruh gubernur di tanah Papua dan bupati-bupati menolak pernyataan Presiden itu,” pungkasnya.

“Kemudian kalau bisa ya masing-masing kabupaten, gubernur, buat laporan tentang kelapa sawit yang sudah ada,” tambahnya.

Ia menilai penerbitan Peraturan Daerah (Perda) menjadi langkah paling krusial, sebab lewat Perda tidak ada lagi ruang eksploitasi dan penambahan perkebunan kelapa sawit di tanah papua.

“Saya kira itu yang paling utama,” tegasnya.

Uskup Bernardus juga mengimbau masyarakat adat agar bersatu dan mengawasi pejabat lokal yang berpotensi menjual tanah adat demi kepentingan politik sesaat.

Menurutnya, tindakan menjual tanah adat sama dengan mewariskan kerusakan bagi generasi mendatang.

“Itu apa namanya melakukan kejahatan dan mewariskan kejahatan dan kerusakan kepada anak cucu itu jadinya,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa tanah dan hutan Papua tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosiologis, filosofis, dan religius.

Menutup pernyataannya, Uskup Bernardus menyerukan persatuan masyarakat adat, akademisi, dan pejabat yang memiliki komitmen moral untuk menjaga hak ulayat dan kelestarian alam Papua.

“Kalau semua ini habis ya semua punah jadinya, dunia ini Tuhan ciptakan supaya heterogen, bukan monokultur,” pungkasnya (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Kado Natal dan Tahun Baru, DPC BMP Salurkan Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Kurang Mampu di Mimika

Kado Natal dan Tahun Baru, DPC BMP Salurkan Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Kurang Mampu di Mimika

Kejagung Mutasi Besar-besaran, Putu Eka Suyantha Jabat Kajari Mimika

Kejagung Mutasi Besar-besaran, Putu Eka Suyantha Jabat Kajari Mimika

77.500 Pekerja Rentan di Papua Barat Daya Dilindungi BPJS, Tertinggi di Indonesia

77.500 Pekerja Rentan di Papua Barat Daya Dilindungi BPJS, Tertinggi di Indonesia

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id