JAYAPURA, Koranpapua.id- Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) prevalensi stunting di Papua mencapai 28,6 persen.
Prosentasi ini menempatkan stunting masih menjadi isu strategis nasional, khususnya di Provinsi Papua yang masih menghadapi tantangan serius.
Angka prevalensi stunting di Papua mencapai 28,6 persen, masih jauh dari target prevalensi stunting secara nasional yaitu 14,2% yang ditetapkan pada RPJMN dan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (STRANAS P2K) 2025/2029.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan, terutama di wilayah dengan prevalensi tinggi.
Sebagai wujud dukungan terhadap Program Pemerintah tersebut, PT ASABRI (Persero) melalui Kantor Cabang ASABRI Jayapura, melaksanakan program TUNAS (Bersatu Mencegah Stunting) di wilayah Papua.
Program ini sebagai bagian dari peran perusahaan dalam mendampingi masyarakat sejak fase paling awal kehidupan.
Membantu mengurangi kesenjangan penanganan stunting di daerah dengan prevalensi tinggi, yang diwujudkan melalui penyaluran bantuan paket makanan tambahan bergizi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program TUNAS dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Papua di Polsek Muara Tami, Jayapura.
Dalam pelaksanaannya, Program TUNAS menjangkau sebanyak 143 penerima manfaat.
Terdiri atas ibu menyusui berisiko kekurangan gizi serta anak usia 659 bulan yang berisiko stunting di wilayah Koya, Distrik Muara Tami, Jayapura.
Para penerima manfaat tersebut memperoleh paket makanan tambahan bergizi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dasar pada fase krusial tumbuh kembang anak.
Selain itu pelaksanaan Program TUNAS juga didukung dengan kehadiran tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Papua, yang turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan anak yang hadir.
Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan, sekaligus memastikan gizi yang diberikan berjalan lebih optimal.
Pelaksanaan Program TUNAS juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan Asta Cita Nomor 4 tentang penguatan pembangunan sumber daya manusia.
Serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Pjs. Kepala Kantor Cabang ASABRI Jayapura, Bayu Subiantoro, menyampaikan bahwa pelaksanaan program disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kami memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran kepada ibu menyusui dan anak-anak yang membutuhkan,” ujar Bayu yang dilansir Koran BUMN, Senin 5 Januari 2026.
“Kolaborasi dengan Polda Papua sebagai institusi dan sebagai peserta kami, menjadi faktor penting agar program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bersama menurunkan angka stunting di Papua,” pungkasnya.
Melalui program TUNAS, ASABRI berperan serta dalam mendorong pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Pendekatan ini mencerminkan komitmen ASABRI untuk tidak hanya hadir sebagai penyelenggara layanan jaminan sosial bagi Peserta ASABRI.
Tetapi juga sebagai entitas yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan ASABRI, Okki Jatnika, menyampaikan bahwa upaya pencegahan stunting merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi bangsa.
“Stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan anak hari ini, tetapi juga menentukan kualitas generasi di masa depan. Melalui program TUNAS, ASABRI berupaya hadir mendampingi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Okki. (Redaksi)










