ADVERTISEMENT
Senin, Mei 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Masuk Kategori Kerawanan Tinggi, Kompi Brimob Perlu Dibangun di Distrik Kwamki Narama

“Kita membutuhkan penguatan satuan Brimob melalui pembentukan satu kompi baru. Pemda Mimika diharapkan bantu pembebasan lahan. Kami sudah usulkan”.

20 Desember 2025
0
AKBP Billyandha Tegaskan Komitmen Ungkap Tiga Kasus Pembunuhan Beruntun di Timika

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, merupakan salah satu wilayah yang masuk kategori tingkat kerawanan cukup tinggi.

Untuk menekan dan memberikan kenyamanan, ketertiban dan keamanan yang kondusif, maka sudah saatnya kompi Brigade Mobil (Brimob) dibangun wilayah itu.

ADVERTISEMENT

Terkait dengan ini, Polres Mimika berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika ikut membantu dengan memberikan lahan sebagai lokasi pembangunan kompi Brimob.

Advertisement. Scroll to continue reading.

AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Kapolres Mimika mengatakan, pembentukan satu kompi baru di wilayah Kwamki Narama sangat diperlukan.

Baca Juga

YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

Cegah Perang Suku: Kemendagri Dorong Penyusunan Raperdasus dan Raperdasi, Kewenangan MRP

Apalagi saat ini Kabupaten Mimika saat ini berada dalam wilayah Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah.

“Kita membutuhkan penguatan satuan Brimob melalui pembentukan satu kompi baru. Pemda Mimika diharapkan bantu pembebasan lahan. Kami sudah usulkan,” ujar Kapolres kepada awak media, Jumat 19 Desember 2025.

Kapolres menjelaskan, Markas Komando (Mako) Brimob idealnya dibangun di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan konflik cukup tinggi.

Dan Distrik Kwamki Narama dinilai menjadi salah satu daerah yang kerap terjadi konflik sosial antarwarga.

Dengan dibangunnya kompi Brimob, setidaknya ketika terjadi konflik cepat mendapat respon dari pihak keamanan.

Kapolres menambahkan, bila usulan permohonan lahan segera disetujui Pemkab Mimika, maka proses pembangunan kompi Brimob sudah bisa dimulai tahun 2026.

Sekedar untuk diketahui, wilayah Distrik Kwamki Narama dikenal dengan sejarahnya sebagai daerah rawan konflik sejak tahun 1990-an.

Konflik yang terjadi di wilayah itu selalu bermula dipicu oleh hal-hal yang berkaitan dengan kriminal antarwarga yang kemudian berkembang menjadi kelompok suku.

Meski sering kali adanya komitmen warga dan pemerintah untuk membangun daerah itu menjadi lebih nyaman dan kondusif, namun tantangan seputar keamaman masih saja terus terjadi hingga saat ini. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

18 Mei 2026
Cegah Perang Suku: Kemendagri Dorong Penyusunan Raperdasus dan Raperdasi, Kewenangan MRP

Cegah Perang Suku: Kemendagri Dorong Penyusunan Raperdasus dan Raperdasi, Kewenangan MRP

18 Mei 2026
Serapan APBD Mimika Minim: Wabup Emanuel Tegur Pimpinan OPD Segera Eksekusi Program Kerja

Serapan APBD Mimika Masih 11,38 Persen, Marthen Mallisa Akui Realisasi Anggaran Lambat

18 Mei 2026
Serapan APBD Mimika Masih 11,38 Persen, Marthen Mallisa Akui Realisasi Anggaran Lambat

Serapan APBD Mimika Minim: Wabup Emanuel Tegur Pimpinan OPD Segera Eksekusi Program Kerja

18 Mei 2026
Wilayah Tenggara Boven Digoel Diguncang Gempa Magnitudo 5,2

Wilayah Tenggara Boven Digoel Diguncang Gempa Magnitudo 5,2

18 Mei 2026
Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

18 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    967 shares
    Bagikan 387 Tweet 242
  • Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Kasus Dugaan Korupsi Rp28 Miliar di KPU Mimika, Polisi Kumpulkan Data Tambahan

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Diterjang Kayu Gelondongan, Jembatan Sungai Pas Ambruk, Banjir Bandang Meluber ke Pemuliman Warga

Diterjang Kayu Gelondongan, Jembatan Sungai Pas Ambruk, Banjir Bandang Meluber ke Pemuliman Warga

Mobil Freeport Dilempar OTK di Mile 29 Mimika, Polisi Pastikan Bukan Kelompok Bersenjata

Mobil Freeport Dilempar OTK di Mile 29 Mimika, Polisi Pastikan Bukan Kelompok Bersenjata

1.322 Honorer di Mimika Terima SK PPPK, 189 Calon Terancam Dirumahkan

1.322 Honorer di Mimika Terima SK PPPK, 189 Calon Terancam Dirumahkan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id