ADVERTISEMENT
Senin, Mei 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Pasar Murah di Mimika Bantu Warga Hadapi Tekanan Inflasi Jelang Nataru

“Lebih murah di sini daripada di pasar. Harapannya kalau bisa, menjelang hari raya harga diturunkan lagi supaya masyarakat makin terbantu”.

18 Desember 2025
0
Ribuan Umat Katolik Papua Nugini Rayakan Petrus To Rot sebagai Santo Pertama Pribumi

Warga Mimika serbu pasar murah yang digelar di peletaran Emeneme Yauware. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar pasar murah berharga distributor.

Kegiatan positif ini guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menekan dampak inflasi yang kian dirasakan warga.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pasar murah tersebut berlangsung selama dua hari, pada 18–19 Desember 2025, bertempat di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika.

Baca Juga

SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran, sehingga meringankan beban masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah, dalam menyambut Nataru.

Tekanan inflasi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Oleh karena itu, pasar murah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjangkau menjelang hari besar keagamaan.

Salah satu lapak yang diminati warga adalah milik Pertamina Patra Niaga Papua, yang menyediakan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dengan harga distributor.

LPG ukuran 5,5 kilogram plus isi dijual seharga Rp500.000, sementara ukuran 12 kilogram plus isi Rp700.000.

Adapun harga isi ulang LPG 5,5 kilogram sebesar Rp175.000 dan ukuran 12 kilogram Rp320.000.

Ibu Elis, salah seorang warga yang berbelanja, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut, terlebih menjelang Natal.

“Ini sangat membantu sekali bagi kami ibu-ibu, apalagi mau Natal. Harga di sini lebih ringan dibandingkan di toko,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ibu Erni Menurutnya, pasar murah ini sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya, meski ia berharap pengaturan antrean dapat lebih diperhatikan.

“Secara umum sudah bagus dan sangat membantu jelang Natal, hanya saja antreannya perlu ditata lebih rapi supaya adil,” sarannya.

Sementara itu, seorang warga lainya menilai harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar karena barang didatangkan langsung dari distributor.

“Lebih murah di sini daripada di pasar. Harapannya kalau bisa, menjelang hari raya harga diturunkan lagi supaya masyarakat makin terbantu,” ungkapnya.

Melalui pasar murah ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menyambut Natal dengan lebih tenang, tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

18 Mei 2026
YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

18 Mei 2026
Cegah Perang Suku: Kemendagri Dorong Penyusunan Raperdasus dan Raperdasi, Kewenangan MRP

Cegah Perang Suku: Kemendagri Dorong Penyusunan Raperdasus dan Raperdasi, Kewenangan MRP

18 Mei 2026
Serapan APBD Mimika Minim: Wabup Emanuel Tegur Pimpinan OPD Segera Eksekusi Program Kerja

Serapan APBD Mimika Masih 11,38 Persen, Marthen Mallisa Akui Realisasi Anggaran Lambat

18 Mei 2026
Serapan APBD Mimika Masih 11,38 Persen, Marthen Mallisa Akui Realisasi Anggaran Lambat

Serapan APBD Mimika Minim: Wabup Emanuel Tegur Pimpinan OPD Segera Eksekusi Program Kerja

18 Mei 2026
Wilayah Tenggara Boven Digoel Diguncang Gempa Magnitudo 5,2

Wilayah Tenggara Boven Digoel Diguncang Gempa Magnitudo 5,2

18 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    967 shares
    Bagikan 387 Tweet 242
  • Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Kasus Dugaan Korupsi Rp28 Miliar di KPU Mimika, Polisi Kumpulkan Data Tambahan

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Ribuan Umat Katolik Papua Nugini Rayakan Petrus To Rot sebagai Santo Pertama Pribumi

Satgas Korpasgat Perkuat Keamanan dan Layanan Bandara Sinak Menjelang Natal dan Tahun Baru

Program Christmas Flight & Boat, 1.700 Karyawan Freeport dan Keluarga Mudik ke Kampung Halaman

Sedih! 700.000 Anak Papua Putus Sekolah, Alaram Keras Kegagalan Sistemik yang Selama ini Terabaikan

Sedih! 700.000 Anak Papua Putus Sekolah, Alaram Keras Kegagalan Sistemik yang Selama ini Terabaikan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id