ADVERTISEMENT
Senin, Mei 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

“Kementerian Agama adalah rumah bersama seluruh umat beragama. Kementerian Agama bukan milik satu agama. Menteri Agama bukan menteri satu agama. Semua agama harus dilibatkan dan duduk bersama”.

15 Desember 2025
0
Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat Seminar Natal Nasional dan Moderasi Beragama yang diselenggarakan Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia Provinsi Papua Barat Daya, Sorong, Sabtu 13 Desember 2025. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SORONG- Koranpapua.id- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa.

Hal ini disampaikannya saat membuka Seminar Natal Nasional dan Moderasi Beragama yang diselenggarakan Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), di Sorong pada Sabtu 13 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

Menurut Menag kemajuan ekonomi dan pembangunan fisik tidak akan bermakna tanpa kedamaian dan persatuan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hadir dalam kegiatan itu, Jeane Marie Tulung (Dirjen Bimas Kristen), Elisa Kambu (Gubernur PBD), Luksen Jems Mayor (Plt. Kakanwil Kemenag PBD) dan para tokoh agama di wilayah itu.

Baca Juga

Bertemu 12 Pimpinan PTS di Timika, Gubernur Meki: Riset dan Kajian Ilmiah Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

Pada kesempatan itu, Menag menyampaikan pengalamannya menghadiri pertemuan lintas agama di Vatikan beberapa waktu lalu.

Dari sejumlah deklarasi yang dihasilkan, Deklarasi Vatikan–Istiqlal menjadi salah satu yang pertama ditindaklanjuti karena menekankan penghentian dehumanisasi dan penguatan nilai kemanusiaan.

“Sudah saatnya bahasa agama menyatukan kemanusiaan. Tanpa agama, manusia tidak mungkin memanusiakan dirinya sendiri,” jelasnya.

Selain itu, Menag mengatakan, sejak awal menjabat Kementerian Agama mendorong penguatan dua gagasan utama, yakni Ekoteologi dan Kurikulum Cinta.

Keduanya sebagai pendekatan pembangunan kehidupan keagamaan yang berorientasi pada kemanusiaan dan keberlanjutan.

“Kita harus punya rasa dalam mengelola alam. Pelestarian lingkungan tidak boleh berpikir jangka pendek, tetapi harus memperhatikan masa depan,” ujarnya.

“Mari kita wariskan bumi yang indah untuk anak cucu kita. Inilah yang kami sebut Ekoteologi,” ajaknya.

Selain peran agama dalam pelestarian lingkungan Menag menekankan tentang peran agama dalam pengendalian dampak kecanggihan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

“Kecanggihan teknologi tanpa dasar moral agama dapat mengancam dehumanisasi. Karena itu, nilai-nilai agama harus menjadi tuntunan dalam perkembangan teknologi,” katanya.

Dalam konteks moderasi beragama, Menag menegaskan bahwa perbedaan keyakinan merupakan realitas yang harus dihormati.

“Kalau di sana Abraham, di sini Ibrahim. Jangan memaksakan yang berbeda menjadi sama, dan jangan pula memaksakan yang sama menjadi berbeda. Mari tetap berjalan bersama di tengah perbedaan,” ujar Menag.

Menag juga menegaskan bahwa Kementerian Agama adalah rumah bersama seluruh umat beragama.

“Kementerian Agama bukan milik satu agama. Menteri Agama bukan menteri satu agama. Semua agama harus dilibatkan dan duduk bersama,” katanya.

Ke depan, Menag berharap rumah ibadah dapat berfungsi sebagai pusat kemanusiaan yang terbuka bagi semua.

“Saya ingin rumah ibadah menjadi rumah besar bagi kemanusiaan. Saat mudik Lebaran maupun Natal, rumah ibadah bisa difungsikan sebagai posko kemanusiaan,” pungkasnya.

“Rumah ibadah adalah rumah kemanusiaan. Tamunya Katedral adalah tamunya Istiqlal, demikian sebaliknya,” tambah Menag.

Seminar Natal Nasional dan Moderasi Beragama ini diharapkan memperkuat peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan, merawat lingkungan, serta membangun peradaban bangsa yang berlandaskan nilai agama dan kemanusiaan. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemprov Papua Selatan Segera Tindak Lanjuti Aspirasi Pemekaran Kabupaten

Pemprov Papua Selatan Segera Tindak Lanjuti Aspirasi Pemekaran Kabupaten

24 Mei 2026
Bertemu 12 Pimpinan PTS di Timika, Gubernur Meki: Riset dan Kajian Ilmiah Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

Bertemu 12 Pimpinan PTS di Timika, Gubernur Meki: Riset dan Kajian Ilmiah Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

24 Mei 2026
Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

24 Mei 2026

Langkah Cepat Ribka Haluk Damaikan Konflik Suku di Wamena Perlu Diapresiasi

24 Mei 2026
Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV, LPPD Kabupaten di Papua Tengah Berkumpul di Nabire

Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV, LPPD Kabupaten di Papua Tengah Berkumpul di Nabire

24 Mei 2026
Dari Pulau Bonyom Fakfak, Uskup Timika Serukan Perlawanan terhadap Ketidakadilan di Tanah Papua

Dari Pulau Bonyom Fakfak, Uskup Timika Serukan Perlawanan terhadap Ketidakadilan di Tanah Papua

23 Mei 2026

POPULER

  • Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    704 shares
    Bagikan 282 Tweet 176
  • Perkelahian Dua Pria di Timika Berujung Korban Dilarikan ke RSMM, Pelaku Masuk Tahanan Polisi

    625 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Disaksikan Istri, Pencari Karaka di Timika Diterkam Buaya, SAR Lakukan Pencarian

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Tragedi Pendulang Emas di Awimbon: 10 Orang Tewas, Evakuasi Korban dan Penyelidikan Terus Berlanjut

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

Damai Natal di Distrik Sinak-Puncak, TNI dan Warga Erat Bersatu dalam Kasih Persaudaraan

Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

Satgas Korpasgat Perkuat Keamanan di Bandara Mulia Jelang Nataru

Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

Ratusan Pelajar SMP di Mimika Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba dan Tes Urine

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id