ADVERTISEMENT
Rabu, Juli 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

“Kementerian Agama adalah rumah bersama seluruh umat beragama. Kementerian Agama bukan milik satu agama. Menteri Agama bukan menteri satu agama. Semua agama harus dilibatkan dan duduk bersama”.

15 Desember 2025
0
Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat Seminar Natal Nasional dan Moderasi Beragama yang diselenggarakan Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia Provinsi Papua Barat Daya, Sorong, Sabtu 13 Desember 2025. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SORONG- Koranpapua.id- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa.

Hal ini disampaikannya saat membuka Seminar Natal Nasional dan Moderasi Beragama yang diselenggarakan Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), di Sorong pada Sabtu 13 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

Menurut Menag kemajuan ekonomi dan pembangunan fisik tidak akan bermakna tanpa kedamaian dan persatuan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hadir dalam kegiatan itu, Jeane Marie Tulung (Dirjen Bimas Kristen), Elisa Kambu (Gubernur PBD), Luksen Jems Mayor (Plt. Kakanwil Kemenag PBD) dan para tokoh agama di wilayah itu.

Baca Juga

Kobarkan Semangat Belajar Anak-Anak Papua, Jenderal Bintang Tiga Kunjungi Pedalaman Jayawijaya

Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari Rumbiak Wakili Papua Barat Kibarkan Bendera Pusaka di Jakarta

Pada kesempatan itu, Menag menyampaikan pengalamannya menghadiri pertemuan lintas agama di Vatikan beberapa waktu lalu.

Dari sejumlah deklarasi yang dihasilkan, Deklarasi Vatikan–Istiqlal menjadi salah satu yang pertama ditindaklanjuti karena menekankan penghentian dehumanisasi dan penguatan nilai kemanusiaan.

“Sudah saatnya bahasa agama menyatukan kemanusiaan. Tanpa agama, manusia tidak mungkin memanusiakan dirinya sendiri,” jelasnya.

Selain itu, Menag mengatakan, sejak awal menjabat Kementerian Agama mendorong penguatan dua gagasan utama, yakni Ekoteologi dan Kurikulum Cinta.

Keduanya sebagai pendekatan pembangunan kehidupan keagamaan yang berorientasi pada kemanusiaan dan keberlanjutan.

“Kita harus punya rasa dalam mengelola alam. Pelestarian lingkungan tidak boleh berpikir jangka pendek, tetapi harus memperhatikan masa depan,” ujarnya.

“Mari kita wariskan bumi yang indah untuk anak cucu kita. Inilah yang kami sebut Ekoteologi,” ajaknya.

Selain peran agama dalam pelestarian lingkungan Menag menekankan tentang peran agama dalam pengendalian dampak kecanggihan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

“Kecanggihan teknologi tanpa dasar moral agama dapat mengancam dehumanisasi. Karena itu, nilai-nilai agama harus menjadi tuntunan dalam perkembangan teknologi,” katanya.

Dalam konteks moderasi beragama, Menag menegaskan bahwa perbedaan keyakinan merupakan realitas yang harus dihormati.

“Kalau di sana Abraham, di sini Ibrahim. Jangan memaksakan yang berbeda menjadi sama, dan jangan pula memaksakan yang sama menjadi berbeda. Mari tetap berjalan bersama di tengah perbedaan,” ujar Menag.

Menag juga menegaskan bahwa Kementerian Agama adalah rumah bersama seluruh umat beragama.

“Kementerian Agama bukan milik satu agama. Menteri Agama bukan menteri satu agama. Semua agama harus dilibatkan dan duduk bersama,” katanya.

Ke depan, Menag berharap rumah ibadah dapat berfungsi sebagai pusat kemanusiaan yang terbuka bagi semua.

“Saya ingin rumah ibadah menjadi rumah besar bagi kemanusiaan. Saat mudik Lebaran maupun Natal, rumah ibadah bisa difungsikan sebagai posko kemanusiaan,” pungkasnya.

“Rumah ibadah adalah rumah kemanusiaan. Tamunya Katedral adalah tamunya Istiqlal, demikian sebaliknya,” tambah Menag.

Seminar Natal Nasional dan Moderasi Beragama ini diharapkan memperkuat peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan, merawat lingkungan, serta membangun peradaban bangsa yang berlandaskan nilai agama dan kemanusiaan. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kobarkan Semangat Belajar Anak-Anak Papua, Jenderal Bintang Tiga Kunjungi Pedalaman Jayawijaya

Kobarkan Semangat Belajar Anak-Anak Papua, Jenderal Bintang Tiga Kunjungi Pedalaman Jayawijaya

15 Juli 2026
Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari Rumbiak Wakili Papua Barat Kibarkan Bendera Pusaka di Jakarta

Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari Rumbiak Wakili Papua Barat Kibarkan Bendera Pusaka di Jakarta

15 Juli 2026
Agenda Perdana Gubernur Mathius, Perkuat Sinergi Lintas Provinsi-Kabupaten untuk Akselerasi Pembangunan Papua

Program Sekolah Rakyat Diharapkan Membuka Kesempatan Kerja bagi Sarjana Putra-Putri Papua

15 Juli 2026
Januari-Juli 2026: Komnas HAM Catat 42 Peristiwa Konflik di Papua, 43 Warga Sipil Meninggal Dunia

Januari-Juli 2026: Komnas HAM Catat 42 Peristiwa Konflik di Papua, 43 Warga Sipil Meninggal Dunia

15 Juli 2026
Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

14 Juli 2026
Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

14 Juli 2026

POPULER

  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Bergeser dari Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Jabat Dirreskrimsus Polda Papua

    723 shares
    Bagikan 289 Tweet 181
  • Markas Kodal Drone TNI untuk Perkuat Operasi di Papua Berdudukan di Timika

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

Damai Natal di Distrik Sinak-Puncak, TNI dan Warga Erat Bersatu dalam Kasih Persaudaraan

Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

Satgas Korpasgat Perkuat Keamanan di Bandara Mulia Jelang Nataru

Seminar Natal Nasional GPdI se- Provinsi PBD, Menag: di sana Abraham, di sini Ibrahim, Jangan Memaksakan yang Berbeda

Ratusan Pelajar SMP di Mimika Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba dan Tes Urine

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id