ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Januari-Juli 2026: Komnas HAM Catat 42 Peristiwa Konflik di Papua, 43 Warga Sipil Meninggal Dunia

“Jika tidak dilakukan perubahan yang substantif dari kebijakan pelaksanaan operasi, bukan tidak mungkin akan mengulangi pola yang serupa atau situasi yang serupa yang terjadi pada tahun 2025”.

15 Juli 2026
0
Januari-Juli 2026: Komnas HAM Catat 42 Peristiwa Konflik di Papua, 43 Warga Sipil Meninggal Dunia

Media Briefing Catatan Komnas HAM di Papua Semester I 2026 yang digelar di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Selasa 14 Juli 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Konflik bersenjata yang terjadi sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 42 peristiwa, dengan korban jiwa dan luka-luka warga sipil menjadi kelompok yang terbanyak.

Jumlah peristiwa konflik tersebut berdasarkan catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI).

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diungkap Tim Pengamatan Situasi HAM Menuju Dialog Kemanusiaan di Papua dalam Media Briefing Catatan Komnas HAM di Papua Semester I 2026 yang digelar di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Selasa 14 Juli 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berdasarkan pemantauan Komnas HAM, sebanyak 21 peristiwa merupakan serangan kelompok bersenjata terhadap warga sipil dan 11 peristiwa terkait operasi aparat keamanan.

Baca Juga

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Delapan peristiwa merupakan kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata, empat serangan kelompok bersenjata terhadap aparat, serta enam peristiwa lain yang berkaitan dengan konflik.

Akibat konflik bersenjata yang bekepanjangan itu mengakibatkan 59 orang meninggal dunia dengan 43 orang diantaranya merupakan warga sipil.

Sementara sisa korban meninggal dunia lainnya, masing-masing delapan orang berasal dari aparat TNI-Polri dan kelompok bersenjata.

Selain korban meninggal, Komnas HAM juga mencatat 50 korban luka, terdiri atas 40 warga sipil, lima aparat keamanan, dan lima anggota kelompok bersenjata.

Komisioner Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro mengatakan setiap insiden kekerasan meninggalkan dampak yang tidak hanya dirasakan saat kejadian, tetapi juga berlanjut terhadap kehidupan korban maupun keluarganya.

“Setiap peristiwa kekerasan menimbulkan dampak berkelanjutan bagi setiap individu atau keluarga yang menjadi korban,” ujar Atnike, di Jakarta, seperti dikutip Rabu 15 Juli 2026.

Atnike menyebut situasi pada semester pertama 2026 masih menyerupai kondisi sepanjang tahun lalu. Pada 2025, Komnas HAM mendokumentasikan 97 peristiwa kekerasan dengan total 119 korban meninggal dunia.

“Jika tidak dilakukan perubahan yang substantif dari kebijakan pelaksanaan operasi, bukan tidak mungkin akan mengulangi pola yang serupa atau situasi yang serupa yang terjadi pada tahun 2025,” pungkasnya.

Ia berharap hasil pemantauan selama enam bulan pertama tahun ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menangani konflik di Papua.

Komnas HAM mencatat Papua Tengah menjadi wilayah dengan jumlah konflik tertinggi, yakni 17 peristiwa, disusul Papua Pegunungan dengan 16 peristiwa.

Dengan demikian, sekitar 80 persen konflik yang terjadi pada semester pertama 2026 terkonsentrasi di dua provinsi tersebut, sedangkan wilayah Papua lainnya hanya mencatat sedikit kasus yang bersifat kasuistik.

Menurut Atnike, kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi keamanan di Papua tidak dapat dipandang secara menyeluruh tanpa melihat karakteristik masing-masing daerah.

“Jadi kita tidak bisa menggeneralisir bahwa seluruh Papua itu dalam keadaan lumpuh atau tidak aman,” katanya.

Komnas HAM juga menyoroti dampak kemanusiaan yang terus meluas akibat konflik. Sejak 2022, perpindahan penduduk dari daerah konflik masih terus terjadi.

Banyak warga meninggalkan kampung halaman untuk mencari tempat yang lebih aman, namun hingga kini belum mudah bagi mereka untuk kembali. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

12 Agustus 2026
Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

12 Agustus 2026
Peserta Antusias, Seminar Kesehatan Reproduksi di Kuala Kencana Berlangsung Interaktif

Peserta Antusias, Seminar Kesehatan Reproduksi di Kuala Kencana Berlangsung Interaktif

12 Agustus 2026
Dinkes Mimika Selenggarakan Seminar Kesehatan Reproduksi, Dorong Masyarakat Kenali Risiko Kehamilan

Dinkes Mimika Selenggarakan Seminar Kesehatan Reproduksi, Dorong Masyarakat Kenali Risiko Kehamilan

12 Agustus 2026
Kejar Target 17 Ton, Warga Mimika Baru Kumpulkan Delapan Ton Sampah dalam Lima Hari

Kejar Target 17 Ton, Warga Mimika Baru Kumpulkan Delapan Ton Sampah dalam Lima Hari

12 Agustus 2026
Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

12 Agustus 2026

POPULER

  • Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

    “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    638 shares
    Bagikan 255 Tweet 160
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Meriahkan HUT RI ke-81: Pesta Rakyat 17 Agustus di Distrik Jita Makin Meriah, Black Brothers hingga Band Lokal Siap Tampil

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Agenda Perdana Gubernur Mathius, Perkuat Sinergi Lintas Provinsi-Kabupaten untuk Akselerasi Pembangunan Papua

Program Sekolah Rakyat Diharapkan Membuka Kesempatan Kerja bagi Sarjana Putra-Putri Papua

Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari Rumbiak Wakili Papua Barat Kibarkan Bendera Pusaka di Jakarta

Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari Rumbiak Wakili Papua Barat Kibarkan Bendera Pusaka di Jakarta

Kobarkan Semangat Belajar Anak-Anak Papua, Jenderal Bintang Tiga Kunjungi Pedalaman Jayawijaya

Kobarkan Semangat Belajar Anak-Anak Papua, Jenderal Bintang Tiga Kunjungi Pedalaman Jayawijaya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id