ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Januari-Juli 2026: Komnas HAM Catat 42 Peristiwa Konflik di Papua, 43 Warga Sipil Meninggal Dunia

“Jika tidak dilakukan perubahan yang substantif dari kebijakan pelaksanaan operasi, bukan tidak mungkin akan mengulangi pola yang serupa atau situasi yang serupa yang terjadi pada tahun 2025”.

15 Juli 2026
0
Januari-Juli 2026: Komnas HAM Catat 42 Peristiwa Konflik di Papua, 43 Warga Sipil Meninggal Dunia

Media Briefing Catatan Komnas HAM di Papua Semester I 2026 yang digelar di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Selasa 14 Juli 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Konflik bersenjata yang terjadi sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 42 peristiwa, dengan korban jiwa dan luka-luka warga sipil menjadi kelompok yang terbanyak.

Jumlah peristiwa konflik tersebut berdasarkan catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI).

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diungkap Tim Pengamatan Situasi HAM Menuju Dialog Kemanusiaan di Papua dalam Media Briefing Catatan Komnas HAM di Papua Semester I 2026 yang digelar di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Selasa 14 Juli 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berdasarkan pemantauan Komnas HAM, sebanyak 21 peristiwa merupakan serangan kelompok bersenjata terhadap warga sipil dan 11 peristiwa terkait operasi aparat keamanan.

Baca Juga

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Delapan peristiwa merupakan kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata, empat serangan kelompok bersenjata terhadap aparat, serta enam peristiwa lain yang berkaitan dengan konflik.

Akibat konflik bersenjata yang bekepanjangan itu mengakibatkan 59 orang meninggal dunia dengan 43 orang diantaranya merupakan warga sipil.

Sementara sisa korban meninggal dunia lainnya, masing-masing delapan orang berasal dari aparat TNI-Polri dan kelompok bersenjata.

Selain korban meninggal, Komnas HAM juga mencatat 50 korban luka, terdiri atas 40 warga sipil, lima aparat keamanan, dan lima anggota kelompok bersenjata.

Komisioner Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro mengatakan setiap insiden kekerasan meninggalkan dampak yang tidak hanya dirasakan saat kejadian, tetapi juga berlanjut terhadap kehidupan korban maupun keluarganya.

“Setiap peristiwa kekerasan menimbulkan dampak berkelanjutan bagi setiap individu atau keluarga yang menjadi korban,” ujar Atnike, di Jakarta, seperti dikutip Rabu 15 Juli 2026.

Atnike menyebut situasi pada semester pertama 2026 masih menyerupai kondisi sepanjang tahun lalu. Pada 2025, Komnas HAM mendokumentasikan 97 peristiwa kekerasan dengan total 119 korban meninggal dunia.

“Jika tidak dilakukan perubahan yang substantif dari kebijakan pelaksanaan operasi, bukan tidak mungkin akan mengulangi pola yang serupa atau situasi yang serupa yang terjadi pada tahun 2025,” pungkasnya.

Ia berharap hasil pemantauan selama enam bulan pertama tahun ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menangani konflik di Papua.

Komnas HAM mencatat Papua Tengah menjadi wilayah dengan jumlah konflik tertinggi, yakni 17 peristiwa, disusul Papua Pegunungan dengan 16 peristiwa.

Dengan demikian, sekitar 80 persen konflik yang terjadi pada semester pertama 2026 terkonsentrasi di dua provinsi tersebut, sedangkan wilayah Papua lainnya hanya mencatat sedikit kasus yang bersifat kasuistik.

Menurut Atnike, kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi keamanan di Papua tidak dapat dipandang secara menyeluruh tanpa melihat karakteristik masing-masing daerah.

“Jadi kita tidak bisa menggeneralisir bahwa seluruh Papua itu dalam keadaan lumpuh atau tidak aman,” katanya.

Komnas HAM juga menyoroti dampak kemanusiaan yang terus meluas akibat konflik. Sejak 2022, perpindahan penduduk dari daerah konflik masih terus terjadi.

Banyak warga meninggalkan kampung halaman untuk mencari tempat yang lebih aman, namun hingga kini belum mudah bagi mereka untuk kembali. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

29 Agustus 2026
Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Kuliah Perdana ITB Dibuka, 176 Mahasiswa Disiapkan Jadi Generasi Penggerak Teluk Bintuni

29 Agustus 2026
Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

29 Agustus 2026
Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

29 Agustus 2026
Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

29 Agustus 2026
DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

29 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Target 50 Persen Tak Tercapai, Serapan Otsus Mimika Baru 29 Persen, Tahap Kedua Terancam Gagal

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Agenda Perdana Gubernur Mathius, Perkuat Sinergi Lintas Provinsi-Kabupaten untuk Akselerasi Pembangunan Papua

Program Sekolah Rakyat Diharapkan Membuka Kesempatan Kerja bagi Sarjana Putra-Putri Papua

Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari Rumbiak Wakili Papua Barat Kibarkan Bendera Pusaka di Jakarta

Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari Rumbiak Wakili Papua Barat Kibarkan Bendera Pusaka di Jakarta

Kobarkan Semangat Belajar Anak-Anak Papua, Jenderal Bintang Tiga Kunjungi Pedalaman Jayawijaya

Kobarkan Semangat Belajar Anak-Anak Papua, Jenderal Bintang Tiga Kunjungi Pedalaman Jayawijaya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id